(42) Dion Sialan

18.4K 1.2K 64
                                        

Bersyukur sampai saat ini belum jatuh cinta dan tidak perlu repot-repot merasakan banyak hal ribet yang berkaitan dengan cinta. Cemburu salah satunya.

***...***...***

Hari ini Arya kembali kerumah Satya dan Karin. Tetapi bukan untuk menemui Karin, melainkan Satya sahabatnya karena ingin meminjam kamera Satya untuk tugas dari dosennya.

Satya sudah menuruni anak tangga dengan memegang kamera yang cukup besar dan sepertinya berat. Beserta Karin yang menyusul dibelakang dengan tampilan seperti akan pergi jalan.

Arya tersenyum pada keduanya. Lalu lebih memilih menghampiri Karin ketimbang menyapa Satya. Membuat abang Karin itu berdecak kesal.

"Ayin mau kemana?"

"Jalan, lah". Itu suara Satya.

"Sama siapa?"

"Kak Dion". Lagi-lagi suara Satya yang menjawab pertanyaan Arya.

Karin melirik abangnya dengan tatapan kesal. Kenapa juga Satya yang harus menjawab, Karin kan bisa mengatakannya sendiri.

Namun, saat cewek itu kembali melihat pada Arya. Air muka cowok itu sudah berubah. Tidak ada lagi cengiran yang tadi sempat Arya pamerkan padanya.

"Mau kemana emang?"

"Ehm...."

"Ar, lo kesini buat pinjem kamera gue, kan? Ngapain lo ngurusin Karin?"

Karin menatap pada Arya dan tidak melanjutkan perkataannya karena merasa canggung dengan tatapan Arya yang begitu tajam.

Lalu, suara pintu rumah yang diketuk mengalihkan pandangan mereka bertiga. Disana berdiri Dion yang sudah rapi. Dengan kemeja biru dan celana jeans hitam. Terlihat seperti anak muda seusia Arya dan Satya, walaupun sebenarnya Dion lebih tua dua tahun dari mereka dan sudah bekerja, bukan lagi seorang mahasiswa.

Melihat kedatangan Dion didepan rumah Karin dan Satya semakin membakar kepala Arya. Apa tidak cukup dia harus frustasi dengan Karin yang tidak kunjung paham maksud dari perlakuannya selama ini sampai dia masih harus memikirkan lagi saingan nomor satunya? Dion sialan.

"Hai Kak Dion".

Baik itu suara Karin yang menyapa Dion dengan nada yang terdengar lebih halus dari biasanya. Apa Karin sedang berusaha mencari perhatian?

Dion membalas sapaan Karin dengan tersenyum lebih lebar dari sebelumnya. Dan Arya muak melihatnya.

"Ya, gue izin bawa Karin jalan," izin Dion pada Satya.

Satya jelas langsung mengangguk malah tampak senang dengan kedekatan Karin dan Dion.

"Bawa aja, Kak. Yang penting jangan lupa dipulangin sebelum jam 10 malam," sahut Satya.

Dion melirik pada jam tangan hitam dipergelangan kiri tangannya.

"Ok, masih sekitar 6 jam lagi sebelum jam 10".

"Kita bakal ngapain aja, Rin?" lanjut Dion menatap pada Karin.

"Lo juga mesti izin sama gue," jawab Arya sambil merangkul Karin yang berada disampingnya.

Arya menatap Dion dari atas kebawah. Memerhatikan setiap inci dari diri Dion. Seakan cowok itu tengah menilai Dion dengan tatapan sinisnya yang terus ia perlihatkan. Sementara Satya tersenyum miring melihat kelakuan sahabatnya.

Arya memang benar-benar sudah jatuh terlalu dalam pada adiknya. Tidak masalah, Satya suka melihat dua orang didepannya saat ini yang tampak saling melempar kebencian tak kasat mata.

Kau Anggap Aku Apa (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang