Via pulang kerumah dengan perasaan yang bahagia, gadis itu sambil bersenandung kecil membuka pintu rumah nya dan kemudian senandung nya terhenti ketika melihat ada tamu yang duduk berhadapan dengan Qaissa. Melihat Via sudah pulang, Qaissa pun langsung berdiri untuk menyambut Via.
"Vi.."
"Qai, mereka siapa?" tanya Via dengan suara yang pelan.
"Hm.. mending lo ganti baju dulu biar lo bisa ngobrol juga sama mereka" usul Qaissa yang di angguki oleh Via, akhirnya Via pun melewati mereka sambil memberikan senyum hangat nya lalu naik ke lantai atas.
Setelah Via pergi, Qaissa menatap kedua orang tua tersebut dengan tatapan nanar.
"Kami akan jelasin, nak" kata wanita paruh baya yang kini sudah ada di depan Qaissa.
"Tapi dia itu--"
"Dia pasti mengerti" potong pria paruh baya di samping wanita tersebut.
Tak lama kemudian Via turun menggunakan pakaian formal membuat Qaissa semakin kasihan kepada gadis itu, "Tumben Vi?"
"Iya kan ada tamu" jawab Via yang masih memperlihatkan senyum ramah nya.
"Ohhh.. y-yaudah duduk" kata Qaissa mempersilahkan Via duduk, sudah seperti tuan rumah.
"Jadi.. ada perlu apa om, tante?" tanya Via dengan sopan sambil menatap kedua nya.
"Ekhm! jadi begini nak, disini kami sangat berterima kasih karena kamu sudah mau bersama Qaissa semenjak ibu nya meninggal. Dan kami baru mengetahui fakta bahwa Qaissa adalah anak kami, tidak lebih tepat nya anak Om karena Om adalah ayah kandung dari Qaissa dan Tante ini adalah Mama tiri Qaissa. Sebelum nya kami mempunyai seorang anak laki-laki bernama Akhtar, pasti kamu mengenal nya kan? dan Qaissa ini adalah adik nya yang selama ini di cari nya"
Terbesit rasa sakit di hati Via mengetahui fakta yang akan memisahkan ia dan Qaissa pastinya, "Oh jadi ini tohhh adik nya Akhtar, kalo bilang nya cepetan dikit kan Qai bisa ngurus pindahan nya dari lama"
"h-hah? apasih Vi?" bisik Qaissa yang tak nyaman dengan kata Via barusan.
"Iya, jadi kami meminta izin untuk membawa Qaissa bersama kami"
"ohh kapan?" tanya Via masih dengan nada ceria nya.
"malam ini" kata Tante yang menjadi Mama tiri Qaissa itu.
"o-ohh.. udah beres beres belom Qai?" tanya Via pada Qaissa.
"udah" jawab Qaissa.
"Jadi boleh kan Via?" tanya Om itu sekali lagi, "boleh kok om" jawab Via sambil mengangguk dan senyum nya.
"v-vi tapi lo.. ga papa?" tanya Qaissa yang khawatir.
"gue? kenapa? haha lucu lo! udah sana ortu lo mau bawa lo balik tuh!" ucap Via masih dengan nada bicara nya yang seolah tak terjadi apa-apa.
"vi tapi..."
"tan, bawa pulang gih anak nya. ngerengek ntar dia" kata Via yang membuat Qaissa berhenti.
"via lucu yaa, yaudah qaissa nya tante bawa pulang. ayok qai kita balik" ajak mama qaissa.
"tapi ma.."
"udah ih sana! kek bayi aja lo yang ada" ucap Via lalu mengusir Qaissa.
"sana Qai!"
"iya tapi lo jangan telat makan ya, pulang nya juga!"
"iya"
"yaudah gue pergi dulu, hati-hati dirumah!"
Via sendiri menatap kepergian Qaissa dengan mata yang sudah di penuhi air mata sampai akhirnya air mata nya itu turun saat ia berbalik ke dalam rumah. Tak lama dari itu Akhtar datang kemudian memanggil nama nya.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Story of a Badgirls [END]
Sonstiges[Follow dulu baru baca, terima kasih] Kisah tentang seorang gadis remaja yang harus melewati pahit nya kehidupan dan hubungan percintaan dengan sebuah senyuman yang tulus. -The Story of a Badgirls