Orang-orang mengatakan, dunia memiliki banyak sisi.
Maka inilah sisi gelap dunia yang belum banyak diketahui. Tentang kekuasaan, tentang hak, tentang kekejian, tentang tarik ulur pengkhianatan yang tidak pernah lepas dari jengkal hidup dan pararel.
...
Memori dalam ingatan ada untuk berputar. Dan permanen.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Saat itu, timku gagal menyembunyikannya."
"Maksudmu?"
"Data dalam buku. Kau tidak ingat? Kau lupa?"
Buku,
Buku,
Bukuㅡah,
Kim Wonpil yakin, dari sekian ratus buku dan lembaran yang pernah disentuhnya, pasti buku yang dimaksud oleh pria di belakang punggung ini adalah buku kesehatan tua yang pernah diurainya tidak sampai separuh halaman.
Buku yang membuat sebagian kepercayaannya jadi terasa janggal dan dihancurkan.
"Oh, aku ingat. Ada apa dengan buku itu?"
"Sebelumnya aku mau kau percaya, walau aku rasa ini sedikit ... tidak masuk akal."
Kim Wonpil menghela napas, singkat, sebelum akhirnya tegas berbalik menghadap sang partner.
Bukannya tanpa alasan, segelintir bagian dunia tahu Wonpil begitu benci dengan yang namanya basa-basi, namun partnernya yang terlalu santai ini mau tidak mau harus membuat Wonpil menahan diri dengan menggigit lidahnya sendiri sebagai bentuk perlawanan agar tidak sampai menggertak apa pun.
"Katakan."
Choi Sungyoon menimbang, mencari awal yang tepat untuk memulai, tidak lupa berdoa agar kesabaran pria di hadapannya ini tidak habis dalam waktu singkat.
Cukup sekali ia membuat pria itu tenggelam dalam amarah, tidak lagi.
Jadi Sungyoon mengangguk kecil, tangan itu membuka salah satu laci dari kabinet kerja miliknya. Sampai satu menit tiga puluh enam detik jemari Sungyoon memilah tumpukan dokumen di dalam sana, akhirnya, satu sampul dokumen berwarna cokelat muda dengan lambang keadilan dan hukum Korea Selatan, berpindah ke tangannya.
"Ini berkas perkaramu yang asli, aku yang memintanya lewat pengacaramu saat itu."
"Kau bahkan mengenal pengacaraku?"
"Aliansi hukum siapa dan bagaimanapun bentuknya, di tanganku adalah mudah."
Kim Wonpil mendengus lucu, membayangkan apa yang terjadi jika di tahun itu Sungyoon tidak sanggup bertahan hidup. Namun dengan begitu, Wonpil bisa melihat bagaimana pria Choi ini memang benar-benar tengah meyakinkan dirinya untuk percaya.
Atau itu hanya sebatas benang merah yang tidak pernah diketahuinya?
"Apa kau tahu, kenapa dia bisa menemukan lokasimu saat itu dengan spesifik? Karena aku lebih dari mengerti, bahwa dia sama sekali tidak tahu dan tidak peduli di mana kau tinggal."
"Dia punya pekerja sejenis badan pengintaian negara, namanya Park Seongjin."
"Benarkah? Aku baru mengetahuinya, tapiㅡya, ini jadi terdengar masuk akal."