(25) Menerima Kepedihan

41.5K 2.5K 100
                                        

Merasa bersalah pada seseorang yang sangat kau cintai itu seperti dikurung dalam ruang gelap sendirian tanpa tahu akan sampai kapan.

***...***...***

Satya baru saja keluar dari gedung fakultasnya. Matanya menatap pada langit yang sudah menuruni air hujan dengan cukup lebat.

Satya meraih ponselnya di kantong celana. Tiba-tiba saja dia mengingat Karin. Apa adiknya itu sudah pulang atau belum.

Namun, belum sempat mengetik nama Karin di ponselnya, Arya sudah menelpon lebih dulu.

Satya menggeser tombol hijau dilayar mengangkat telepon tersebut.

"Satya... Satya...."

Satya menautkan alisnya bingung. Kenapa suara Arya seperti orang yang ketakutan.

"Ada apa Ar?"

"Ayin, Ya... Ayin..."

"Kenapa sama Karin?"

Tubuh Satya menegang ketika mendengar nama adiknya disebut. Kepalanya mulai memunculkan berbagai spekulasi negatif. Apa Karin kecelakaan? Diculik orang? Dirumah sakit?

"Ayin udah tau semuanya. Dia gak sengaja dengar...."

"APA?"

"Maafin gue, Ya. Gue gak tau kalau Karin datang kerumah gue dan gak sengaja dengar pembicaraan gue sama Diana. Terus tadi dia datang sambil nangis-nangis. Gue takut ada apa-apa".

Perasaan Satya campur aduk mendengar omongan Arya.

"Sekarang Karin dimana?"

"Gue gak tau. Tadi... tadi... dia pergi gitu aja dari rumah gue".

"Bangsat".

Satya memutuskan sepihak telepon dari Arya. Kakinya berlari kearah mobil dan segera mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sementara mengemudi Satya berusaha menghubungi Karin, tapi ponsel adiknya itu mati.

"Sialan!" maki Satya.

Satya benar-benar ketakutan sekarang. Apa yang harus dia lakukan? Apa yang harus dia katakan pada Karin nanti? Dan terlebih dimana keberadaan adiknya itu.

Membayangkan Karin menangis sendirian setelah mengetahui kenyataan bahwa Arya hanya pura-pura menjalin hubungan dengannya membuat hati Satya terpilin.

Demi Tuhan Karin adalah adik satu-satunya. Adik yang harusnya dia jaga dan lindungi. Adik yang harusnya dia buat bahagia. Tapi apa yang dia perbuat sekarang? Cowok itu malah menyakiti Karin dengan ide gilanya.

Satya masih terus mengumpat. Matanya memerah akibat rasa bersalah yang menjalar semakin besar didalam dirinya. Ketakutan memenuhi segala sisi dari diri Satya. Cowok itu takut Karin kenapa-kenapa juga takut Karin membenci dan meninggalkannya.

Mata cowok itu bergerak kesana kemari mana tahu menemui Karin dijalan.

Hingga tanpa sengaja Satya melihat seorang siswi tengah berjalan sendirian dibawah guyuran hujan. Menunduk dengan tangan memeluk tubuhnya.

Satya kenal cewek itu. Itu pasti Karin.

Satya langsung menepikan mobilnya. Dia berjalan keluar hendak mengejar Karin.

Lalu, jantung cowok itu hampir berhenti berdetak ketika melihat Karin menyebrang asal seakan ingin membunuh dirinya sendiri.

Satya langsung berlari kencang dan meraih tangan Karin. Menarik cewek itu sekuat tenaga kepinggir jalan, lalu memeluk Karin erat-erat.

Jantung Satya berdetak kencang. Hampir saja dia kehilangan Karin. Hampir saja dia kehilangan satu-satunya anggota keluarga yang masih hadir dalam hidupnya.

Kau Anggap Aku Apa (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang