Hampir terjadi keributan lainnya di dorm Fromis 9. Gyuri dengan sigap menarik Yebin masuk ke kamarnya lalu mengunci pintu sebelum ada baku hantam lagi antara Yebin dan Saerom.
"Aku nggak bermaksud untuk bikin ribut." Tapi wajahnya kesal, telinganya memerah.
"Tapi tadi apa? Kamu udah dorong dorongan loh sama Saerom. Lagian Yeb, kita bisa ketemu di luar aja daripada bikin ribut." Gyuri duduk di atas kasurnya tepat di depan Yebin. Ia menggenggam tangan kiri Yebin.
Yebin menarik tangannya dari genggaman Gyuri.
"Aku udah nggak boleh ke sini lagi? Yaudah sih kalau gitu. Aku nggak akan ke sini lagi." Ya, dia masih emosi.
Yebin meninggalkan Tas belanja berlogo disainer itu di atas meja. Lalu dengan sebal membuka kunci pintu dan pergi berlalu.Gyuri memejamkan mata, menghela nafas panjang lalu menyusul Yebin. Saat Yebin melewati ruang santai untuk keluar, Saerom berkelakar lagi.
"Besok-besok nggak usah ke sini." Ucapnya datar, matanya masih fokus pada layar Tivi. Yebin segera menghentikan langkahnya, ia mendengus, wajahnya memerah. Ia hanya menengok ke arah Saerom, tidak mendekat.
"Aku mau nanya serius nih ya, masalahmu sama aku sebenernya apa sih?" Ucapan Yebin mengundang Chaeyoung dan Jiheon yang berada di dalam kamar setelah keributan di awal tadi.
Gyuri menghela nafas lagi.
Jangan bilang mereka ribut lagi.
Gyuri berniat untuk mengajak Yebin berbicara di luar. Namun Saerom menimpali kalimat tanya yang baru saja dilontarkan oleh Yebin.
"Ini dormku, aku leadernya, aku punya aturan. Mulai hari ini, nggak ada yang bisa ngajak temen atau pacar ke dorm."Cukup aneh mendengar tanggapan Yebin, ia tertawa mendengar ucapan ketus Saerom.
"Wae? Kenapa? Biar Gyuri bisa jadi punyamu? Lee Saerom, kalau suka sama orang tuh bilang langsung ke orangnya. Jangan malah marah sana-sini karena nggak berhasil dapetin dia. Apalagi malah nyalahin pacarnya. Aduh." dengan bengisnya kalimat itu terucap dari bibir Yebin, ia makin mendekati Saerom. Chaeyoung dan Jiheon saling berpandangan karena kaget. Begitu juga Gyuri, apalagi Saerom.
Dia tidak benar-benar mengucapkan itu di depan Gyuri kan?
Gyuri mencoba melerai Yebin, ia memeluk lengannya sambil mencoba membawanya keluar. Tapi Yebin melepaskan pelukan Gyuri dilengannya.
"Nggak usah, aku juga udah mau pergi. Kamu di sini aja, nanti dia cemburu."
Dan, rasa kecewa Gyuri mendengar kalimat itu dari bibir Yebin terwujud dalam bentuk tamparan di pipi Yebin.
Yebin tersenyum sinis.
Gyuri juga kaget akan tindakannya,
Astaga, kok aku.."Kan. Kalian udah cocok. Semoga langgeng ya. "
Yebin berjalan menuju pintu apartemen mereka, sebelum menarik gagang pintu. Ia berhenti dan memandang Gyuri dari jauh,
"Jang Gyuri, aku ke sini cuma mau nganter dress untuk nanti malam. Tapi lupakan, nanti malam aku datang sendiri aja."
Lalu dia pergi.
-
Jumat malam, pesta pertunangan Minhyuk dan Krystal. Kediaman keluarga Kang ramai dengan tamu undangan yang kebanyakan adalah keluarga dan beberapa orang penting perusahaan. Rumah ini cukup menampung ratusan tamu undangan dalam sekali acaranya.Malam ini terasa berbeda, Yebin melirik lampu-lampu malam Seoul, dari kursi penumpang. Ya, malam ini memang berbeda. Minhyuk meminta supir pribadi Yebin untuk menjemputnya. Ia berada di dalam mobil pribadi, tentunya mobil yang seharusnya ia gunakan setiap hari, pemberian keluarganya.
Berada di dalam Bentley ini membuat Yebin kembali seperti Nona Kang.
Jadi, bila aku bukan seorang pembangkang. Hidupku akan berakhir seperti ini. Setiap hari. Membosankan.
Ia tersenyum. Merasa bangga dengan keputusannya.Namun, pertengkarannya dengan Gyuri mengganggu pikirannya.
Apa hubungan kami sudah seharusnya seperti ini?
Ia mendesah, sepertinya tiada hari tanpa adu argumen dengan Gyuri. Apa perlu mereka harus berhenti sejenak?Tiba-tiba sosok Minkyung hadir dilamunannya.
Apa Kim Minkyung tak secara langsung menjadi faktor lainnya?
Yebin menyadari bagaimana perasaaanya terhadap Minkyung. Selain Gyuri, Minkyung adalah kesukaannya. Ia fikir, dirinya lah yang membuat semua itu terjadi.
Aku memang menginginkan pertengkaran ini. Tapi benarkah?
Tanpa sadar, ia mencoba mendorong Gyuri keluar dari kehidupannya. Tapi, sejahat itu kah Yebin? Dalam pencariannya menemukan Minkyung kembali, ia bertemu Gyuri. Sebuah kebenaran kini disadari oleh Yebin,
Ya, Gyuri ada disana saat aku mencari sosok Minkyung Unnie.
Tak dapat Yebin pungkiri, mereka punya pesona yang sama. Gyuri dan Minkyung. Pada awal hubungan mereka, ia tak dapat menghilangkan gambaran Minkyung dari sosok Gyuri.Lamunannya buyar saat roda mobil ini berhenti, ia sudah sampai. Rumah ini benar-benar ramai. Ia ingin bersembunyi dimanapun agar tidak bertemu orang-orang di dalam sana. Sepertinya, pesta malam ini hanya dihadiri oleh keluarga besar dan beberapa petinggi perusahaan.
Andai ada Gyul.
Ia mengangkat sedikit gaunnya saat menaiki tangga kecil untuk masuk ke dalam rumah. Yebin disambut oleh keramaian yang tak familiar.
Sudah terlalu lama.
Matanya mencari-cari Minhyuk dan Krystal di kerumunan orang. Beberapa tamu seperti terheran dan berbisik saat melempar pandangan pada Yebin. Itu tidak mengagetkan, pertemuan seperti ini? Ya misalnya pesta bisnis yang digelar oleh keluarganya, ia sudah tidak pernah hadir untuk waktu yang sangat lama. Pandangannya tertuju pada Minhyuk yang disisinya terdapat Krystal Jung, aktris papan atas itu sedang bergelayut mesra sambil bercengkrama dengan Jaehyun serta,
Astaga. Kim Minkyung. Bagaimana, uh, kenapa cantik sekali?
Minkyung memotong rambut panjangnya. Yebin sedikit kecewa tapi saat melihat wajahnya yang mempesona, entah apa yang ia tertawakan, ia terlihat cantik walaupun dengan rambut pendek.
Yebin menepuk lengan Minhyuk,
"Yebinie!" Ia memeluk adik kecilnya saat melihat Yebin berada didekatnya.
Yebin memang terlihat seperti adik kecil saat hanyut dalam dekapan kakaknya itu."Selamat, sekarang kau akan menikah. Jangan lupakan aku?" Minhyuk mencoba mengacak-acak rambut Yebin yang segera ditukas oleh adiknya itu.
"Jangan merusak rambutku!" Protes Yebin sebal, ia terlihat seperti adik kecil yang manis.
"Melupakanmu bagaimana? kau terus menggangguku setiap hari bagaimana bisa melupakanmu?" Ia tersenyum pada adik kecilnya itu.
"Aku berharap yang terbaik untuk kalian berdua." Senyum mengembang dari bibir Yebin. Sebentar ia berpamitan untuk menikmati pesta ini, tanpa sedikitpun melirik ke arah Jaehyun dan Minkyung.
Di ujung ruangan terdapat gelas-gelas champagne yang siap untuk dinikmati. Ia menaruh segelas kosong, lalu meneguk satu lagi, kosong lagi, meneguk satu lagi.Tempat ini terasa bukan seharusnya ia berada. Yebin naik ke lantai dua, astaga, hal itu mengingatkan pada waktu keluarganya mencoba mengirim Yebin ke sekolah di Gangwon-do. Lalu ia teringat saat Gyuri berlari sambil menariknya keluar dari rumah ini.
Ia menyusuri lorong barat, gambaran dirinya yang masih kecil dan berlarian di lorong itu segera memenuhi pandangannya. Ah, lihat! Minhyuk dan Jaehyun mengejar Yebin yang sepertinya masih 7 tahun.
"Kau ini ansos sekali ya, atau tidak tau caranya berpesta?" Yebin terkejut, itu suara Jeonghan, sepupunya. Ia menengok kebelakang lorong itu. Yebin melihat pria berambut panjang berwarna coklat dengan pakaian perlentenya. Ia mendapati dirinya berlari menuju Jeonghan, memeluknya erat.
"Kau juga datang?" Wajah Yebin heran melihat sahabat kecilnya itu. Kembali memeluknya erat. Jeonghan hanya meneguk minumnya dan akhirnya bersuara,
"Aku melihatmu banyak minum dibawah, ya ya, bertemu dengan orang-orang sialan itu memang menyebalkan aku tau." Terdengar menyebalkan, tipikal Jeonghan. Tapi ia senang bisa mendengar suaranya.
"Kau mau melepaskanku atau tidak?" Jeonghan menggerutu sambil menggerak-gerakkan badannya agar Yebin berhentin memeluknya seperti itu.
Yebin lega,
Ada seseorang yang kukenal ditempat gila ini.

KAMU SEDANG MEMBACA
A | Rore • Minkyebin
FanficHarta, Tahta, RoA - Sequel dari Superior You Baca: https://my.w.tt/vcFoJ7G3BS