Makasih yang udah mau baca.
Jangan meminta konflik yang berat,karena aku hanya bisa membuat konflik yang ringan untuk cerita ini.
Kalo ada typo ya maapin ye.
___
Illyana menaburkan bunga dari keranjang nya diatas pusara makan seseorang.
Seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya.
Kematian memisahkan mereka.
Biarpun Illyana tau,jika yang bernyawa pasti akan kembali pada NYA.
Tapi ia merasa marah pada Tuhan,kenapa Tuhan mengambil nyawa seseorang yang berarti dalam hidupnya.
Ya Tuhan.
Rasa kebahagiaan nya seakan berhenti saat itu juga.
Sesekali tangan nya mengusap nisan yang bertulisan nama seseorang.
"Ly...."
Gadis dengan mata sembab itu menoleh.
"Kenapa di sini?" tanya gadis itu.
"Aku takut kamu kenapa-kenapa" orang itu sudah berdiri di belakang gadis itu lalu merangkul pundaknya "ayo pulang,sebentar lagi mau hujan. udah mendung banget"
"Tapi masih pengen di sini" ujarnya sambil terisak.
Bukan memanfaatkan kesempatan dalam kesedihan. Hanya saja,ini yang bisa orang itu lakukan.memeluk gadis yang tiba-tiba rapuh itu.
"Mereka sudah tenang di sana.kamu doa kan saja mereka.kalo kamu sedih,mereka juga pasti sedih" Illyana mengangguk "pulang ya?" dan lagi hanya mengangguk.
Illyana menoleh sebentar.memandang batu nisa yang bertulisan nama kedua orang tuanya.
Tangga dan bulan ini adalah hari kematian mereka.
Dan setiap hari kematian kedua orang tuanya,Illyana selalu datang ke pusara makan orang tuanya yang di makam dalam satu liang lahat.
"Mas,perut kamu gimana?"
"Masih kuat kok buat gendong kamu.berarti aku udah sembuh" dua hari yang lalu ia di perbolehkan pulang oleh dokter yang merawatnya.
Untunglah tusukan itu tak terlalu dalam,meski pun tetep dijahit dan opname beberapa hari.
Saat tiba di apartemen,Illyana masih bergelayut manja pada lelaki itu.toh dia juga tak mempermasalah kan kemanjaan gadis itu.
"Mas"
"Heem"
"Perut kamu suka nut-nut ya?"
Lelaki itu menatap bola mata bening Illyana dengan inten "sudah engga.pas baru di jahit sih iya,ada rasa kaya gitu"
"Berarti mama Illy dulu gitu ya.ngerasa nut-nut.kan Illy lahir cecar kata nya.jadi takut hamil iiih"
"Berarti kalo kita nikah nanti,kamu gak mau punya anak sama aku?"
"Ya mau.tapi katanya kan sakit kalo lagi lahiran"
Bahtiyar mengusap kepala gadis yang sedang tiduran dengan bantalan paha milihnya "itukan sudah menjadi kodratnya seorang wanita Ly.kamu jadi ngerasaain nanti,jadi rasanya kaya apa? Gimana rasanya hamil,ngelahirin,menyusui dan merawatnya sampai ia besar.gak semua wanita di dunia ini di beri anugrah seindah itu Ly.maka dari itu,kalo kamu hamil nanti itu adalah anugrah yang terindah dalam hidup kamu juga aku" katanya sambil menarik hidung Illyana.
"Iya ya.emang mas mau juga punya anak"
"Ya mau lah.masa engga mau"
"Apa lagi kalo anaknya dari aku ya mas? Pasti cantik juga gemesin"
"Hahah..emang kamu gak masalah nikah muda?" tanya nya.
"Engga.kalo udah ketemu sama jodoh nya ngapain di tolok.apa lagi kalo orang nya kaya mas,duit nya tebel,kaya bank berjalan gitu"
Bahtiyar terbahak.dia suka kejujuran gadis itu.dari pada yang diam-diam tapi menghanyutkan. Toh Bahtiyar juga tau sendiri,jika Illyana bukan gadis yang matre.paling Illyana cuma ujung-ujung nya makanan.
Kartu Atm yang ia kasihkan saja saldonya hanya berkurang berapa.padahal dia rutin transfer tiap bulan,buat jajan dia.tapi ya sudah lah,doa kan saja gadis petakilan itu akan menjadi ibu dari anak-anaknya.siapa tau setelah punya anak,petakilan nya sembuh.
"Kamu tau Ly.dulu aku sebal banget sama kamu yang sok kenal dan sok peduli banget sama aku. Tapi sekarang aku cinta banget sama kamu"
"Mas gak bohong kan"
"Emang ada tampang kebohongan nya ya diwajah aku?"
Illyana menggeleng "engga.yang ada hanya wajah penuh cinta" ujarnya sambil tertawa.
"Bulan depan kita nikah ya" ajak lelaki itu.
Illyana langsung duduk menghadapnya "mas ngajakin anak orang nikah kaya orang lagi beli baju, gampang banget"
Bahtiyar terkekeh "yakan emang gampang,sayang" balasnya sambil mengusap rambut gadis itu yang sedikit berantakan "umur aku yang segini seharusnya udah gak kenal pacaran.udah pantes untuk nikah dan aku salah satu pria yang sangat berkomitmen dalam menjalani suatu hubungan.kamu percaya Ly,aku tidak main-main sama ucapan ku dan minggu depan aku dan kedua orang tua aku akan datang ke rumah om kamu buat ngelamar kamu"
Lelaki itu langsung mendekap Illyana saat gadis itu mulai terisak "kalo saja mama sama papa masih ada,pasti mereka senang karena anak nya di lamar dan akan menikah"
"Mereka senang,pasti senang di alam sana melihat anaknya ini sudah tumbuh menjadi gadis yang kuat, yang tanggung dan anak gadis nya ini akan menikah pula"
"Kalo om tidak meres...."
"Sssttt..aku sudah bicara pada om kamu.hanya saja kan waktu itu aku hanya sendiri.Dan sebagai bukti keseriusan ku,aku akan datang bersama kedua orang tua ku.itu syarat yang om kamu berikan"
Illyana mendongak dengan mata sembab nya tatapan mereka bertemu.Bahtiyar membantu mengusap bekas air mata di pipi mulusnya "emang papa kamu udah setuju mas"
"Awalnya papa kurang yakin Ly sama keputusan aku. Karena umur kita yang terlalu jauh.karena selama ini aku dekat wanita kan kalo tidak sepantaran ya lebih tua dari aku.makanya papa sempat ragu.tapi aku terus meyakinkan papa Ly. Kamu tidak usah khawatir lagi soal itu" tutrnya sambil mendekap erat gadis itu.seakan mengisyaratkan tak mau kehilangan nya.
Beberapa hari yang lalu,sebelum kejadian penusukan,Bahtiyar juga mendatangi makam Renata.hatinya masih ada untuk perempuan itu,meski pun tak sehebat dulu.biar bagaimana pun dia adalah masa lalu nya.Dan hatinya akan bergetar hebat jika dia teringat akan gadis yang sudah menguasai separuh lebih hatinya.
ILLYANA.
Gadis yang sudah merubah pendirian nya.dulu Bahtiyar tak mau terikat sama gadis di bawahnya. Bagi dia yang seumuran atau lebih tua darinya saja suka maja dan bikin pusing.apa lagi sama gadis yang umurnya terlalu jauh di bawahnya.
"Mas"
"Ya"
"Mas tau gak,kalo sholat Illy itu selalu berdoa kaya gini 'ya Allah,kalo mas bukan jodoh Illy ya jodohkan lah ya Allah' gitu"
Lelaki itu terbahak.itu seperti bukan doa,tapi paksakan.
"Tidur saja kamu,pasti cape.diluar juga hujan deras"
"Tapi temenin ya"
"Baik tuan putri"
Tbc"
KAMU SEDANG MEMBACA
ILLYANA
ParanormalBahtiyar sangat terpuruk saat sang kekasih meninggal karena kecelakaan. Sang mama,Amy yang melihat kondisi anaknya pun tak tega dan merasa sedih. Idenya untuk mendatangkan anak dari teman lamanya itu agar anaknya bisa terhibur akan kehadiran Illyana...
