Author POV
Setelah kejadian kemarin dirumah sakit. Zaell sama sekali tidak menyapa nya, tidak melihat nya dan juga tidak ada tanda-tanda bahwa cowok itu peduli dengan nya yang seperti ini. Seharusnya Via tidak usah repot-repot merasakan itu semua, karena fakta bahwa dia dan Zaell tidak memiliki hubungan apa-apa membuat gadis itu sadar diri bahwa mana mungkin Zaell sepeduli itu dengan nya. Mungkin hanya di mimpi.
"Huftttt"
"Kenapa, Vi?" tanya Qaissa, gadis itu duduk di sofa ruangan rawat yang di tempati Via
"Lo tau? Gue bosan!!" pekik Via, padahal yang dirasakan gadis itu bukan 'bosan' melainkan 'kesal'.
"Mau makan apa?" tanya Qaissa tiba-tiba dengan nada tenang.
"Hah!? Emang lo mau beliin?" tanya Via penuh selidik.
"Ya engga lah!! Si Zaxell mau kesini, dia nanyain gue mau di bawaiin apa" kata Qaissa jujur.
"Yakan elo yang di tanyain, kenapa nanya ke gue?" tiba-tiba raut muka Via berubah menjadi masam.
"Kan gue baik, jadi gue mintain punya lo sekalian. Biasanya kan orang sakit suka kepengen sesuatu gitu"
"Hm.. Iya-iya. Bawaiin gue kentang goreng di N'Cafe sama vanilla milkshake" jawab Via.
"Sip!" setelah itu Qaissa langsung mengetik pesanan Via.
Tidak perlu waktu lama untuk menunggu, Zaell datang dengan dua kantong plastik yang Via yakini adalah pesanan dirinya dan Qaissa. Hidung Via mungkin terlalu tajam untuk mencium bau kentang goreng sehingga gadis itu tau mana plastik yang isinya kentang goreng dan vanilla milkshake miliknya.
"Dih! Yang sopan Via.." kata Qaissa mengingatkan saat gadis itu melihat Via yang dengan tak sabar menarik kantong plastik yang ada di tangan Zaxell.
"Bodo!" tak ingin menanggapi Via lebih jauh, Qaissa memilih mengambil plastik yang satu nya lagi dari tangan Zaxell. Gadis itu membuka kantong plastik lalu membuka kotak yang isinya ayam crispy, seketika mata Qaissa berbinar sampai semuanya berakhir ketika Zaxell mencium pipi gadis itu lalu membisikkan sesuatu, "Jangan buat aku marah sama ayam nya"
Qaissa mengernyit karena tidak mengerti arah pembicaraan nya dengan Zaxell, "Ngapain marah?" tanya nya polos.
Merasa kesal tentu karena gadisnya tidak peka bahwa saat ini dirinya dilanda kecemburuan walau tidak wajar seperti ini, "Ck, ayam nya narik perhatian kamu"
"Yakan biarin, orang ayam nya enak juga ya gimana ngga narik perhatian aku"
"Tapi aku cemburu sayang..."
Deg!
Jantung Qaissa berhenti, cowok nya membisikkan kata itu dengan suara berat juga serak yang dapat membuat siapa saja akan meleleh begitu pula dengan gadis itu. Qaissa terbang.
"Woi!! Jangan pacaran anjir.. Di rumah sakit pun jadi lo pada!!" omel Via yang menghancurkan suasana.
"Ck, ngerusak!"
"Iya, ngerusak banget yakan Xell? Dia nya sih.. Jomblo!" ucap Qaissa sambil menekankan bagian kata 'Jomblo'.
"Bodo yaa!!! Ntar kalo gue punya pacar, gue pamer-pamerin ke lo pada, tunggu aja!!" kata Via serius, Qaissa dan Zaxell hanya mengangkat kedua bahu nya pertanda dua manusia itu tidak peduli.
<<>>
"Nghhh..." seorang gadis menggeliat diatas brankar rumah sakit dengan selimut tebak yang menutupi nya. Sedikit-sedikit mata gadis itu mulai terbuka, sengaja ia melihat ke semua arah untuk mencari seseorang namun hasil nya tidak sesuai dengan keinginan nya. Keinginan bahwa cowok itu ada disini bersamanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Story of a Badgirls [END]
Random[Follow dulu baru baca, terima kasih] Kisah tentang seorang gadis remaja yang harus melewati pahit nya kehidupan dan hubungan percintaan dengan sebuah senyuman yang tulus. -The Story of a Badgirls