Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bab 19 : Hati-hati

10.2K 461 12
                                        

Suara alarm di ponselnya terus berbunyi, namun tidak berhasil membuat Sheinna membuka matanya. Sheinna menggeliat mencari-cari selimut untuk menutupi tubuhnya yang terasa dingin. Tak kunjung berhasil meraih selimut dengan kakinya, akhirnya Sheinna terbangun. Ia meraih ponsel di bawah bantalnya lalu mematikan alarmnya.

Badan Sheinna menggigil, ia meraih selimut dan menutupi seluruh badannya. Saat baru saja menutup matanya, suara dan kilatan petir mengejutkannya.

Akhirnya Sheinna kembali duduk, dan mengecek kembali ponselnya. Jam 4.17. Sheinna mengucek matanya, lalu ia menoleh ke arah jam dinding. Sheinna membelalak dan langsung melompat dari tempat tidurnya lalu berhambur ke kamar mandi.

Tanpa waktu lama, Sheinna mandi sekenanya saja. Yang penting cuci muka dan gosok gigi.

Baru saja keluar kamar mandi, pintu kamarnya sudah di ketuk Bi Sumi.

"Mbak Sheinna, Mbak udah bangun? Mbak?"

"Iya Bi, udah bangun. Ini lagi siap-siap." Jawab Sheinna selagi pontang-panting memilih pakaiannya.

"Oh iya Mbak, itu udah ditungguin di depan."

"Oke, bentar lagi selesai."

Sheinna memilih pakai kaos abu-abu dengan celana skinny jeans. Ia berdiri di depan cermin, menyisir rambutnya. "Ash, Elias sialan!" gerutu Sheinna saat melihat kiss mark di lehernya.

Sheinna mengoleskan foundation disana, menutupinya agar tidak terlihat.

"Kenapa merahnya gak pudar sih?" Sheinna mencoba menambahkan bedak juga.

Sheinna tiba-tiba saja membatu, ia berbalik dan menatap ke arah tempat tidur. "Fuxk! Semalem si Elias tidur disana kan?" tunjuk Sheinna ke arah tempat tidurnya.

"Gue gak di apa-apain dia kan?" Sheinna mengusap lehernya resah sembari menggigit bibirnya.

"Gue gak ngapa-ngapain dia kan?" Sheinna menyugar rambutnya frustasi.

"Sheinnaaaa!" teriak Jayden yang berhasil menyadarkan Sheinna.

Shit!

"Iya, ini udah selesai kok!" Sheinna langsung membereskan tas make up nya. Tak lupa, ia mengoleskan lipstiknya agar tidak terlihat pucat.

Setelah semuanya selesai Sheinna kembali mengecek penampilannya. Menyadari matanya yang bengkak, Sheinna memakai kacamata hitam untuk menutupinya. Tak lupa beanne untuk menutupi rambutnya yang sedikit lepek.

Sheinna keluar dari kamarnya, dan terlihat Jayden yang menatapnya dengan raut kesal. Lain halnya dengan Jeremy, yang tertidur di atas sofa lengkap dengan hoody dan boxernya. Sheinna mengernyitkan dahinya melihat penampilan Jeremy.

Bi Sumi menghampirinya, menyambut koper miliknya dan membawanya ke depan untuk di masukan ke dalam mobil.

"Semua udah siap?" tanya Elias di belakang Sheinna dan berhasil mengejutkannya.

Sheinna melangkah menghindari Elias yang berdiri begitu dekat dengannya. Sheinna memperhatikan wajah Elias yang terlihat lelah, kantung mata dan bibir yang kering, serta pelipisnya yang memar.

Tapi itu semua tidak mengurangi kadar ketampanan Elias. Beruntungnya Sheinna, ia memakai kacamata hitam jadi Elias tidak bisa melihat Sheinna yang terus menatapnya.

"Kacamata kamu bagus." Ucap Elias seraya berjalan melewati Sheinna. Sheinna tak menanggapinya, ia berjalan keluar mengekori Elias.

Mereka pergi dengan dua mobil, satu mobil di pakai Pa Arga dengang koper mereka dan satu mobilnya di pakai mereka berempat.

Kiss Me More! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang