Kalau lo mau move on, menurut gue, lo cuma perlu alasan yang kuat untuk berhenti.
***...***...***
Elsa dan Karin kini sudah berada dikamar Karin. Keduanya masih mengenakan baju sekolah karena tadi mereka memang baru saja pulang.
Hari ini Elsa berencana menginap karena Karin memaksanya. Mengingat juga mereka baru menyelesaikan ujian tengah semester, akhirnya Elsa menyetujui permintaan Karin.
Elsa meletakkan tasnya di atas meja belajar Karin, lalu menatap Karin yang sudah mengambil baju ganti didalam lemari.
"Gue ganti baju dulu, ya," ujar Karin masuk kekamar mandi lebih dulu.
Elsa melihat-lihat isi kamar Karin. Sebenarnya Elsa sudah beberapa kali kesini bersama Steven juga pernah. Cewek itu lalu mendekati rak buku disamping lemari Karin.
Elsa sampai saat ini masih kerap kali berdecak kagum melihat buku-buku Karin yang banyak sekali. Terutama novel, sisanya ada beberapa buku non-fiksi mengenai inspirasi hidup.
"Lo mau minjem novel lagi?" tanya Karin yang baru keluar dari kamar mandi.
Elsa menggeleng.
"Gue cuma liat-liat," jawab cewek itu.
"Gak papa. Lo kalau mau minjem, ambil aja. Lo taukan gue gak pernah baca buku-buku itu".
"Iya, lo ngebeli cuma karna sampulnya lucu aja," sahut Elsa.
Elsa lalu duduk dikasur Karin dan disusul oleh Karin.
"Sa, gimana lo sama Steven sekarang?" tanya Karin memulai perbincangan yang memang sudah dia pikirkan dari kemarin-kemarin saat mengajak Elsa menginap dirumahnya.
Elsa tampak berpikir sejenak, lalu menjawab Karin dengan nada yang terkesan dibuat-buat.
"Baik-baik aja. Kita masih sahabatan. Cuma jarang ketemu karena ujian".
"Lo bohong".
"Enggak".
Karin menarik napas dalam. Mencoba memikirkan cara agar Elsa mau mengatakan perasaan yang sebenarnya.
"Cerita aja, Sa. Gue tau kok lo sama Steven berantem dan jauh-jauhan," ujar Karin.
"Enggak, kita udah gak berantem, kok".
"Gue tau lo cinta sama Steven".
Baik. Kalimat Karin berhasil membuat Elsa membatu. Cewek itu tidak lagi tahu harus merespon seperti apa. Sementara sekarang hatinya lagi-lagi dipenuhi rasa sesak ketika kenyataan itu dilempar kembali kemukanya. Padahal, selama berbulan ini Elsa sedang berusaha keras untuk melupakan perasaannya.
Karin yang melihat perubahan di wajah Elsa langsung mendekati sahabat hampir dua tahunnya itu. Karin mengusap pelan lengan Elsa bermaksud menenangkan apapun yang ada didalam kepala Elsa.
"Lo tau darimana?"
"Dari lo".
Elsa kembali terdiam.
"Udah berapa lama?"
"4 tahunan, mungkin?".
Karin menghela napas berat. Kenapa mereka jadi sama begini. Karin juga mencintai Arya dengan kurun waktu yang sangat panjang.
Elsa menoleh pada Karin dan tersenyum menenangkan karena mendapati wajah Karin yang tampak berpikir keras. Karin memang sahabat yang baik dan Elsa paham Karin sekarang pasti tengah mengkhawatirkan dirinya.
"Gue gak papa kok, Rin," ujar Elsa.
"Gue bantu lo dapetin Steven".
Elsa langsung menggeleng dan melambaikan kedua tangannya menolak apa yang barusan Karin niatkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kau Anggap Aku Apa (Completed)
Novela Juvenil"Jadi, Bang Arya bohongin Karin?" "Enggak gitu, Yin...." "Abang selama ini pacaran sama Karin karena disuruh sama bang Satya!" "Yin, dengar penjelasan aku du...." "Karin benci sama Abang. Jangan temui Karin lagi. Kita cukup sampai disini," tuntas Ka...
