Siapkan hati sampai bagian akhir 😣
Sheinna berjalan menyelinap keluar dari kamar Elias menuju kamarnya. Ia harus mengemasi barangnya lalu membawanya kembali ke kamar Elias sebelum ketahuan oleh Dean. Sheinna yakin Dean sedang mencarinya, dan siapa yang tahu kalau dia telah menyuruh orang untuk mengawasi gerak-geriknya.
Dengan menutupi wajahnya dengan rambut, Sheinna berjalan dengan sangat hati-hati dan saat ia sudah berada di depan kamarnya, ia dengan tergesa menggesek kartu dan saat pintu terbuka, Sheinna di kejutkan oleh tepukan tangan di bahunya.
"God!"
"Yes, god is woman!"
Sheinna membalikan tubuhnya dan ia langsung terkesiap saat mengetahui Odite ada di belakangnya.
"Lo disini?"
"Iya, gue disini." Jawab Odite sembari mendorong pintu kamar Sheinna dan masuk kedalam, di ikuti Sheinna di belakangnya.
"So, tell me.. " Odite duduk di atas tempat tidur seraya menatap serius ke arah Sheinna. "Lo dari mana?"
"Gue dari kamar Elias." gumam Sheinna.
"What? Gue gak salah denger?"
"Gue harus ngehindarin Dean, lo tau kan gimana marahnya dia kalau udah urusan sama Jeje?"
"Tau banget, tapi ngehindarin Dean sama aja cari mati, lo kaya nyiram bensin ke api."
Sheinna diam tidak menjawab, dia ngehindar dari Dean karena dia cukup lelah. Sheinna tau, Dean sangat peduli padanya, tapi Sheinna merasa terkekang dan tidak bisa berdiri atas keputusannya sendiri. Ayahnya, Sean, Dean dan sahabatnya yang lain terus ikut campur dalam urusannya dengan Jeje dan tidak sedikitpun memberi ruang padanya.
"Dan kenapa harus di tempat Elias?"
"Gue ketemu sama dia pas lagi pergi ninggalin Dean sama Jeje di cafe."
Odite terkejut, lalu ia meminta penjelasan lebih rinci.
"Coba lo certita dari awal serinci mungkin, gimana lo bisa ketemu sama Jeje, biar gua paham posisi lo kaya gimana.."
Kemudian Sheinna menjelaskan semuanya dari awal, di mulai dari kejadian ia dan Elias yang cekcok di lorong hotel, dan tiba-tiba saja Jeje ada disana.
"Elias gak waras." tanggapan Odite di angguki Sheinna.
"Lo nanya Jeje, kenapa dia bisa tau lo ada disana?"
Sheinna mengangguk. "Dan udah bukan rahasia lagi kalau dia bisa nemuin gue disana. Dia punya banyak cara." Jelas Sheinna.
"Dia selalu berada dua langkah di depan D, makanya Dean marah besar tadi pagi." balas Odite dengan raut iba.
"Gue tau Dit, tapi gue pengen beresin masalah gue sama dia tanpa campur tangan siapapun, termasuk Dean. Gue berterima kasih atas semua perhatian lo semua, tapi kali ini percaya gue sekali aja."
"Percaya?" Odite tertawa, "Selama ini kita selalu percaya sama lo, Sheinna, tapi masalahnya kita gak percaya Jeje."
Odite berdiri dari tempat tidurnya, lalu ia berdiri di hadapan Sheinna.
"Kita semua cuma khawatir, Jeje bukan orang biasa." Odite mengusap bahu Sheinna, "Lo layak bahagia dan gue yakin bahagia lo bukan di dia."
"Peramal?" tanya Sheinna sambil tersenyum.
"Terserah!" Odite memutar matanya.
Sheinna merebahkan tubuhnya di kasur, lalu ia mengingat tawaran dari Elias.
"Jadi, kenapa lo bisa ada disini juga?" tanya Sheinna.
"You think? Ngeliat Dean kaya kemasukan setan pagi-pagi pas tau Jeje disini, gue musti diem aja?" Odite memutar matanya, lagi. "Kalau aja mereka gak pada nginep di apartement kita, gue masih bobo cantik di kasur gue."
KAMU SEDANG MEMBACA
Kiss Me More!
Romance[Konten Dewasa] [Highest Rank #1 Adult on 21/5/19] [Highest Rank #1 Komedi on 14/7/19] [Highest Rank #1 Cinta on 24/10/19] [Highest Rank #2 Romantis on 26/10/19] Ps; kalau kalian suka baca cerita toxic relationship, cerita ini cocok buat kalian. Res...
