"Aku menyukaimu sejak awal." Amel menyodorkan sekuntum mawar merah tanpa duri pada Rovan. "Aku harap kamu mau menerimanya diantara semua hadiah valentine yang kamu dapat dari orang lain." ucap Amel sambil tersenyum canggung.
Rovan mengulurkan tangan...
" Mel gue pulang dulu ya " kata Dira sambil berlalu dan menuju jemputannya.
" Hai Mel " kata Rovan yang sudah berada disamping Amel dengan memakai hoodie hitam dan tas yang disampirkan di bahu kanannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Hai Van " kata Amel. " Yuk " ajak Rovan sambil berjalan disebelahnya.
" Kenapa Van? Ada masalah? " Tanya Amel.
" Nggak. Cuma mau ngajak lo jalan jalan. Pikiran gue lagi kacau " kata Rovan.
" Oh yaudah. Beli es krim yuk " ajak Amel. Rovan menganggukkan kepalanya dan menyuruh Amel agar segera menaiki motornya. Rovan menyadari kalau rok Amel saat menaiki motornya akan terlihat lebih pendek.
" Bentar Mel. Jangan naik dulu " kata Rovan sambil melepaskan jampernya dan memberikannya ke Amel.
" Ma.. makasih Van " kata Amel menunduk malu.
" Masama " kata Rovan mengenakan Helmnya dan melajukan motornya setelah Amel naik.
Amel mengajaknya membeli es krim di sebuah taman.
" Enak kan? " Tanya Amel.
" Lumayan. Soalnya makannya bareng lo nggak sendirian " jawab Rovan yang membuat Amel menunduk malu.
" Oh iya. Lo mau kan jawab jujur dari pertanyaan gue " tanya Rovan.
" I.. iya tanya aja " kata Amel sedikit gugup.
" Napa lo gugup? Gue gak tanya macam macam kok " kata Rovan.
" Lo.. punya mantan yang namanya David? " Tanya Rovan dan membuat Amel berdiri kaku.