(43) Aku Cemburu!

25.4K 1.4K 80
                                        

Aku mencintaimu dengan harapan menjadi pasangan.

***...***...***

Untuk kesekian kalinya Arya melirik pada jam dinding yang tergantung di tembok rumah Satya. Sudah hampir pukul sembilan malam dan Karin belum juga pulang.

Arya berdecak kesal. Daritadi kepalanya sibuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang membuat kepala dan hatinya panas.

Apa Dion suka pada Karin? Apa Dion memang sedang mendekati Karin? Apa keduanya bukan lagi sebatas teman masa kecil?

Gila. Arya benar-benar merasa akan meledak sebentar lagi. Setelah menunggu hampir 5 jam dirumah Satya. Duduk diam diruang tengah sambil memandangi apa saja yang muncul di televisi. Sesekali menatap pada pintu berharap Karin muncul. Benar-benar terus menguras emosi Arya.

Cowok itu tidak pernah seberantakan ini. Merasa seakan dunia akan runtuh kalau-kalau Karin tidak pulang dalam kurun waktu sejam lagi.

Hampir Arya kembali tenggelam dalam badai dikepalanya. Suara tawa dari luar menghentikan cowok itu. Suara tawa yang Arya sangat kenali karena dia sudah mendengar tawa itu semenjak 10 tahun yang lalu.

"Makasih banyak, ya, Rin. Saya merasa beruntung banget punya kamu," ujar suara berat dari luar pintu.

Arya kini sudah berada dibalik pintu rumah. Menguping pembicaraan sejoli yang berada didepan pintu.

"Iya, sama-sama, Kak. Karin juga gak nyangka kalau Kak Dion ngungkapin perasaan Kakak ke Karin".

Sialan. Setan. Banjingan. Baik itu tiga kata yang langsung menguar diujung lidah Arya.

"Yaudah, saya pulang dulu, ya".

"Loh? Kak Dion gak mau nyinggah dulu?"

"Enggak, besok aja. Kan besok kita jalan lagi".

Lalu disahut dengan tawa kecil dari Karin.

"Oke, deh. Hati-hati ya Kak Dion. Jangan lupa ngabarin nanti!"

"Iyaaa, bye".

Suara Dion terdengar sudah menjauh. Lalu, pintu rumah ditarik dan menampakkan sosok Karin yang berdiri hendak masuk kedalam rumah.

Namun, langkah cewek itu terhenti ketika mendapati Arya yang berdiri tegak dihadapannya dengan wajah yang seperti menahan amarah.

Sementara Arya sendiri berusaha mati-matian menahan perasaannya. Melihat Karin didepannya dengan wajah yang bersinar bahagia membuatnya ingin berteriak marah. Karena Karin senang bukan karenanya melainkan cowok sialan yang tadi baru saja pulang.

"Bang Arya?"

Arya tidak menjawab panggilan Karin.

"Darimana?" tanya cowok itu dengan nada datar yang berusaha ia kendalikan.

"Habis dari jalan-jalan," jawab Karin takut-takut. Walau cewek itu sendiri tidak tahu kenapa dia harus takut. Dia kan tidak melakukan kesalahan apapun apalagi pada Arya.

"Lain kali jangan jalan sama dia lagi".

Karin jelas langsung memasang muka tidak suka.

"Memangnya kenapa?"  tanya cewek itu sambil melempar tatapan tajam pada Arya. Merasa tidak terima dengan larangan Arya yang tidak jelas dasarnya.

"Karena aku gak suka, Yin".

"Terus kalau Bang Arya gak suka Karin harus nurut?"

"Iya".

"Emangnya Bang Arya siapanya Karin?"

"Kamu udah jadian sama si Dion sialan itu?"

"Bukan urusan Bang Arya".

Kau Anggap Aku Apa (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang