"Refalll!!!" panggil Via saat turun dari panggung.
Zaell yang menggendong Refal pun tersenyum tipis melihag gadis itu seperti hendak memeluk Refal, terbukti dengan tangan gadis itu yang sengaja di rentangkan.
"Uluuu uluuu.. Bunda menang hehe.." kata nya yang tak jadi memeluk Refal justru malah menguyel-uyel pipi anak nya itu.
"Bunda juara satu yehee yehee..." kata gadis itu lagi.
"Ngga waras" cibir Zaell pada Via.
Yang di sindir pun melirik tajam kearah yang menyindir, "Diem deh!! Gue lagi pengen seru-seruan ama anak gue yaa.."
"Anak gue juga" jawab Zaell pelan namun dapat di dengar oleh Via. Sengaja gadis itu tidak bertanya untuk memastikan karena ia sudah tau bahwa Zaell akan mengelak.
"Pakaian lo minim banget" komentar Zaell dengan baju yang Via gunakan, "Ohh ini.. Udah biasa lah!" jawab Via acuh.
"Tapi ini orang banyak"
Via menatap Zaell dengan kerutan di dahi nya, "Ada yang lebih parah kok dari gue!"
"Ck, jangan pake ginian lagi!"
"Urusan nya sama lo apa? Gue punya hak dong mau pake apaan!"
"Di bilangin tuh deng--"
"Abang!! Via!!" sapa wanita berusia 40-an itu kepada mereka berdua.
"Iya Tante?" kata Via sambil berjalan kearah Wanita tersebut, "Sini-sini Tante peluk" kata Mama Dreya atau yang sering di panggil Aunty Cilla.
"Eh? Ada apa Tan?" tanya Via bingung, selain permintaan Cilla yang meminta nya untuk di peluk, Cilla pun mengeratkan pelukan mereka.
"Tante bangga sama kamu, nak" kata Tante Cilla.
"Ha? Ap-apanya yang harus di banggain?" tanya Via, "Penampilan kamu memang ngga di ragukan lagi, sayang.."
"Penampilan Vivi ngga sebagus penampilan yang lain, Tan" kata Via dengan senyum indah nya.
"Yang tadi udah lebih dari cukup" jawab Cilla juga dengan senyuman. Tak lama Zaell datang sambil menggendong Refal.
"Ehh Abang! Dari tadi aunty panggil kok ngga kemari hm..?"
Zaell nyengir-,
"Iya tadi ngobrol sama temen sebentar" alibi nya padahal ia tak mau harus di cie cie kan oleh aunty cilla jika ia datang bersamaan dengan Via.
"Anak siapa Za?" tanya Cilla sambil memperhatikan Refal, "Ponakan Jelva, temen nya Vivi Tan. Di titip ke Vivi soal nya besok dia mau nikahan" yang jawab bukan Zaell, melainkan Via.
"Ohh gitu.. Emang Jelva ngga punya sudara?" tanya Cilla sedikit pelan, takut menyakiti hati gadis di depan nya itu.
Via menunduk kemudian mengambil napas dalam-dalam, "Ya, Jelva ngga punya saudara. Dia hm.. Sama kayak Vivi"
"M-maksud nya?" Cilla sendiri masih tidak mengerti dengan apa yang Via katakan, "Aunt, abang sama Via pergi dulu. Refal kayak nya rewel nih mau di tidurin di kasur, duluan aunt"

KAMU SEDANG MEMBACA
The Story of a Badgirls [END]
De Todo[Follow dulu baru baca, terima kasih] Kisah tentang seorang gadis remaja yang harus melewati pahit nya kehidupan dan hubungan percintaan dengan sebuah senyuman yang tulus. -The Story of a Badgirls