(21) Teman Masa Kecil

13.5K 1.2K 21
                                        

Tanpa sadar orang yang tengah jatuh cinta suka bertindak egois dan berakhir menyakiti orang yang dicintainya.

***...***...***

"Gue udah gak bisa lanjutin ini lagi, Na".

Satya cukup tahu apa yang barusan dia katakan akan memancing perdebatan diantara mereka berdua. Tapi sungguh Satya sudah begitu lelah dengan semuanya.

Cowok itu tidak lagi bisa membiarkan Diana terus memperlakukannya seperti ini. Semenjak bertahun-tahun yang lalu, cewek yang dia anggap sahabat itu terus memperlakukannya secara khusus.

Satya terganggu dengan perasaan Diana, tapi cowok itu memilih untuk tetap biasa saja dan membiarkan Diana melakukan apapun sesuka hatinya. Karena Satya sendiri memang benar-benar menganggap Diana sahabatnya.

"Kamu kenapa sih, Ya? Aku salah apa?"

Satya menggeleng. Cowok itu melepaskan buku menu ditangannya, lalu beralih menyisir rambutnya kebelakang.

"Biarin kita seperti ini, Ya. Aku janji bakal buat kamu cinta sama aku".

Satya berdecak. Mukanya benar-benar masam sekarang. Kalau bukan karena takut Diana membongkar rahasianya dan Arya pada Karin, cowok itu mana mau masuk dalam permainan Diana saat ini.

"Sampai kapan pun gue gak bakal cinta sama lo, Na," ujar Satya.

Diana menghela napas berat. Hatinya tentu berdenyut sangat sakit didalam sana.

"Kasih aku waktu lebih lama".

Satya menggeleng terhadap permintaan Diana. Demi Tuhan dia sudah mencoba untuk tidak menyakiti cewek itu tapi tetap saja harus berakhir dengan melihat wajah sendu Diana.

"Lo harus berhenti berharap sama gue".

"Gak bisa, Ya. Aku udah nyoba. Aku udah berusaha untuk buka hati buat cowok lain, tapi gak bisa. Kenapa kamu gak bisa biarin aku tetap sama kamu, sih?"

"Karena gue emang gak ada rasa sama lo. Cinta gak bisa dipaksa, Na. Lo sahabat gue. Gue sayang sama lo. Gue gak mau nyakitin lo. Tapi bisa gak si lo juga berhenti menempatkan gue diposisi serba salah," jawab Satya dengan suara yang meninggi.

Diana terkejut dengan respon yang Satya berikan. Ini pertama kali Satya membentaknya.

Kedua alis Satya menyatu terlihat berpikir keras. Terlebih melihat wajah Diana yang semakin pias akan kesedihan. Satya benci dengan semua ini.

Cowok itu benar-benar muak dengan perasaan Diana. Kalau Satya bisa memilih dia lebih baik tidak pernah bersahabat dengan Diana karena melihat Diana sedih juga menyakitinya.

Lalu tiba-tiba saja wajah Karin muncul dalam kepala Satya. Adik satu-satunya itu pun tidak jauh beda dengan Diana mencintai seseorang yang tidak memiliki rasa padanya.

Rasa bersalah semakin mengerubungi diri Satya. Bersalah pada Diana karena menyakiti sahabatnya itu. Bersalah pada Arya karena memaksa memacari Karin dan bersalah pada Karin karena membuat adiknya itu harus berada dalam hubungan palsu.

Sekarang Satya paham apa yang dirasakan Arya. Muak dan gerah dengan berpura-pura memiliki hubungan dengan seseorang yang tidak dicintai.

"Gue mau pulang".

Diana mengadahkan kepalanya lagi setelah tadi hanya menunduk memandang meja putih didepan mereka.

"Lo mau gue anter?"

"Please, Ya. Kasih aku waktu buat bikin kamu cinta sama aku".

Satya kembali berdecak. Apalagi kini mata Diana sudah berkaca-kaca. Rasa muak dalam diri Satya membuat cowok itu tidak bisa menunjukkan sikap simpatinya.

Kau Anggap Aku Apa (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang