Do you love me?
Elias menjauhkan tubuhnya dari Sheinna. Dia cukup terkejut dengan pertanyaan yang keluar dari mulut Sheinna. Love?
"Sheinna, aku fikir kamu sudah terlalu jauh." Elias menyugar rambutnya, sedangkan Sheinna masih menatap Elias, mengamatinya.
"Aku memang suka sama kamu, tapi--"
"Aku tau, kamu gak perlu jelasin. Aku cuma mau mastiin apa yang aku rasain ke kamu dan apa yang sebenernya kamu rasain ke aku." Sheinna menghela nafasnya, lalu ia melangkah pergi dari sana.
"Wait Na," Elias menarik lengan Sheinna. "A-apa yang kamu rasain, maksud aku, apa kamu suka sama aku? Atau cin-ta?"
Sheinna tersenyum hambar sembari menggelengkan kepalanya "Gak dua-dua nya, aku fikir aku terlalu berfikir berlebihan dan setelah ciuman tadi, aku tau kalau semuanya terjadi karena aku terlalu terbawa suasana. Entahlah, kadang aku juga ciuman sama pria asing saat pergi party. Dan apa yang terjadi dengan kita, gak ada bedanya."
"Bullshit Na! Kamu fikir aku bodoh?" Bentak Elias, sembari memukul tembok.
"Iya!" Bentak Sheinna tak mau kalah. Ia melangkah mundur. "Kalau kamu pintar, semua ini gak bakalan terjadi."
"Kalau kamu gak terlalu over thinking dan mencoba egois, kita mungkin gak akan kaya gini!" Balas Elias.
"You are sick Elias!"
"You are naive Sheinna! Kita berdua sudah dewasa, apa salahnya kita menikmati apa yang sudah kita lakuin tanpa mengkhawatirkan yang lain?"
"Apa aku gak salah dengar? Siapa yang mengkhawatirkan siapa? Bukannya kamu yang gak mau ngerusak planning yang udah kamu buat jauh-jauh hari? Dan aku? Aku gak ngekhawatirin yang lain, yang aku khawatirkan adalah diri aku sendiri, aku gak mau ngambil resiko untuk disakiti lagi. Jadi Elias, aku saranin kamu buat pergi ke dokter dan periksa diri kamu sendiri. Aku yakin, kalau bukan hati kamu yang rusak, otak kamu yang rusak!" Sheinna berjalan pergi ke kamarnya meningnggalkan Elias, yang masih berdiri disana dengan perasaan marah. Marah pada dirinya sendiri.
Dan Sheinna, ia merasa marah karena kalimat bodoh yang Sheinna ucapkan kepada Elias membuatnya di rundung penyesalan.
Profesional? Sampai kapanpun itu tidak akan pernah bertahan lama diantara mereka. Dan Sheinna, ia tidak mau memberi kesempatan lagi untuk dirinya ataupun Elias.
🌹
Sheinna berjalan menuju kamar Jeremy, setelah beberapa saat menunggu Elias dan Vio keluar meninggalkan rumah.
"Jer." Sheinna mengetuk pintu kamar Jeremy lalu tanpa menunggu Sheinna langsung masuk ke dalam kamar.
Jeremy yang sedang berdiri dan berbicara di telfon, memberi isyarat kepada Sheinna untuk menunggunya. Kemudian Sheinna duduk di tepi tempat tidur Jeremy.
"Ada apa Na?" Jeremy berjalan mendekat, seraya menaruh ponselnya di atas tempat tidur.
"Bisa anterin gue ke hotel?"
Jeremy mengerutkan dahinya. "Wait, wait.. Hotel? Jam segini?"
Sheinna mengangguk. "Gue gak bisa seatap sama Elias. Demi apapun malam ini juga gue harus pergi." suaranya sedikit serak.
"Pergi? Lo mau pergi? Na, dengerin gue! Elias emang brengsek dan apapun itu, tapi lo udah deal buat gantiin model gue." Suara Jeremy terdengar frustasi.
"Iya gue tau, gue bakalan tetep jadi model lo tapi gue gak mau tinggal seatap sama dia. Please, anterin gue ke hotel, oke?"
"Oke, tapi kerjaan lo sama Elias gimana?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Kiss Me More!
Romance[Konten Dewasa] [Highest Rank #1 Adult on 21/5/19] [Highest Rank #1 Komedi on 14/7/19] [Highest Rank #1 Cinta on 24/10/19] [Highest Rank #2 Romantis on 26/10/19] Ps; kalau kalian suka baca cerita toxic relationship, cerita ini cocok buat kalian. Res...
