Sejak masuk ke gedung tempat kantornya berada, Yebin sudah merasa ada yang tidak beres. Semua mata tertuju padanya.
Ding!
Lantai 7.
Kurang ajar! KANG JAEHYUN, aku bersumpah akan membalasmu.
Siyeon, Seoye dan polisi-polisi itu menatap ke arah pintu lift yang terbuka. Yebin tertawa kecil. Partisi kaca ruangannya sangat bersih hingga melihat Kang Jaehyun duduk di atas meja kerjanya.
Yebin yakin semua pegawainya sudah di pindahkan ke lantai 6. Ya, start up. Kantornya masih di lantai 6 dan 7 saja.
Seorang polisi menghampirinya sambil menunjukkan surat penangkapan. Yebin masih tertawa, Siyeon mendekati Yebin.
"Officer, saya boleh bicara dengan Kang Jaehyun dulu?""Ya, silahkan."
Siyeon mengikuti Yebin kedalam ruang kerja Yebin yang berdinding kaca itu. Ia melihat pengacara senior yang berdiri di samping Kang Jaehyun. Ini masalah uang bukan? Siyeon jelas mengerti kalau semua ini lelucon. Senior partner yang menangani kasus 'penganiayaan' Jaehyun itu terkenal sangat mahal. Dan ia mau buang-buang waktu untuk menangani lelucon gila ini? Oh, ini bukan buang-buang waktu. Ini adalah lahan uang, Siyeon penasaran, berapa biaya main-main anak orang kaya ini.
"Ternyata kau tetap seorang Kang ya, keren juga kantormu." Jaehyun membenarkan posisi duduknya di atas meja Yebin.
"Kau main-main dengan ku ya?" Ucapannya penuh perasaan sebal. Yebin mendekati Jaehyun dan itu mengintimidasinya.
"G-gila y-ya kau?, Yak! Kang Yebin! Mau apa kau dekat-dekat?! Polisi tangkap orang gila ini!" Yebin tertawa melihat ekspresi anak orang kaya yang ketakutan didepannya itu. Segera, polisi-polisi tadi menarik Yebin dan memaksanya keluar dari dalam ruang kerjanya.
Mereka menuntun Yebin berjalan menuju lift. Jaehyun telah memulai permainan kotor ini, ya kalau ini yang ia inginkan, Yebin akan mengikuti permainannya.
Lalu ia melihat wajah Seoye, wajah beberapa karyawannya. CEO perusahaan startup yang baru 4 tahun berdiri itu ditangkap polisi, Yebin yakin.. mereka pasti khawatir.
"Lepaskan. Aku bisa jalan sendiri." Ia menepis tangan-tangan polisi itu sambil memasuki lift.
Ia menatap mata Jaehyun tepat sebelum pintu lift menutup.
Kita mulai permainanmu, Kang Jaehyun.
Kau kira aku akan membiarkanmu hidup dengan bebas, Kang Yebin?
-
Gyuri dengan sibuknya berada dibackstage MBC. Beberapa staff membantu memasangkan clip on nya. Sebenarnya, ia tidak ingin lepas dari ponselnya. Tapi gimana lagi? Harus tetap profesional. Ah! Tapi Yebin belum ada kabar.-
Tuan Kang Jaehyun, ya si Jaehyun sedang menyilangkan kakinya didalam backseat mobil merci S classnya. Ia diikuti 3 mobil lainnya yang berisi pengacara-pengacara keluarga Kang menuju ke kepolisian Seoul.
Jaehyun terlihat gusar, ia dengan marah mengulangi panggilan ponselnya.
"Kenapa lama?!" Ia terdengar marah, Jaehyun paling benci kalau harus mendengar nada tunggu terlalu lama. Semua orang tau kalau mereka harus segera mengangkat telfon Jaehyun sebelum nada tunggu ke tiga.
"Maaf, aku ada kerjaan .. aku baru sampai rumah." Ya, suara Minkyung dengan lembutnya terdengar di telinga Jaehyun.
"Nanti malam temani aku datang ke undangan makan malam Komisaris Yoon." Jaehyun tidak menerima jawaban 'tidak'. Padahal Minkyung capek banget, setelah melakukan "pekerjaan" yang melelahkan.

KAMU SEDANG MEMBACA
A | Rore • Minkyebin
FanfictionHarta, Tahta, RoA - Sequel dari Superior You Baca: https://my.w.tt/vcFoJ7G3BS