(17) Akhirnya Double Date

13.9K 1.1K 12
                                        

Batu sekeras apapun bakal hancur kalau dialirin air terus.

♡♡~♡♡~♡♡

Karin hendak berjalan keluar rumah bersiap untuk pergi ke studio yang berada didekat mall dikotanya. Hari ini dia ada panggilan untuk melakukan photo shoot salah satu brand yang akan melaksanakan event didua bulan mendatang.

Cewek itu menguncir satu rambutnya keatas dan membawa tas ransel ukuran mini dipunggungnya.

Sebenarnya, cewek itu masih kerap kali sedih mengingat perceraian kedua orang tuanya. Namun, karena sudah menandatangani kontrak untuk brand pakaian ini, maka dia harus tetap melakukan pekerjaannya.

"Loh, Nek Lampir?" tanya Karin saat bertemu dengan Diana yang baru sampai didepan rumahnya.

Diana menaikkan salah satu alisnya, lalu tersenyum kecil pada Karin.

"Gue calon kakak ipar lo ya, jangan asal ngatain," ujar Diana santai.

Karin mengerut keningnya. Tidak biasanya Diana bertingkah kalem padanya.

"Lo belum paham maksud gue?"

Karin menggeleng.

"Gue sama Satya udah jadian," sahut Diana.

Kedua mata Karin melebar, terkejut mendengar kabar yang baru saja Diana ucapkan.

"Serius?"

Diana mengangguk. Cewek itu memang berbeda dari sebelum-sebelumnya. Kini dia tampak sangat bersahabat untuk Karin.

"Hebat juga lo dapetin hati Abang gue," ujar Karin.

Diana mengedik bahu ringan. "Apa sih yang gak bisa gue dapet?" sahut cewek itu angkuh.

Karin tersenyum, lalu tertawa terbahak. Merasa lucu dengan tingkah Diana yang tampak begitu bangga karena sudah mendapatkan abangnya.

"Terserah lo deh, ya".

"Lo mau kemana? Satya ada didalam kan?"

"Gue mau ke studio. Iya, Abang ada didalam," jawab Karin.

"Oh, balik jadi model lagi lo?"

Karin menghela napas. "Yaa... bosen juga gak ngapa-ngapain dirumah jadi kerja lagi, deh".

Diana mengangguk mengerti.

"Oke, deh. Semangat buat lo. Semoga muka jelek lo tetep bisa diterima, ya".

Karin memutar bola matanya.

"Iya, yaudah gue duluan. Bye Nek Lampir," ujar Karin sambil berjalan lalu menuju mobil yang ada didepan rumah dan melambai sebentar pada Diana.

Diana hanya menggeleng. Hari ini perasaannya lagi sangat baik, jadi dia tidak marah sama sekali dengan kelakuan Karin.

Karin masuk kedalam mobil merah didepan rumahnya.

Arya yang berada dikursi kemudi menoleh pada Karin.

"Tadi itu Diana?"

Karin mengangguk.

"Mau ketemu Satya, ya?"

Lagi Karin mengangguk.

"Emang mau ngapain ketemu Satya?"

Karin akhirnya mengalihkan pandangannya pada Arya. Matanya memancarkan aura permusuhan pada Arya.

"Bang Aya ngapain sih tanya-tanya soal Nenek Lampir sama Ayin? Bang Aya kan udah ada Karin, ngapain peduliin cewek lain?"

Arya menghela napas. "Enggak, Abang nanya karena Diana kan sahabat Abang," ujar Arya.

Kau Anggap Aku Apa (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang