Semoga selalu bersama dan menua berdua. Amin.
***...***...***
Arya baru pulang dari kampus setelah pukul 6 sore. Hari ini memang kelasnya ada dari pagi sampai sore karena salah satu dosennya mengganti kelas dihari ini.
Cowok itu berjalan masuk kerumahnya sambil memainkan ponsel pipih biru ditangan. Mengecek apa Karin sudah membalas pesannya atau belum.
Dan ternyata belum ada pesan masuk satu pun dari Karin membuat hati Arya gusar. Karena dari pagi cowok itu sudah mengirim pesan pada Karin berencana mengajak cewek itu makan malam mengingat ini hari ulang tahunnya.
"Hai Arya," sapa mama Arya yang berada didepan rumah.
"Mama? Kenapa diluar? Mama mau jalan?"
"Enggak, nunggu kamu pulang aja".
"Ooh...."
Arya tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia menyalami mamanya dan berjalan masuk kedalam rumah bersama-sama.
"Kamu udah 20 sekarang".
"Iyaa... udah bukan anak kecil lagi, kan?"
Mama Arya terkekeh mendengar pertanyaan Arya yang baginya lucu.
"Sampai kapan pun kamu itu tetep anak bayi buat Mama," jawab wanita setengah baya itu.
"Papa masih kerja?"
"Iya, sebentar pulang. Kita mau makan bareng".
Arya tampak berpikir mendengar pernyataan mamanya barusan. Padahal dia berencana mengajak Karin dinner. Apa dia batalkan saja? Lalu diundur besok? Lagipula Karin belum membalas pesannya.
Mama Arya mengelus pundak Arya yang jauh lebih tinggi dari wanita itu. Memandang anaknya dengan tatapan penuh cinta.
"Kamu masuk kamar dulu, deh. Ganti baju," ujar mama Arya.
Dan mendapat anggukan dari anak semata wayangnya itu. Arya lantas menaiki tangga karena kamarnya berada dilantai dua.
Lagi-lagi Arya memandang layar ponselnya masih menunggu balasan dari Karin yang tak kunjung nampak.
Cowok itu lalu memegang gagang pintu kamarya dan mengerut kening saat mengetahui kamarnya tidak terkunci. Padahal seingat cowok itu dia sudah menguncinya tadi pagi.
Ketika cowok itu mendorong pintu kamarnya yang pertama kali Arya dapat adalah kamarnya gelap gulita, lalu cowok itu menekan sakral yang berada didekat pintu.
"SURPRISE!!!" teriakkan Karin menggema.
Arya termundur selangkah karena terkejut, lalu setelahnya hanya bisa terdiam melihat keberadaan Karin yang berdiri disamping ranjangnya dengan kue ulang tahun cokelat ditangan.
Dinding diatas kepala ranjangnya juga terdapat balon-balon biru bertuliskan happy birthday dan angka 20 dibawahnya. Serta foto-foto polaroid yang sudah tergantung.
Karin berjalan mendekat pada Arya menyodorkan kue ulang tahun itu pada Arya.
"Tiup lilinya dulu," ujar Karin dengan senyuman diwajahnya.
Lalu Arya menutup matanya, menaikkan syukur dan sebuah harapan.
Semoga selalu bersama dan menua berdua. Amin.
Arya membuka matanya dan meniup lilin kecil diatas kue tersebut. Hingga lima lilin tersebut mati dan sedikit mengeluarkan asap.
"Happy birthday Bang Aya. Selamat sudah kepala dua. Semoga makin baik lagi. Berbakti pada orang tua dan bermanfaat bagi banyak orang," ujar Karin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kau Anggap Aku Apa (Completed)
Teen Fiction"Jadi, Bang Arya bohongin Karin?" "Enggak gitu, Yin...." "Abang selama ini pacaran sama Karin karena disuruh sama bang Satya!" "Yin, dengar penjelasan aku du...." "Karin benci sama Abang. Jangan temui Karin lagi. Kita cukup sampai disini," tuntas Ka...
