Bab 33 : Soal Waktu

7.9K 436 43
                                        

Sudah 3 hari berlalu, Sheinna dan Elias memutuskan untuk menjadi sepasang kekasih.. Hal yang harusnya mereka lakukan adalah pergi berkencan, makan malam romantis atau apapun yang biasanya dilakukan oleh sepasang kekasih.

Namun berbeda dengan mereka berdua, keesokannya setelah mereka resmi berkencan, mereka di sibukan dengan pekerjaan. Ya, Elias kembali menjadi Bossnya dan Sheinna menjadi Personal Asissten Elias.

Tidak ada kesan saling menggoda satu sama lain saat di tempat kerja. Hell, Elias terlalu serius dalam urusan pekerjaan dan Sheinna terlalu tengsin jika harus menunjukan apa yang selalu ia pikirkan diam-diam. Sheinna mencoba mengimbangi Elias, seprofesional mungkin..

Dan saat mereka di rumah, Elias mencoba menahan diri agar tidak terlalu kentara di depan Jayden. Ia tidak mau Jayden berfikiran macam-macam tentang mereka berdua. Jayden terlalu sensitif dan memang dirasa tidak etis jika harus menunjukan kemesraan mereka kepada anak yang belum cukup umur.

"Apa persiapan untuk launching branding kita sudah selesai?" Elias membaca ulang beberapa berkas ditangannya.

"Sudah, semuanya selesai. Tim lapangan di bantu Jeremy sudah melakukan tugasnya dengan baik." Sheinna berdiri di hadapannya, namun Elias sama sekali tidak menoleh ke arahnya.

"Lalu acara Charitynya bagaimana?"

"Semua undangan sudah di sebar, para pengusaha muda dari Indonesia khususnya dan beberapa dari luar sudah di pastikan menerimanya."

"Bagus, saya percayakan semua sama kamu. Jangan kecewakan saya, oke?" Elias baru menoleh ke arah Sheinna.

Sheinna ingin sekali melempar note ditangannya ke arah Elias. Bisa-bisanya ia bersikap semenyebalkan ini. Tunggu sampe nyampe rumah!

"Oke." Sheinna tersenyum dipaksakan kepada Elias, lalu keluar dari ruangannya.

Tiga hari yang begitu sibuk, sangat sibuk.

"Kamu kelihatan capek banget Na.." Ucap Luna saat Sheinna duduk di kubikel nya.

"Emang kamu gak capek?" Sheinna bertanya balik, ia meluruskan kakinya setelah melepas sepatunya.

"Biasa aja, mungkin udah biasa. Kamu baru pertama kali kaya gini, tunggu aja sampai 1tahun kerja disini." Luna mengedipkan matanya.

"Kayanya gak mungkin, aku cuma kontrak sebulan selama Pak Elias disini."

Luna mengernyitkan dahinya keheranan. "Sebulan doang?"

"Yes."

"Aku fikir, kamu jadi asissten tetapnya Pak Elias, jadi kamu gak ikut balik ke Inggris? Terus udahan gitu kerja di JR?"

Sheinna terdiam, balik ke Inggris. Kata-kata itu berputar di kepalanya. Beberapa hari lagi Elias akan pulang ke Inggris, dan tidak pernah terpikirkan olehnya, apa yang akan terjadi dengan hubungannya bersama Elias.

"Sheinna.."

"Aku gak tau, aku belum bicarain tentang hal ini lagi sama Pak Elias." Sheinna buru-buru memasangkan kembali sepatunya dan berjalan menuju kamar mandi.

🌹

"Thanks. Kalau gak ada lo, mungkin gue musti nyerah sama cabang disini." Ucaap Elias kepada Jeremy.

"Akhirnya lo sadar, betapa pentingnya gue di hidup lo." Jeremy menyeringai pongah.

"Sialan!"

"Btw, gue gak liat Sheinna di mejanya barusan." Elias menoleh ke arah Jeremy. "Mungkin dia lagi ke kamar mandi."

"Atau mungkin kabur, soalnya dia punya pacar sekaligus bossnya yang udah bikin dia lelah secara fisik dan mental." Jeremy tertawa menggodanya.

"Apa gue udah terlalu keterlaluan?" tanya Elias cemas.

Kiss Me More! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang