"Cuma gue yakin cara Arya memperlakukan lo itu kayak abang ke adek"
...
"ELSA! STEVEN!"
Pranggg
Piring yang tadi berada ditangan Elsa terjatuh karena saking terkejutnya cewek itu pada suara menggelegar Karin.
Steven yang tadinya hampir minum pun jadi batal.
"Lo gila, ya?"
Karin yang ditatap tajam oleh dua sahabatnya itu malah cengegesan tanpa dosa.
Cewek itu berlari kecil kearah dua sahabatnya. Dengan gerakan kasar cewek itu menubrukan tubuhnya pada Elsa. Memeluk sahabatnya itu berat-berat.
"IHHH! KARIN LEPAS GAK! LO NGINJAK MAKANAN YANG JATOH NANTI IBU KANTIN MARAH!"
"Gapapa, santuy, ada Steven yang beresin," jawab Karin santai.
Sementara Steven yang berada ditempat duduk memelotot tak santai.
"Gak mau Karin! Cukup sekali aja gue beresin laboratorium biologi gara-gara lo!" ujar Steven kembali mengungkit kejadian dua bulan lalu saat Karin tidak sengaja menjatuhkan tanaman hidroponik dalam laboratorium biologi dan setelah itu, malah Steven yang mesti bertanggung jawab.
Ya karena bapak Rizal guru biologi yang merangkap sebagai guru bk itu terlalu menyanyangi Karin sampai-sampai mempercayai omongan Karin kalau Steven yang menjatuhkan tanaman hidroponik itu.
Karin melepaskan pelukan Elsa, lalu gantian memeluk Steven.
"Karin, please, jangan peluk-peluk gue. Lo mau gue baper sama lo!"
Karin tertawa renyah mendengar omongan Steven.
"Eh, gay! Gue udah punya pacar!" ujar Karin, lalu melepas pelukannya pada Steven.
"Setan emang lo! Udahan kali manggil gue gay!"
Karin mengedik bahunya. Senyuman gadis itu belum luntur masih sisa kenangan manis pagi tadi dimotor.
"Lo udah gak jomblo, Rin?"
Karin mengangguk bersemangat.
"Siapa cowok bodoh yang mau sama lo?" tanya Steven sewot, muka cowok itu sudah berubah masam.
"Lo kenapa, sih, Tip? Patah hati karena gue, sahabat lo yang cantik jelita sejagad raya ini udah punya pacar?"
Steven mau tak mau ikut terkekeh mendengar ledekan Karin. Apalagi melihat wajah Karin yang cengar-cengir kuda itu.
"Gue udah jadian sama Bang Aya. Abang kecintaan gue dari dulu! Akhirnya kesampaian, cinta gue dibales!"
"SUMPAH!"
Elsa jelas langsung nimbrung bersama dua sahabatnya itu.
Karin tersenyum bangga.
"Iya dong! Karin gitu, loh," sahut Karin meninggi.
Steven mengerut kening heran. Seingat cowok itu, Arya, menyayangi Karin layaknya seoarang kakak ke adik. Jelas sekali Steven menyadari itu waktu mereka tidak sengaja bertemu saat jogging sekitar sebulanan yang lalu.
"Lo beneran?" tanya Steven menyelidik.
Pertanyaan Steven jelas langsung membuat air muka Karin berubah masam. Cewek itu menatap Steven dengan matanya yang menyipit tajam.
Lalu, tanpa aba-aba cewek itu menginjak kaki kanan Steven keras.
"AW! GILA LO YA?!"
Karin mendengus "lo ngeselin. Kenapa gak percayaan banget, sih? Emang gue gak pantas buat Bang Aya gitu sampe-sampe ditanyain terus," ujar Karin sewot.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kau Anggap Aku Apa (Completed)
Roman pour Adolescents"Jadi, Bang Arya bohongin Karin?" "Enggak gitu, Yin...." "Abang selama ini pacaran sama Karin karena disuruh sama bang Satya!" "Yin, dengar penjelasan aku du...." "Karin benci sama Abang. Jangan temui Karin lagi. Kita cukup sampai disini," tuntas Ka...
