Begitulah cara kerja kehidupan. Bisa berbalik kapan saja dengan cara yang tidak pernah disangka.
***...***...***
Arya tersenyum cerah pagi ini. Hari ini hari minggu dan cowok itu sudah berada didepan rumah Karin dan Satya.
Cowok itu benar-benar mempersiapkan diri. Berbeda dari biasa, Arya mengenakan kemeja kotak-kotak merah dan sepatu kets berwarna putih. Serta rambutnya yang ia pakaikan semacam pengeras rambut supaya terlihat rapi dan tersisir kebelakang.
Tidak ada lagi kaos oblong warna putih atau hitam, sendal biru tua, dan rambut yang diikat satu kebelakang. Membuat Arya terlihat lebih ganteng dari biasanya.
Kakinya melangkah memasuki rumah yang cukup besar itu. Arya sudah berhasil mendapat maaf dari Karin dan sekarang waktunya dia mendapat hati adik sahabatnya itu kembali.
Satya yang sedang menikmati sarapan dimeja makan menatap pada Arya yang sudah memasuki rumahnya dengan wajah yang tersenyum cerah.
"Lo ngapain kesini?" tanya Satya bingung.
Arya terkekeh. "Mengejar cinta gue," jawab Arya membuat Satya bergidik geli.
"Emang lo pikir Karin mau ketemu sama lo?"
Arya mengangguk mantap sambil memamerkan senyuman lebarnya pada Satya.
"Kita udah baikkan kemarin. Jadi, sekarang Karin pasti udah mau ketemu gue lagi," jawab Arya bangga.
Satya memutar kedua bola matanya malas.
"Gimana caranya lo dapet maafnya Karin?"
"Ada deh," sahut Arya sok misterius.
"Lo restuin gue, kan?"
Satya mendengus mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Arya.
"Lo gak usah kepdan dulu nanya restu gue. Karinnya mau gak sama lo? Itu dulu deh yang lo pastiin abis itu baru lo nanya gue restuin lo atau gak," ujar Satya kembali memakan sarapannya.
Semangkuk sereal cokelat milik Karin. Ya, berhubung Satya lapar dan yang ada hanya sereal Karin, maka cowok itu memakannya.
Arya mendekati Satya, berdiri tepat dibelakang sahabatnya itu, lalu mendekatkan mulutnya pada telinga Satya.
"Karin pasti mau sama gue karna dia dari dulu udah cinta sama gue dan... gue ganteng," bisik Arya pelan pada telinga Satya.
"Arya sialan!" teriak Satya dan langsung memajukkan tubuhnya lebih rapat pada meja.
Berusaha membuat jarak antara dia dan Arya. Ada yang salah dengan kepala sahabatnya itu.
"Jangan deket-deket gue!" ancam Satya.
"Gue geli tau gak!" lanjut cowok itu.
Arya tertawa santai, lalu duduk dikursi yang berhadapan dengan Satya. Cowok itu menatap Satya lurus.
"Apa lagi sih? Lo jangan kayak gini deh, Ar. Ngeri. Gue berasa kayak lagi digodain," ujar Satya dengan wajah yang sudah mengerut jijik.
"Jangan mikir kayak gitu, ntar lo malah suka sama gue".
"Ya, gak, lah Setan!"
"Gue cintanya sama adek lo, bukan lo Satya. Jadi, santai aja," ujar Arya.
Satya berdecak kesal.
"Pokoknya lo jangan deket-deket sama gue lagi. Gue gak mau...."
"BANGSAAAAAAAT".
Perkataan Satya terhenti begitu saja ketika Karin tiba-tiba muncul diruang makan dengan wajah yang sudah merengut sempurna.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kau Anggap Aku Apa (Completed)
Novela Juvenil"Jadi, Bang Arya bohongin Karin?" "Enggak gitu, Yin...." "Abang selama ini pacaran sama Karin karena disuruh sama bang Satya!" "Yin, dengar penjelasan aku du...." "Karin benci sama Abang. Jangan temui Karin lagi. Kita cukup sampai disini," tuntas Ka...
