Bagian 26

87 16 9
                                    

Yebin semakin yakin berhubungan dengan Minkyung. Saat kapanpun Jaehyun atau Gyuri sedang sibuk bekerja dan berada di luar negeri, mereka menggunakan kesempatan itu untuk bersama. Hubungan mereka semakin menyenangkan, juga menegangkan. Karena ada pekerjaan di New York, Minkyung bersama grupnya terbang ke New York kemarin malam.

Lalu?

"Minkyung unnie.." Yebin memainkan jarinya pada hidung Minkyung yang sedang memejamkan mata di sampingnya.

Yebin terbang ke New York, sehari sebelum Minkyung datang.

"Kang Yebin, aku sedang mencoba untuk tidur. Tolong lah.."

Yebin yang sedang sugarhype karena bisa liburan, sekaligus kerja, berdua dengan Minkyung masih mengganggu tidur perempuan cantik itu.

ia melanjutkan ucapannya,
"Sejam aja ya sayang, biarin aku tidur sejam aja. Aku harus kembali ke kamarku."

Apa yang membuat Yebin semakin bersemangat? perasaan tegang yang harus mereka lalui. Tinggal di kamar hotel yang berada satu lantai dengan Minkyung dan Pristin membuat mereka lebih mudah dipergoki oleh manager Minkyung. Dan itu membuat Yebin semakin excited.

Setiap degub jantungnya semakin berderu, ia semakin menikmati hubungan ini.

-
Pada situasi yang hampir sama, Gyuri sedang melakukan pertunjukan terakhir untuk K-Music Wave di Tokyo. Ia terhuyung di sebuah kursi backstage setelah menyelesailan sesinya. Kalau dihitung-hitung sudah genap dua minggu dirinya dan Yebin tidak bertemu.

Dua hari lalu, Yebin menghubunginya kalau ia akan melakukan perjalanan bisnis ke New York. Sempat mereka jutek-jutekan karena Gyuri kira perjalanan bisnis itu melibatkan Seoye, tapi ternyata tidak. Yebin pergi sendiri. Setelah Yebin sampai di sana, mereka belum memberi kontak satu sama lain lagi. Gyuri sudah terbiasa dengan situasi seperti ini, begitu juga Yebin. Mereka sudah melaluinya 3 tahun lebih. Gyuri bisa saja sibuk dengan jadwal promosinya yang padat atau Yebin yang sibuk dengan perusahaannya.

Ia menyambar sebotol air dingin yang diberikan Nakyung. Sambil menunggu giliran berganti baju, ia mencoba mengirimkan pesan untuk Yebin. Ya kadang ia merasa, Yebin sangat cuek sampai lupa memberinya kabar.

Aku baru selesai nih, kamu lagi ngapain? Besok pagi aku pulang, tapi kamu masih lama ya di sana? huuu kangeeeen!

Segera Gyuri menekan tombol send pada Linenya. Ia tidak berharap langsung dibalas, Yebin pasti sedang sibuk karena di sana baru jam 8 pagi. Kalau tidak sibuk saja, butuh waktu berjam-jam bagi Yebin untuk membalas pesan Gyuri. Kecuali kalau Yebin yang lagi butuh banget atau kangen berat. Dasar!

-

Layar ponsel Yebin menyala di atas meja, tapi berada di luar pandangannya. 

"Bangun.." Bisiknya manis pada telinga Minkyung. Minkyung bergumam sambil meregangkan tubuhnya.

"Udah sejam? uughhh." Tanya Minkyung sambil mengerjab-ngerjabkan matanya.

Seperti sudah terbiasa tidur sebentar, Minkyung langsung berdiri dan bergegas kembali ke kamarnya. Sampai tubuh kecil Yebin menghalangi si Cantik.

"Buru-buru banget sih, ini minum dulu." ia memberikan sebotol air mineral ke dada Minkyung. Ketika menghabiskan air mineral itu, Minkyung tidak berhenti melirik pada Yebin yang terlihat bersemangat.

Senyum lebar di bibirnya itu. Ia terlihat bahagia.

Minkyung tak menyangka kalau wajah bahagia Yebin juga membuatnya tersenyum. Gadis itu kini menjadi prioritasnya. Hanya perlakuan baik dan manis yang ingin ia berikan pada Yebin.

"Tutup mata." Perintah Yebin sambil tersenyum kegirangan. Itu membuat Minkyung kebingungan. Tapi tanpa banyak bertanya, ia menuruti perintah Yebin. Ia bisa mendengar kalau Yebin berjalan menjauhinya. Samar-samar ia mendengar suara seperti koper yang dibuka.

"Udah belum?" Tanya Minkyung.

"Bentaaaar! Jangan dibuka dulu matanya." pekik Yebin. Minkyung bisa merasakan langkan kaki Yebin yang mendekat. Hingga, ia merasakan pelukan Yebin dipunggungnya dan sesuatu yang menekan dadanya.

"Buka matanya."

"Selamat ulang tahun ya! love you!" Yebin memeluk Minkyung dari belakang sambil memberikan sebuah bingkisan. Suara cerianya itu mengisi ruangan.

Minkyung terkejut, tentu saja, ini ulang tahunnya. Pernah sekali ia berharap untuk merayakan ulang tahunnya bersama Yebin kembali, sekali saja, harapnya saat itu. Setelah menunggu sekian lama, harapan itu terkabul. Dulu keinginannya itu terdengar mustahil. Sekarang, ia bisa merasakan dekapan tubuh kecil Yebin pada dirinya.

Minkyung membalikkan badannya setelah meraih hadiah yang diberikan Yebin. Ia memeluk ringan tubuh Yebin.

"Kamu masih inget aja sama ulang tahunku. Makasih ya, tapi aku harus balik ke kamar. Maafin karena nggak bisa lama-lama. Tapi serius deh, aku pinginnya di sini sama kamu."

Setelah itu, Yebin mengecup pelan bibir Minkyung. Lalu, bibir Yebin masih menyungging senyum. Kim Minkyung masih sama seperti yang dulu ia kenal, banyak omong.

"Kim Minkyungku sayang, bisa ada di sini sekarang aja aku udah seneng. Sampai ketemu di konser nanti ya. Semangat."

Minkyung kembali memeluk Yebin dan memberikan kecupan ringan di keningnya sebelum berlalu pergi.

-
Jam 11 malam waktu Tokyo, Gyuri yang sedang mendengarkan lagu lewat airpodnya di dalam van mendapat pesan balasan dari Yebin.

Istirahat, sayang. Aku pulangnya masih lusa. Kangeeeen jugaaaaaaa.

Ia tersenyum membayangkan sosok tengil kekasihnya itu. Segera, Gyuri membalas pesan Yebin.

Pulang dong, ngapain sih lama-lama?! Aku udah kangen banget pingin ngedusel kamu waktu tidur.

Gyuri membaca ulang pesannya yang sudah terkirim itu dan membuatnya senyum-senyum sendiri. Dua minggu adalah waktu yang lumayan juga untuk kangen banget sama Yebin.

Kadang baru ditinggal sehari aja, Gyuri sudah kangen sama rengekan manja Yebin. Pesan yang barusan masuk butuh waktu 2 jam ngebalesnya, berarti pesan yang ini mungkin akan dibalas nanti tengah malam. Dasar Kang Yebin!

Sesampainya mereka di hotel tempat mereka menginap, Gyuri yang sekamar dengan Chaeyoung menuju lantai 9. Sebagian dari mereka mendapat kamar di lantai 8 dan sebagiannya lagi di lantai 9.

"Uh? Ada paket?" Ujar Chaeyoung kaget sambil menunjuk sebuah kotak coklat yang ditaruh di depan pintu kamar mereka. Tidak biasanya ada bingkisan yang ditujukan pada mereka di depan kamar hotel begini.

"Apa dari penggemar?" Gyuri mengangkat kotak itu.

"Uh? untuk aku?" Ya, ada nama Gyuri di kotak tersebut. Chaeyoung malah khawatir kalau kotak itu berasal dari anti-fans ataupun sasaeng.

"Apa kita hubungi manager oppa saja?" Usul Chaeyoung sambil memasuki kamar mereka. Gyuri menggeleng.

"Nggak usah. Nanti dulu."

Setelah melemparkan tasnya ke sebuah sofa, Gyuri duduk di atas kasur sambil menggoyang-goyangkan untuk menerka-nerka apa isi kotak itu. Chaeyoung bergabung di sampingnya.

"Kira-kira apa isinya?" Tangan Gyuri mulai membuka segel pada kotak itu.

Kotaknya sudah terbuka. Gyuri, mengintip isi dari kotak itu. Chaeyoung merasa gugup dan berharap itu bukan paket dari orang yang mau mencelakai mereka.

Dokumen?

Gyuri menumpahkan isi kotak itu diatas kasur. Chaeyoung kaget bukan main. Matanya membulat. Karena ia terlihat panik, Gyuri langsung membungkam mulut Chaeyoung.

"Unnie it-it-itu b-bukannya.."

ia terbata.

"Lee Chaeyoung. Apapun yang kau lihat, jangan beri tahu siapapun. Siapapun. Termasuk manager oppa dan member lainnya. Anggap kau tak pernah melihat ini."

Ujar Gyuri yang sebenarnya juga terkejut.

A | Rore • MinkyebinTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang