Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bab 28 : Pillowtalk

11.2K 409 31
                                        

"Sejak kapan kamu secantik ini?" Elias menatap Sheinna sambil mengusap lembut pipinya.

"Ash, Stop Elias!" Sheinna menyembunyikan wajah ke bantal. Ia tau wajahnya pasti merona.

Sheinna dan Elias, keduanya berbaring di atas tempat tidur saling berhadapan mengagumi wajah masing-masing.

"Kamu malu?" Elias tertawa.

"Apa sih El.." Sheinna memutar matanya.

"Kamu cantik, sungguh!" Elias semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Sheinna. Hidung mereka hampir bersentuhan.

"Aku tau, kamu orang ke sekian ribu yang bilang aku cantik." Sheinna tersenyum pongah sedangkan kini Elias yang memutar matanya. "Thank you." Ucap Sheinna.

"Jadi kita?" tanya Elias. Ia meraih pinggang Sheinna mendekat padanya.

"Kita?" Jawab Sheinna mengejek, dengan menaikan kedua alisnya seolah tidak mengerti.

"Menyebalkan!" Elias menciumi rahang Sheinna, menggodanya dan membuat Sheinna tertawa karena geli.

"Oke, kita...kita akan memulainya dari awal lagi." Ucap Sheinna setelah berhasil menjauhkan wajah Elias darinya.

"Dari awal lagi?" tanya Elias sedikit terkejut.

"Iya, kita mulai dari mencoba saling mengenal satu sama lain."

"Ah, maksud kamu seperti anak remaja yang sedang jatuh cinta, PDKT?" Ejek Elias dan Sheinna memukul lengan Elias.

"Kita bukan remaja lagi, cara seperti itu terlalu menghabiskan banyak waktu."

"Jadi, dari mana kita harus memulai?" tanya Sheinna.

"Dari sini." Elias menepuk ranjang dengan seringai nakal di wajahnya.

Sheinna menggelengkan kepalanya, namun ia malah memeluk erat Elias. Dan Elias membalasnya dengan serupa seraya mencium puncak kepala Sheinna.

"Gimana dengan saling menceritakan hubungan kita dengan mereka?" tawar Sheinna. Mereka disini ialah hubungan Elias dan Vio lalu Sheinna dan Jeje.

Elias melepas pelukannya, ia menatap wajah Sheinna. "Harus sekarang?" dan Sheinna mengangguk.

"Tapi aku rasa waktunya kurang tepat." Elias nampak gelisah, ia mengusap tengkuk lehernya.

"Aku mau sekarang, aku gak mau nunggu sampai besok." Sheinna menatap Elias penuh harap.

"Oke." kemudian Elias bangkit dari tempat tidur dan membuat Sheinna terkejut.

"Kamu mau kemana?" tanya Sheinna yang langsung bangun.

"Aku mau lepas pakaian, aku gak biasa tidur dengan pakaian lengkap." jawab Elias seraya melepas kancing kemejanya.

"Tidur?" tanya Sheinna terkejut.

"Ya, aku akan menceritakan semuanya di atas tempat tidur." Seringai di wajah Elias berhasil membuat bulu kuduk Sheinna meremang.

Sheinna memperhatikan setiap kancing kemeja Elias yang terbuka, satu persatu hingga nampak jelas badan bagian atas Elias yang polos tanpa penutup apapun. Perut kotak-kotak, dada bidang yang sedikit berbulu, otot bisep dan tatto.

"Suka sama apa yang kamu lihat?" tanya Elias, dan Sheinna langsung memalingkan wajahnya. Calmdown Sheinna.

Sheinna kemudian kembali berbaring dengan memunggungi Elias. Ia mencoba menenangkan jantungnya yang terus menggebu, seolah akan keluar dari tubuhnya.

Sheinna bisa merasakan tempat tidurnya bergerak, pertanda Elias telah naik ke atas tempat tidur dan berbaring di sampingnya. Tuhan tolong buat iblis ini cepat mengantuk, atau biarin gue pingsan. Apapun itu--

Kiss Me More! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang