Karin menapaki kakinya tepat dibawah tangga. Matanya menatap lurus kearah wanita yang selama ini jarang ia temui.
"Mama."
Wanita itu menoleh. Paras yang masih cantik, walau sudah menginjak kepala 4.
"Kenapa, Dek?"
Karin mendekat kearah mamanya. Dia memeluk wanita itu erat. Rindu karena sudah 2 bulan tidak bertemu.
"Mama kapan sampai?"
"Tadi siang. Kamu baru bangun?"
Karin mengangguk. Dia melihat mamanya tengah meletakkan sebuah patung kodok berukuran buku un tebal di lemari tv.
Satya yang entah sejak kapan sudah bergabung ikut merapatkan tubuhnya dan memeluk Karin juga ibunya.
"Bang, ih, bau!"
Satya tergelak tanpa mau melepaskan pelukan.
"Abang, kasian adeknya, loh."
Satya mengalah, lantas melepas pelukannya. Cowok itu berdiri menjulang lebih tinggi dari Karin serta ibunya.
Dengan sengaja Satya mengacak-acak rambut Karin dengan tangan kanannya.
"MAMA!"
"SATYA!"
Satya langsung saja lari dari dua orang tersebut sambil tertawa-tawa melihat ekspresi jengkel adik satu-satunya itu.
"Mama kenapa bisa lahirin abang, sih!" kesal Karin memajukan bibir bawahnya.
Sang mama tertawa mendengar pertanyaan tersebut.
"Ya, karena abang ada diperut mama, lah," jawab wanita itu.
"Balikin, ih!"
Tawa mama Karin semakin pecah mendengar perkataan anaknya itu.
♡~♡~♡~♡
"Hit you with that ddu-du ddu-du du," senandung Karin menikmati musik yang berdentang dikedua gendang telinganya melalui earphone.
Cewek itu berlari sendiri. Ya, dia sudah mengajak Arya, namun cowok itu menolak dengan alasan 'tidak bisa bangun pagi'. Lalu Satya, abang kesayangannya itu tidak mau karena malas.
Ya, lihat saja. Karin akan menunggu dua cowok itu mati lebih dulu darinya. Siapa suruh tidak mau olahraga.
Setelah dua putaran Karin mulai melambatkan kakinya. Dia menggambil ponselnya dan mendapati notif line dari Arya.
Abang yang dia cintai itu mengirim foto selfie baru bangun tidur. Bagus, Karin sudah dari 1 jam yang lalu mengspam Arya, memaksa cowok itu olahraga dan ternyata cowok itu baru bangun.
Karin menarik napasnya dalam-dalam.
Untung sayang, batinnya.
Cewek itu lantas membuka aplikasi kamera dan mengangkat ponsel itu tinggi. Dia mengambil foto selfie dan mengirim pada Arya.
Lalu, kembali memasukkan ponselnya itu kedalam tas pinggangnya.
"Karin!"
Karin mengadahkan kepalanya menatap seorang cewek berambut sebahu yang melambai kearahnya.
Cewek itu, Elsa berlari kecil menghampiri Karin.
"Lo lari?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Kau Anggap Aku Apa (Completed)
Teen Fiction"Jadi, Bang Arya bohongin Karin?" "Enggak gitu, Yin...." "Abang selama ini pacaran sama Karin karena disuruh sama bang Satya!" "Yin, dengar penjelasan aku du...." "Karin benci sama Abang. Jangan temui Karin lagi. Kita cukup sampai disini," tuntas Ka...
