Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bab 34 : Ayo Pergi!

7.7K 385 49
                                        

"Aku minta maaf, becandanya udah kelewatan." Elias menoleh ke arah Sheinna yang menatap jauh ke luar jendela.

"Jangan ajak aku bicara dulu El." pintanya lesu.

"Aku gak jadi beli dress pengantin itu, aku jadinya beli dress yang item, terus 2 baju yang kamu pilih tadi. Terserah besok mau kamu pake yang mana."

"Eeel!!" Sheinna menoleh ke arah Elias, geram.

"Sheinna! Kita bukan remaja lagi, udah aku bilang kan kalau ada apa-apa itu bilang, jangan di pendem sendiri. Aku itu gak selamanya bisa baca fikiran kamu!" kini nada suara Elias lebih tinggi, dirinya cukup kesal dengan perilaku Sheinna.

"Aku kaya gini bukan berarti aku kaya anak remaja!" Sheinna tak kalah berteriak.

"Iya, kamu! Orang dewasa nyelesaian masalah dengan bicara, gak diem kaya gini terus marah-marah gak jelas." Elias menoleh sekilas ke arah Sheinna kemudian kembali fokus ke depan, menggenggam kemudi mobil kuat-kuat menahan emosinya.

"Iya aku tau, tapi bukan asal bicara kan? Kalau aku bicarain sekarang apa yang aku rasain tanpa aku fikir panjang, apa kamu siap dengernya?! Aku cuma butuh waktu Elias, ngerti gak sih!" Sheinna menggigit pipi dalamnya, mencoba menahan tangisannya. Jangan nangis! Jangan nangis!

Sheinna kembali menatap jendela, dan tak ada balasan dari Elias. Perjalanan menuju rumahpun hanya berakhir dengan kebisuan.

Setelah sampai di rumah, Sheinna langsung masuk ke dalam kamar, tanpa berkata satu katapun kepada Elias. Dan itu benar-benar membuat Elias jengkel.

Sheinna merebahkan tubuhnya di tempat tidur, menarik nafas mencoba menenangkan hati dan perasaannya.

Ponselnya berdering, dan saat Sheinna cek panggilan Video dari adiknya, Sean.

"Masih inget punya kakak?" tanya Sheinna kesal.

"Masih lah, makanya telfon." Sean tersenyum lebar.

"Ada apa?!"

"Yah, ngambek dia. I'm so sorry macan." Sean mencoba membujuk Sheinna.

"Aku lagi mumet Sean, kamu lagi dimana?" balasnya lesu.

"Mumet masalah kerjaan? Aku lagi di hotel, baru sampai."

"Yah kerjaan samaa.... Acara besok." Sheinna hampir saja kelepasan berkata mengenai masalahnya dengan Elias dan.... Jeje. Sheinna langsung duduk berdiri, ia teringat Jeje. Gimana kalo Sean ketemu Jeje? Sheinna memijit pelipisnya.

"Akhirnya kamu bisa ngerasain apa yang aku rasain, kerja itu gak enak kan? Mumet kan?" Sean menertawakan Sheinna.

Sheinna hanya bisa mengangguk. "Makanya mulai dari sekarang kamu harus bisa belajar tanggung jawab."

"Iya."

"Hmmm Na, kartu aku gak terlalu sering di pake kan?" Sean bertanya cemas.

Sheinna memutar matanya. " jadi kamu telfon aku cuma buat mastiin itu?" Sean langsung mengangguk.

"Jarang banget aku pake, kenapa? mau di ambil? Nih ambil!"

"Aku lagi butuh banyak uang buat ngembangin usaha." Sean menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Yaudah, bisa kamu ambil besok."

"Oh iya, ngomong-ngomong besok, aku ada kejutan buat kamu." Sean tersenyum senang.

"Kejutan? Apa?"

"Sheinnaa..." Elias mengetuk pintunya.

"Siapa itu?" tanya Sean.

Kiss Me More! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang