-
Agatha duduk di taman seorang diri. Mencoba melupakan kejadian beberapa hari lalu yang menurutnya begitu menyakitkan jika dirasa. Ia sudah lelah menagis, lelah membiarkan dirinya tersiksa hanya karna seorang lelaki bernama Arga.
Sejak kejadian itu, hubungan Agatha dan Arga menjadi renggang. Agatha sengaja menjauhi Arga, agar ia bisa melupakan lelaki itu. Membiarkannya menikmati waktunya bersama sang kekasih. Tak mungkinkan jika Agatha marah pada cewek itu karena telah merebut Arga. Memangnya dirinya ini siapa? Keluarga, bukan. Pacar juga, bukan. Ia seorang perempuan yang hanya dianggap teman oleh Arga, dan tak lebih.
Seseorang menepuk pundaknya, ia sedikit terkejut karena mendapat pukulan tiba-tiba. Ia ingin memaki orang yang sudah mengejutkannya ini, yang hampir saja membuat jantungnya ini copot. Saat melihat siapa yang memukulnya tadi, ia mengurungkan niatnya karena orang itu adalah Azka-adiknya sendiri. Tak mungkin jika ia harus memakinya, karena bagaimana pun ia sangat menyayangi adiknya ini.
Azka duduk di samping Agatha dengan membawa buku tebal yang sedikit kusam.
"Kakak ngapain sendirian disini? Emang kakak nggak takut sendirian malem-malem di taman?" tanya Azka membuka suara.
Agatha mendongak menatap langit malam yang penuh dengan bintang. Menatap Azka dan kembali menatap bintang. "Lagi pengen keluar aja"
"Kamu ngapain disini?" sambungnya.
"Ini" Azka menyodorkan sebuah buku yang sedari tadi ia pegang di hadapan Agatha.
Agatha menoleh untuk melihat buku yang diberikan Azka padanya. Agatha mengernyit tak mengerti. Tahu maksud Agatha, Azka angkat bicara.
"Buku diary kakak, aku temuin di kamar kakak waktu di Jakarta dulu"
Agatha mengambil buku yang ada di tangan Azka. Kemudian, membuka perlahan buku kusam itu. Ia saja lupa bahwa ia mempunyai buku diary, makanya ia sedikit tak percaya.
Ia membuka lembar pertama. Terlihat tulisan tangan dirinya yang ia yakini itu adalah tulisan tangannya pada saat ia duduk di bangku SD. Tertulis "Buku Diary Agatha Sanaya Alexander". Hanya itu yang tertulis.
Kemudian, membuka lembaran kedua yang berisi sebuah foto yang memperlihatkan seorang remaja laki-laki yang sedang merangkul dirinya di bangku taman dengan tulisan ceker ayamnya yang bertuliskan "Agatha sayang kak Satria".
Membuka lembar demi lembar hingga ia menemukan sebuah foto lelaki yang seumuran dengannya sedang berdiri dengan memegang masing-masing satu permen lolipop memakai seragam sekolah yang sama.
'Apa ini sahabat gue? Iya ini dia, orang yang gue tunggu selama ini' batinnya.
Ia melihat foto itu, tapi tak ada satu tulisan pun yang tertulis di situ. Agatha membuka lembaran demi lembaran, namun yang ia temukan hanya sebuah foto dirinya dengan lelaki yang sebaya dengannya. Hingga ia menemukan sebuah tulisan panjang yang ia yakini itu adalah tulisannya pada saat ia sudah mulai meninggalkan bangku SD.
Dear Diary,
Hari ini adalah hari dimana orang yang selama ini jadi temen baik aku pergi. Dia bakal ninggalin aku sendiri disini, aku nggak punya temen selain dia. Selama ini, aku selalu bergantung sama dia, aku biarin dia ngisi hari-hariku, ngebiarin dia jadi kakak kedua setelah kak Satria.
KAMU SEDANG MEMBACA
AGATHA (END)
Fiksi Remaja(FOLLOW DULU BARU BACA) - Seorang gadis yang merasa hidupnya kurang beruntung seperti gadis pada umumnya. Merasa nasibnya sangat malang atau mungkin menyedihkan. Karena kesalahan yang pernah ia lakukan, ia mulai dijauhi dan memutuskan pergi. Dari s...
