[39] Siuman

2K 65 0
                                    

"Shit! Gue dimana" itulah yang pertama kali Via ucapkan ketika mata nya menatap dinding putih di sekitarnya. Tak hanya sampai disitu, Via juga memperhatikan ada teman-teman nya yang duduk sambil tiduran di sekitar tempat tidur yang ia tempati sekarang.

"Ini.. Rumah sakit?" gumam nya saat sadar bahwa tangan sebelah kanan nya di infus.

"Eh, ada Re juga?" kata nya lagi saat melihat Refal tengah tidur di samping nya. Di sebrang sana ada sofa yang dimana ada Zaell, Zaxell, Sean, dan teman-teman Zaell yang lain.

"Laper.. Tapi gimana mau turun kalo gini nih?" gumam nya sambil menatap kepala teman-teman nya yang sudah tepar di sekitar nya.

Tak lama Akhtar masuk sambil membawa bubur yang sebenarnya untuk cowok itu sendiri, namun saat melihat Via yang tengah terduduk ditempat tidur membuat nya ingat dengan perkataan Zaell sebelum semuanya tidur 'siapapun yang bangun nanti kalau Via juga bangun jangan lupa suruh dia makan'

"Laper hm?" tanya Akhtar dengan nada kecil, Via mengangguk setelah pertanyaan tersebut di lontarkan.

"Dari tadi pengen nyari makan tapi nih manusia pake tidur di sekitaran gue segala" umpat nya, tapi kali ini dengan nada yang kecil sama seperti Akhtar tadi.

"Bubur ayam mau?" tanya Akhtar sambil mengangkat kantong plastik berisi bubur yang tadi ia beli di depan rumah sakit.

"Mauu!!" jawab Via semangat. Hal tersebut membuat lengkungan di bibir Akhtar.

"Eh, lo senyum?" tanya Via seperti orang yang tidak pernah melihat Akhtar senyum.

"Menurut lo?"

"Ngga sih.. Sini-sini biar gue buka aja bungkusan nya" tawar Via sambil berusaha mengambil kantong plastik itu dari tangan Akhtar, "Ngga usah. Biar gue aja" kata Akhtar.

"Ohh yaudah..."

Setelah Akhtar membuka bungkusan kuah untuk bubur ayam nya, cowok itu langsung memberikan nya pada Via. "Makasih" kata Via setelah itu dan Akhtar hanya mengangguk saja.

Akhtar duduk di sofa yang muat untuk satu orang, disana cowok itu sedang memainkan Hp nya. Sedangkan Via masih duduk di tempat tidur sambil memakan bubur yang tadi Akhtar berikan. Di sela-sela kegiatan Akhtar yang sedang memainkan Hp nya, Via bertanya.

"Jam berapa, Thar?"

Cowok itu melihat jam yang ada di Hp nya lalu menjawab, "Setengah empat"

"Hmmm.. Tadi Refal bangun ngga, Thar?" tanya Via lagi.

"Refal?" tanya Akhtar dengan kening yang berkerut, pasal nya cowok itu juga baru datang saat yang lain nya hendak tidur.

"Dia" kata Via sambil menunjuk bayi kecil yang ada di sisi kiri nya.

"Ohh.. Ngga" jawab Akhtar yang di sertai dengan gelengan.

"Eh iya, lo udah makan?" tanya Via kemudian Akhtar berfikir sebentar, "Udah"

Ya, itu adalah kebohongan. Sejak hari menjelang malam, perut Akhtar sama sekali belum di isi oleh apa pun.

"Ngga, kalo lo belom makan bisa makan bareng gue. Mau?"

Akhtar menggeleng.

"Yakin?"

Akhtar mengangguk.

"Ih lucu" kata Via kemudian kembali melanjutkan makan nya.

"Kalo udah bilang gue, ya?"

"Untuk?"

"Biar gue beresin"

The Story of a Badgirls [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang