(12) Settingan?

22.1K 1.4K 61
                                        

Memberi kebahagiaan palsu hanya menunda dan menumpuk rasa sakit dikemudian hari.

♡~♡~♡

"Bang Aya mau yaaa..." ujar Karin memelas sambil mengedip-ngedipkan matanya berharap Arya segera mengatakan iya.

"Tapi Abang ada tugas, Yin," ujar Arya lembut berusaha tidak membuat Karin mengamuk.

"Bang Aya dari kemarin gak ada hubungin Karin! Hari ini Karin ajak makan gak bisa! Kok Abang gitu banget, sih." Karin memajukan bibirnya kesal.

Arya yang melihat tingkah Karin malah gemas. Cowok itu mengacak rambut Karin pelan.

"Abang kan mesti ngerjain tugas, gak bisa ditinggal ini," ujar Arya mencoba menjelaskan baik-baik.

Karin menghela napas. "Sebentar aja Bang Aya, Karin cuma mau nunjukkin ke Tipen kalau Abang beneran pacar Karin."

Arya menautkan alisnya mendengar perkataan Karin. Cowok itu tidak kenal siapa Tipen, dan juga dia bingung kenapa Karin ingin menunjukkan kepada orang itu mengenai hubungan mereka.

"Tipen?"

"Iya, Tipen, temen Karin waktu itu, yang tingginya hampir sama kayak Bang Aya. Itu yang pernah Abang kira pacarnya Karin," jelas Karin.

Arya mengangguk paham.

"Emangnya temen kamu itu gak percaya kita pacaran?"

Karin menggeleng keras-keras.

"Ngeselin, kan, emang kenapa kalau Karin pacaran sama Bang Aya seakan-akan mustahil buat Tipen. Dia pikir Bang Aya gak bisa kali jatuh cinta sama Karin," ujar Karin.

Arya cukup terkejut mendengar kalimat terakhir yang keluar dari mulut Karin. Wajah Karin yang kesal dan tatapannya yang seakan menunjukkan keyakinan terhadap ucapannya membuat nyali Arya menciut. Bagaimana kalau adik kesayangannya itu tahu kalau memang dia tidak mencintai cewek itu?

Karin kembali menghela napas, kedua bola matanya menatap Arya lurus-lurus. Melihat abang yang dicintainya itu terdiam dengan pandangan yang sulit diartikan membuat Karin merasa harus mengalah.

"Yaudah, gak papa, Bang Aya urus tugasnya aja." Karin berusaha ikhlas, walaupun dalam hati dia masih kesal sekali.

"Emang mau makan dimana?"

"Uncle Dee, tapi gapapa Bang Aya, kerjain tugasnya aja. Karin biar makan bertiga aja sama mereka," ujar Karin.

"Yaudah, Abang temenin."

"Serius?" tanya Karin memastikan dengan kedua bola matanya yang sudah berninar-binar senang.

Arya mengangguk sambil tersenyum. Tangannya mengacak lembut kepala Karin.

"Kalau gitu abang kekampus dulu, ada kelas," pamit Arya pada Karin.

Karin lantas mengangguk. "Oke, hati-hati," ujar Karin sambil melambai pada Arya yang sudah kembali masuk kedalam mobil dan perlahan meninggalkannya.

♡~♡~♡

"Lo pacaran sama Karin, Ar?"

Arya menganggukkan kepalanya tanpa mengatakan apa-apa pada Diana. Cowok itu bingung setengah mati harus merespon seperti apa pertanyaan cewek yang sebenarnya selama ini dia sukai.

Diana mengerutkan keningnya, matanya menarawang keluar kaca mobil. Isi kepalanya di penuhi berbagai pertanyaan.

"Kok bisa?"

"Ya, bisa".

"Ya, karena apa?"

"Ya, karena bisa".

Kau Anggap Aku Apa (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang