Sheinna tidak percaya bahwa setelah dua tahun, dia akan bertemu lagi dengan Jeje. Kekasih pertamanya, dan satu-satunya. Perasaannya kini tidak karuan, pantaskah ia bahagia saat kompasnya kembali, ataukah ia harus bersikap dingin, mengingat apa yang sudah terjadi diantara keduanya.
"Sheinna.."
Sheinna menoleh ke arah Jeje yang duduk di hadapannya. Mereka kini berada di sebuah Cafe di dekat tempat Sheinna melakukan pemotretan.
"Are you oke?" tanya Jeje.
"Yea.." Jawab Sheinna gugup.
"Who's that man?"
"My Boss."
"Boss?" tanya Jeje, sedikit heran.
Sheinna tahu kalau Jeje ingin mengetahui lebih detail, tapi Sheinna tidak mau membahasnya lebih jauh.
"Kenapa kamu bisa tahu aku ada disini?" tanya Sheinna.
"Kamu lupa apa pekerjaan aku?" Jeje menyeringai.
Sheinna sama sekali tidak lupa, kalau Jeje seorang pekerja IT. Itu yang Jeje katakan padanya saat mereka pertama kali berkenalan.
"Hacker." jawab Sheinna pelan.
Jeje menunduk, ia tidak bisa menutupi rasa bersalahnya mendengar suara Sheinna. Sebenarnya bukan hanya dari suara saja, memandang wajah Sheinna pun ia tidak sanggup.
"Kamu terlihat lebih kurus dari sejak terakhir kita ketemu." Ucap Jeje.
"Hmmm, kamu terlihat lebih segar dari sejak terakhir kita ketemu. Terlihat lebih bahagia." balas Sheinna.
"No, bagaimana bisa aku bahagia tanpa kamu." elaknya.
"Jelas bisa, buktinya setelah pergi kamu mutusin buat nikah. Padahal waktu sama aku, kamu sama sekali gak kepikiran buat nikah." Sheinna tertawa getir.
"Menikah tidak menjamin kebahagiaan, kita sepakat tentang itu." balas Jeje.
"Lalu kamu pergi dari aku dan menikah dengan perempuan lain." Sheinna menghela nafasnya, lalu menoleh ke arah jendela, berusaha menahan air matanya.
"Aku punya alasan tentang itu, itulah kenapa aku kesini nyari kamu. Aku mau jelasin semuanya." Jeje menggigit bibirnya, mengambil jeda. "Dan aku sudah bercerai."
"Aku tahu, D sudah cerita semuanya."
"Ya, aku sudah menduga. Dia bahkan tidak pernah meninggalkanku." Jeje tertawa getir. Dean memang tidak pernah meninggalkan Jeje, ia telah menyuruh orangnya untuk mengawasi gerak-gerik Jeje.
"Dan aku yakin, sekarang dia pasti sedang panik karena aku berhasil bertemu sama kamu."
"Ya, mungkin lebih dari sekedar panik karena ponselku mati." Jawab Sheinna sedikit tertawa.
"Dia pasti sedang dalam perjalanan kemari." balas Jeje, dan Sheinna mengangguk setuju.
"Kenapa kalian cerai?"
"Awalnya aku fikir dengan menikahi dia, akan menjadi awal baru buat kehidupan aku dan dia. Tapi ketika sudah di jalani, kita akhirnya sadar kalau kita tidak cocok. Kita terus bertengkar, dan akhirnya dia meminta cerai."
"Hmmm." Ada jeda beberapa saat, Sheinna menoleh kembali ke Jendela menatap deburan ombak.
"Aku dan Dia, tidak seperti kita." Sheinna menoleh ke arah Jeje. "Kita dulu, terus yakinin satu sama lain kalau kita pasti akan dapat jalan keluar. Kalau kita--"
"Kamu menyerah lebih dulu." Sela Sheinna. "Saat aku berusaha yakinin Ayah, kamu malah pergi gitu aja seperti pecundang."
"Kamu tidak mengerti Sheinna." balas Jeje frustasi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kiss Me More!
Romance[Konten Dewasa] [Highest Rank #1 Adult on 21/5/19] [Highest Rank #1 Komedi on 14/7/19] [Highest Rank #1 Cinta on 24/10/19] [Highest Rank #2 Romantis on 26/10/19] Ps; kalau kalian suka baca cerita toxic relationship, cerita ini cocok buat kalian. Res...
