Kalau bisa memutar waktu aku bakal milih untuk tidak melakukan pacaran pura-pura itu karena perasaanku ternyata tidak pura-pura.
***...***...***
1. Memberi bunga
Arya sudah menunggu didepan gerbang sekolah Karin. Cowok itu menggunakan motor besarnya seperti biasa karena memang Arya lebih suka mengendarai motor ketimbang mobil.
Arya melambai pada Karin yang baru keluar dari gedung sekolah bersama Elsa dan Steven. Cewek itu tampak terkejut dengan Arya yang ada didepan sekolahnya.
Hingga akhirnya ketiga anak SMA itu sampai didepan Arya.
"Bang Arya ngapain disini?" tanya Karin dengan alisnya yang bertaut.
"Jemput Ayin," jawab Arya.
"Ini buat kamu," lanjut Arya sambil menyerahkan setangkai bunga mawar merah dan satu batang cokelat almond.
"Kok?"
"Udah, terima aja," ujar Steven.
Karin menghela napas, lalu menerima bunga dan cokelat tersebut. Sedangkan Arya, cowok itu sudah tersenyum lebar karena pemberiannya diterima oleh Karin.
"Eh, angkotnya udah ada. Gue duluan, ya," ujar Elsa ketika melihat angkot yang biasa ia gunakan sudah berhenti diseberang jalan.
Steven meraih lengan Elsa menahan cewek itu untuk melangkah.
"Lo ikut gue aja," ujar Steven.
Elsa menggeleng.
"Enggak, gue gak mau ngerepotin," balas cewek itu.
"Selama ini juga lo sering bareng gue, Sa. Gue gak pernah kerepotan," sahut Steven kali ini mukanya sudah menunjukkan kekesalan.
Karin yang melihat kedua sahabatnya bertengkar lantas ikut berbicara.
"Sa, ikut Steven aja. Lebih aman sekalian biar lo bisa nyimpan uang lo juga," ujar Karin mencoba membantu Steven.
Cewek itu masih ingat dengan perbincangannya dengan Steven tempo hari. Dan Karin sudah mengatakan dia akan membantu Steven untuk berbaikan dengan Elsa.
Elsa mendengus kesal. Lalu menatap Steven dengan tatapan tajam.
Steven tidak mengindahkan kemarahan dibalik wajah Elsa. Cowok itu langsung menggandeng tangan Elsa dan menarik cewek itu secara paksa.
"Gue sama Elsa duluan ya, Rin, Kak Arya," pamit Steven sambil menyeret Elsa menuju mobilnya.
Karin melambai pada keduanya dan mengepalkan tangan pada Steven. Mengode cowok itu jangan sampai menyakiti Elsa lagi. Kalau tidak Karin akan mematikan cowok itu detik itu juga.
"Yaudah, yuk pulang," ajak Arya kembali mengambil perhatian Karin.
Cowok itu menyerahkan helm Karin dan menyalakan motornya. Lalu, Karin langsung mengenakan helm tersebut dan naik kemotor. Keduanya kemudian meninggalkan sekolah.
"Bang Arya kok jemput Karin?" tanya Karin dari belakang.
Pasalnya cewek itu kan tidak meminta. Hari ini juga Bang Satya seingat Karin tidak ada kelas siang jadi harusnya abangnya itu yang menjemputnya seperti biasa.
"Gak papa, pengen aja," jawab Arya.
Karin merasa aneh dengan jawaban Arya, tapi cewek itu memilih untuk memendam saja kebingungannya. Sedangkan Arya yang berada didepan terkekeh pelan melihat ekspresi Karin dari spion motor yang seperti berpikir keras pada sesuatu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kau Anggap Aku Apa (Completed)
Teen Fiction"Jadi, Bang Arya bohongin Karin?" "Enggak gitu, Yin...." "Abang selama ini pacaran sama Karin karena disuruh sama bang Satya!" "Yin, dengar penjelasan aku du...." "Karin benci sama Abang. Jangan temui Karin lagi. Kita cukup sampai disini," tuntas Ka...
