Beberapa orang tampak menggila, tapi sebenarnya mereka tengah mengarungi luka tak berujung didalam hatinya.
***....***...***
Karin menuruni anak tangga dengan pakaian yang cukup mencurigakan Satya.
Dress polos diatas lutut berwarna hitam ketat membentuk tubuh, tanpa lengan, bagian leher yang rendah, dengan sepatu heels yang cukup tinggi berwarna senada.
"Lo mau kemana?"
"Cari keluarga baru," jawab Karin santai tapi mampu membuat Satya membatu.
Cewek itu melirik sekilas dan berlalu melewati Satya keluar dari rumah. Tanpa berpamitan pada abangnya itu.
Perasaan cowok itu tidak enak. Tapi Satya memilih untuk membiarkan saja. Kemungkinan Karin pergi keacara party para model yang kadangkala cewek itu ikuti karena memang adiknya bekerja dalam dunia itu.
Satya juga tidak tahu harus bagaimana pada Karin. Kemarin cowok itu sudah meminta maaf, selebihnya dia tidak mau memaksa Karin memaafkannya. Biarkan adiknya itu menenangkan dirinya sendiri dulu. Karena ketika semakin dipaksa, maka akan semakin parah.
***...***...***
Sementara Satya yang hanya dirumah berbeda dengan Arya yang malah mengikuti mobil yang membawa Karin.
Cowok itu tadinya hendak kerumah Karin. Menemui adiknya itu dan meminta maaf. Namun, melihat Karin keluar rumah dan berpenampilan dewasa membuat Arya agak kesal dan mengikuti Karin dari belakang.
Mobil hitam yang Karin naiki berhenti didepan sebuah bar cukup mahal dikota mereka. Arya yang berada didalam mobil semakin geram. Apa yang ada didalam kepala Karin? Apa cewek itu berniat bergabung dengan dunia malam dan merusak dirinya?
Karin sudah masuk kedalam bar duluan bersama cewek yang Arya kenali sebagai teman model Karin.
Arya menghela napas berat. Tangannya mencengkram stir mobil erat. Apa dia menyusul kedalam? Tapi Arya paling tidak suka dengan aroma alkohol dan hiruk pikuk musik didalam bar.
Arya pernah sekali memasuki bar dan dia sudah kapok. Kali ini berbeda yang ada didalam sana adalah Karin, adik yang sangat dia sayangi. Bagaimana kalau Karin kenapa-kenapa?
"Sialan," maki Arya.
Cowok itu membuka pintu mobil dan berjalan masuk kedalam bar. Tubuhnya tertabrak dengan beberapa orang yang tengah bergoyang riang mengikuti irama musik yang berdentang kencang.
Arya melarikan matanya kesana kemari mencari keberadaan Karin. Namun sulit baginya menemukan Karin ditengah kerumunan orang yang tengah menari.
Arya terus menerobos orang-orang itu. Hingga cowok itu bisa menangkap Karin yang sedang duduk disalah satu kursi dengan cowok yang tidak dia dikenali.
Ketika melihat cowok itu mencondongkan tubuhnya hendak mencium Karin, Arya langsung melempar tas kecil birunya kearah cowok itu, kemudian berlari menerjang tubuh cowok itu.
"Bangsat!" teriak Arya.
Arya langsung memukul cowok itu jatuh kelantai.
Karin membatu melihat kejadian didepannya yang terlalu cepat. Lalu Arya menoleh menatap tajam kearah Karin. Ada kemarahan besar dibalik kedua bola mata itu.
Arya langsung berdiri merapatkan tubuhnya pada Karin. Cowok itu melepaskan jaket hitamnya dan menyampirkan jaket itu pada tubuh Karin. Cowok itu benar-benar kesal dengan penampilan Karin didepannya sekarang.
"Tahan, jangan sampai jatuh," ujar Arya memperingati Karin untuk menjaga jaketnya tidak lepas dari tubuh cewek itu.
Karin menurut saja dengan tangan kirinya yang memegang erat jaket itu didadanya agar membungkus tubuhnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kau Anggap Aku Apa (Completed)
Teen Fiction"Jadi, Bang Arya bohongin Karin?" "Enggak gitu, Yin...." "Abang selama ini pacaran sama Karin karena disuruh sama bang Satya!" "Yin, dengar penjelasan aku du...." "Karin benci sama Abang. Jangan temui Karin lagi. Kita cukup sampai disini," tuntas Ka...
