Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bab 30 : Cinta Pertama

10.9K 467 61
                                        

Sheinna dan Elias berjalan keluar hotel untuk mencari sarapan. Mereka sepakat lebih baik sarapan di luar hotel, untuk menghindari hal-hal yang diinginkan.

"Sebentar, ponsel aku ketinggalan." Sheinna kembali berjalan ke kamar Elias, namun pada saat itu Dean berjalan ke arahnya.

"Mampus." Sheinna menyumpahi dirinya sendiri, berdiri kikuk berhadapan dengan Dean.

"Aku baru aja dari kamar Elias mau jemput kamu." Ucapnya terdengar tenang, dengan senyum di wajahnya. Namun itu tidak bisa menutupi penampilan kacau Dean.

"D, kamu baik-baik aja?" Sheinna berjalan mendekat, memperhatikan penampilan Dean.

"I'm not oke, Na." Dean mengangkat sebelah alisnya. "Aku udah pesan tiket pesawat, nanti siang kita bisa pulang ke LA."

"Wait, what?" Sheinna mengernyitkan dahinya. "Aku gak pulang kemanapun, aku tetep stay disini!" Pekik Sheinna.

"No! Kamu tau, itu gak mungkin. Jeje ada disini dan kita harus pergi." Dean menarik tangan Sheinna, namun Sheinna langsung melepasnya.

"Aku gak mau kabur-kaburan buat ngehindarin Jeje!" Sheinna menyugar rambutnya, kini ia mulai kesal.

"Serius D, kenapa aku harus ngehindarin dia? Maksud aku, kenapa kita gak duduk bareng obrolin semuanya?"

"Gak bisa, itu bukan solusi." Dean menggelengkan kepalanya, ia terlihat cemas.

"Itu solusi! Aku butuh penjelasan lebih dari dia, dan kamu juga!" Sheinna melipat kedua tangannya di dada.

"Aku bisa jelasin semuanya saat perjalanan ke LA." Dean mengepal tangannya, ia tidak seperti biasanya. Dean terlihat kacau dan Sheinna mulai cemas.

"D, kamu semalem tidur dimana?" tanya Sheinna mengalihkan pembicaraan.

"Aku belum tidur." jawabnya datar.

"Semalam kamu minum-minum?"

"Sedikit."

Sheinna meraih tangan Dean, lalu membawanya masuk ke kamar Elias.

"Semalam kalian gak aneh-aneh kan?" tanya Dean begitu saja, membuat Sheinna terkejut.

"Itu bukan urusan kamu, D." jawab Sheinna sembari menariknya masuk ke kamar mandi.

"Jelas urusan aku, kamu tau itu." Sheinna tidak menjawab, ia malas berdebat.

"Cuci muka, terus sikat gigi." Sheinna mengambil sikat gigi baru dari dalam lemari dan menyerahkannya ke Dean.

"Aku mau telfon Odite, biar kita bisa sarapan bareng-bareng." Sheinna berjalan keluar dari kamar mandi, lalu mengambil ponselnya di atas meja dan menghubungi Odite.

Selesai memberi tau Odite, tanpa di duga Elias datang menyusul Sheinna ke kamarnya.

"Ponselnya ketemu?" tanya Elias yang membuat Sheinna terkejut.

"Oh, Iya kete-mu." Jawab Sheinna kikuk, sembari menunjukan ponsel miliknya ke arah Elias.

Pintu kamar mandi terbuka, membuat Elias menoleh ke arah Dean dengan wajah yang lebih segar berjalan keluar dari sana.

"Oh, hai." sapa Dean.

Elias menoleh ke arah Sheinna dengan raut herannya dan meminta penjelasan.

"Kebetulan ketemu Dean di depan kamar kamu tadi." Ucapnya pelan.

"Gue kesini mau jemput Sheinna pulang." Dean berjalan mendekat ke arah Sheinna lalu merangkul bahunya. Membuat Elias sedikit kesal.

"Pulang? Setau saya Sheinna masih bekerja untuk saya." balas Elias, tanpa melepas tatapan intensnya ke arah Dean.

Kiss Me More! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang