(7) Ayin Cintanya Sama Abang

19.7K 1.5K 9
                                        

"Jangan cuma karena kamu pengen, kamu jadi nyusahin orang lain"

...

Arya menaikkan alis hitamnya tinggi-tinggi, menatap lurus kedua sejoli didepannya. Dalam hati Arya senang sekali mendapati adik kesayangannya itu sudah bisa bersama cowok lain. Secara tidak langsung, Karin berarti sudah berhasil tidak cinta lagi dengannya, bukan?

Sedangkan Karin, cewek itu tampak kaget sekaligus gugup disaat bersamaan. Dia terlihat tidak nyaman dengan keberadaan Arya yang tiba-tiba. Dirinya tampak seperti kekasih yang baru saja ketahuan selingkuh.

"E... enggak Bang Aya. Ini tu...."

"Gapapa kali, Yin. Abang seneng kok," sahut Arya sambil menyengir lebar.

"Gue sama Karin gak pacaran."

Steven ikut bicara. Cowok itu kurang suka saja melihat ekspresi Karin yang keblingsatan.

"Masa?"

Karin dan Steven mengangguk bersamaan membenarkan.

Arya mengusap dagunya yang ditumbuhi bulu-bulu tipis sambil tersenyum miring.

"Gak percaya, tuh."

"Ayin kan cintanya sama Bang Aya," ujar Karin dengan suara dibikin imut.

Arya terkekeh pelan. Ada sedikit kekecewaan tersirat dibalik senyum yang masih terpoles indah diwajah tampannya.

Karin tidak menyadari itu, tetapi Steven paham benar ada yang salah dengan cowok didepannya.

"Masih cinta abang, ya?"

Karin mengangguk bersemangat membuat kuciran rambutnya ikut naik turun.

"Abang kenapa ada disini? Bukannya tadi pagi gak mau ikutan jogging."

"Itu, Abang niatnya nyusulin kamu. Takut kamu digodain om-om. Kamu kan mangsa empuk."

"Ada lagi," sahut Karin memutar kedua bola matanya.

"Terus abang liat kamu lagi duduk disini, abang samperin, deh," lanjut Arya bercerita.

Elsa yang baru keluar dari wc menatap heran keberadaan cowok yang entah sejak kapan sudah duduk bersama dengan dua temannya.

"Siapa?" tanya Elsa lewat gerakan mulut pada Karin.

"Calon pacar gue," sahut Karin.

Arya menoleh kebelakang, mendapati cewek yang tingginya kurang lebih dengan Karin. Cewek itu lantas melempar senyum dan duduk disamping Arya.

"Elsa".

"Arya," sahut Arya ikut tersenyum.

"Temen Ayin, ya?"

"Ayin?"

"Iya, itu panggilan sayang Bang Aya buat gue," ujar Karin dengan rasa bangga.

Arya terkekeh.

"Iya, gue temannya Karin," jawab Elsa.

"Abang baru tau kamu punya temen lagi," ujar Arya menatap Karin.

"Iya, emang gak boleh?"

"Ya, gak papa, sih. Cuma kan terakhir kali kamu meluk Abang nangis-nangis curhatannya gak mau punya temen lagi."

Karin memelototkan matanya merasa kesal dengan kebenaran yang terucap dari mulut Arya.

"Gak usah dibahas Abang".

"Iya, deh. Iya."

"Kakak gak mau pesan makanan atau minuman gitu?" tanya Elsa pada Arya.

"Eh, enggak, sebelum kesini udah sarapan kok".

Kau Anggap Aku Apa (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang