7. Ekspetasi vs realita

1.4K 157 3
                                        

"RONI! FARIDA!"

Dua orang yang dipanggil dengan kompak memutar bola mata malas. Mereka berbalik menghadap perempuan yang memanggil nama mereka dengan seenaknya.

"Nama gue Reno Nya. Reno bukan Roni."

"Nama gue juga cuman Farid, gausah ditambahin jadi Farida. Gak maco lagi gue!" Sebal Reno dan Farid. Memang hal yang biasa, saat pacar dari sahabatnya ini mengubah nama orang seenaknya. Tapi tetap saja, hal itu membuat mereka kesal.

"Enakan Roni sama Farida, gampang dihafal tau!" Bela Anya.

"Ganti-ganti nama orang, emang lo mau doain?!"

"Iya entar gue doain. Gampang itu mah! Tinggal baca yasin kan?" Balas Anya.

"LAH LO MAU DOAIN NAMA APA DOAIN ORANG MATI NJENG?!" Teriak Reno.

"Entar nama baru kalian gue taruh di buku yasin. Dijadiin cover terus ada foto lo berdua, bagus gak tuh? Di kenang sepanjang masa."

"Adanya muka lo yang gue jadiin cover buku yasin!" Sungut Farid.

Anya tertawa geli, "Santai dong santai. Gue mau tanya ini."

"Tanya apaan? Jangan bilang lo mau tanya tempat jual buku yasin?" Sewot Reno.

"Lo sendiri loh ya yang bilang gitu, bukan gue. Kayaknya lo ngarep banget di bacain yasin." Tuduh Anya.

"Udahlah, lo mau tanya apaan?"

"Oke, gausah basa basi. Jadii ginii—"

"GASADAR DIRI SAT! ORANG LO YANG DARI TADI BASA-BASI!" Sela Farid emosi.

"Iya elah, maap deh. Serius ini, lihat Dayuni nggak?"

"Selingkuh dia, gak kuat sama lo yang gila." Balas Farid.

"Eh sembarangan!" Anya memukul lengan Farid kesal.

"Anjir, ampun ampun. Lo cantik-cantik tapi ganas banget kalau mukul."

"Tadi dia bilang ke perpus. Cari aja sana." Ucap Reno. Daripada melihat perang antara Farid dan Anya, lebih baik ia segera memberitahu gadis itu.

"Dari tadi kek!" Ucap Anya sewot lalu pergi meninggalkan Reno dan Farid.

"Sialan. Dasar mak lampir! Untung cantik lo." Gerutu Farid. Reno mengangguk membenarkan gerutuan Farid.

                                 *****

DORRR!!

"Gak kaget." Ucap Danu tanpa menoleh ke Anya.

Anya mengerucutkan bibirnya lalu duduk disebelah Danu.

"Buat kaget aja sih." Balasnya.

"Astaga kaget gue!" Danu nembuat ekspresi kaget yang sangat terlihat di buat-buat. Hal itu membuat Anya mendengus, lalu memukul lengan Danu.

"Ya gak gitu juga!"

"Terus gimana? Serba salah, heran aing."

"Udahlah lupain. Ngapain disini?" Tanya Anya karena tidak biasanya Danu ke puspustakaan.

"Ngasih sajen."

"Lo pelihara apaan? Mbak kunti? Tuyul? Atau siluman babi? Eh kalau siluman babi kan lo ya hehe." Anya terkekeh pelan. "Jangan melihara gituan ah, gabaik. Tapi kalau lo pelihara tuyul entar dapet duitnya bagi-bagi ya?" Lanjut Anya.

Danu menoyor kepala Anya, "Ngaco!"

"Sakitt!" Protes Anya sambil memegang kepala yang ditoyor Danu. Danu terkekeh, ia mengelus kepala Anya.

Love is not over [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang