[29] Permintaan Via

1.9K 69 0
                                    

Sekarang sudah jam istirahat, seperti biasa Zaell akan langsung ke kolam renang. Namun kali ini ada yang berbeda, karena Via terang-terangan menampakkan dirinya untuk mengikuti Zaell ke kolam.

"Ngga usah ikutin gue" secara tidak langsung Zaell sudah mengusir Via, tapi gadis itu sama sekali tidak peka.

"Bodo amat. Tempat umum juga" jawab gadis itu enteng. Padahal maksud dari semua itu adalah ia ingin membicarakan soal permintaan Bunda semalam.

"Serah!" cowok itu membuka baju seragam nya hingga menyisakan kaos tipis berwarna hitam milik nya. Tak lama terdengar suara air yang berisik.

Byurrrrr...

Via, gadis itu duduk di pinggiran kolam sambil menatap Zaell dengan tubuh atletis nya di dalam kolam. Seketika gadis itu langsung terkagum dengan badan milik cowok itu.

"Za..." panggil Via.

"Apa?" tanya Zaell dingin.

"Ke cafe--" belum sempat Via menyelesaikan kalimat nya, Zaell sudah lebih dulu memotong.

"Ribet. Sekarang aja!"

"Keluar dulu dari kolam" pinta Via.

"Ck!" setelah itu cowok yang baru saja nyebut tadi naik ke pinggiran kolam lalu duduk di samping Via.

"Apa!?" tanya cowok itu ketus. Sebenarnya mood nya juga tidak bagus hari ini setelah kejadian semalam.

Gadis di samping nya menatap air di depan nya yang bergoyang seperti gelombang setelah kaki nya ia masukkan ke dalam kolam. "Boleh kita deket sebelum semuanya terungkap?" tanya gadis itu berusaha dengan selembut mungkin.

"Motif lo buat deketin gue?" tanya Zaell balik, kini cowok itu sudah menatap tak suka kearah Via.

"Nebus dosa gue sama Kak Zhea mungkin" jawab Via.

"Lo ga bakal bisa nebus itu" kata Zaell dingin.

Gadis itu menatap manik mata Zaell yang menyorot kebencian pada dirinya, "Gue cuma minta satu hal sebelum itu ke bongkar, cuma satu hal Za..."

"Kenapa gue harus nurutin lo?" tanya Zaell dengan sebelah alis terangkat.

"Za... Kali ini aja" mohon Via dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

"Kenapa harus!?" kali ini Zaell menggunakan nada membentak nya.

"Karena Bunda... Bunda dateng ke gue semalem, dia bilang anak nya butuh seseorang yang ngerti dia tapi Bunda nya ga bisa selalu ada di samping anak nya. Bunda minta gue buat selalu ada disisi anak nya!!"

Penjelasan dari Via barusan membuat Zaell terdiam cukup lama, bahkan cowok itu menatap ke bawah. Bukan Zaell sekali.

"Za... Bunda yang minta" ulang nya sekali lagi.

"Jadi, maksud lo yang nebus dosa itu apa!?" kini kepala Zaell kembali terangkat menatap Via seperti tadi, masih sama. Dengan sorot kebencian.

"Gue gunain alasan itu supaya lo terima permintaan gue" kata nya jujur.

"Hak lo apa bawa-bawa dosa!? Lo bahkan bawa nama Zhea, hak lo apa gue tanya!?" bentak Zaell sambil mendorong bahu gadis yang ada di depan nya.

Entah kenapa ingin sekali agar Via mengeluarkan air mata nya, namun gadis itu tahan agar ia tak terlihat lemah. "Lo suka kan sama Kak Zhea makanya lo gini?"

"Iya gue suka sama dia, kenapa!?"

Via memejamkan mata nya mendengar Zaell yang terus membentak nya namun setelah itu gadis itu membuka mata nya kembali lalu menatap manik mata Zaell, "Karena lo suka sama dia, gue bakal cari dimana ortu gue. Gue bakal tanya dan bakal buktiin kalo gue salah, iya kalo gue penyebab Kak Zhea meninggal. Tapi... Tapi izinin gue deket sama lo sampe semua bukti menuju ke gue" kali ini Via, gadis itu dengan hati yang di cabik-cabik memohon kepada Zaell yang notabenenya menyukai kakak tiri nya.

The Story of a Badgirls [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang