(5) Diana Menyebalkan!

20K 1.6K 19
                                        

Karin mengucek kedua matanya. Ia baru saja bangun dari tidur nyenyak. Mata hitamnya bergerak kearah dinding dimana jam hello kity bertanggar.

"Jam setengah sepuluh, hoam," gumam Karin serak sambil menyebutkan waktu sekarang.

Kaki jenjangnya turun dari ranjang dan berjalan keluar kamar.

"Terus Din, lo ikut siapa?"

"Sama lo aja, deh Ar."

Karin mengerut kening. Dia kenal dengan suara tersebut. Suara itu adalah suara dua sahabat abangnya.

Cewek itupun mendekati tangga, kepalanya ia condongkan dan menunduk melihat kebawah. Terlihat Arya, Diana, dan abangnya tengah berkumpul.

"Mau kemana?" tanya Karin. Suaranya masih terdengar serak.

Mereka bertiga serentak mengadah keatas.

Arya langsung menyunggingkan senyum lebarnya, Diana menunjukkan muka malas, dan Satya yang menghela napas.

"Ikut," ujar cewek itu lagi.

"Tidur lagi, gih," saran Diana sambil tersenyum miring.

Cewek itu memang kurang suka dengan Karin karena Karin selalu saja mengganggu mereka bertiga kalau mau bersama. Terlebih, Karin selalu menempel pada Arya, yang notabenenya adalah sahabat karibnya.

Karin tanpa mengindahkan saran cewek itu menuruni anak tangga. Dengan piyama barbie yang masih ia kenakan, ia mengamit lengan Arya asal.

"Yuk," ajaknya.

Diana lantas mendengkus kesal dan Satya memutar kedua bola matanya malas.

"Dirumah aja, dek," ujar Satya berusaha membujuk. Alasannya tak lain karena dia malas jika Diana dan Karin ujung-ujungnya akan bertengkar nanti.

"Iya, Yin, dirumah aja, ya? Lagian besok lo mesti sekolah, kan. Ini udah jam sepuluh, loh, mending Ayin tidur." Arya ikut mengangkat suara melihat gelagat Diana yang sudah siap menerkam adik kesangannya itu.

Karin menggeleng.

"Ikut!" tegas cewek itu keras kepala.

Satya menghela napas. Bingung harus bertindak apa.

"Yaudah, gue gak jadi ikut, deh!"

"Eh, jangan gitu," Satya lantas meraih pergelangan Diana yang sudah mau pergi meninggalkan mereka.

Karin kembali menguap. Cewek itu berdecak.

"Biarin aja, sih, nenek lampir pulang."

Plak

"Aw, ih Abang!" ringis Karin kesakitan karena Satya mengetok jidatnya.

"Tidur sana!"

Karin memajukan bibir bawahnya. Kondisi baru bangun tidur membuat suasana hatinya kelam ditambah lagi abang sialannya itu yang terus saja melarangnya ikut bersama Arya, abang kecintaannya.

Agak kasar cewek itu melepas tangan Arya yang sedari tadi ia amit. Lalu melihat kearah abangnya tajam.

"Iya," tandas cewek itu datar dan pergi meninggalkan mereka bertiga masuk kekamar.

Kuat-kuat Karin menutup pintu kamarnya, sengaja supaya suara bantingan itu terdengar oleh abangnya.

Namun, setengah menit kemudian Karin mendapati siluet mobil abangnya pergi melalui jendela kamar yang belum tertutup.

Karin menghela napas, kecewa. Dia kira abangnya akan datang menghampiri dan mengajak dia jalan ikut mereka bertiga. Ya, harapan hanya harapan memang.

Kau Anggap Aku Apa (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang