"Mamiiiii....."
"Anyaa....."
Bintang menatap kearah Danu dan Anya bergantian, menunjukan kebingungan yang dirasakannya.
"Mamiii," panggil Bintang saat melihat Anya hanya terdiam.
Anya menoleh kearah Bintang, ia segera merubah ekspresi wajahnya menjadi tersenyum, "ayo pulang."
"Kakak ini sendili,"
"Gapapa. Dia udah besar."
Bintang menatap Danu, "Kakak belani sendili?"
Danu mengalihkan pandangannya ke bocah kecil itu, ia menatap lekat guna meneliti wajahnya. Satu yang Danu tangkap, tidak ada kemiripan disana. Tidak ada bagian wajah yang sama dengan Anya. Apa karena wajah itu tiruan dari Papinya? Yang berarti adalah laki-laki yang berstatus sebagai pasangan Anya.
"Dia siapa?" Tanya Danu entah kepada siapa.
"Mami Bintang, cantik kan?" Ujar Bintang ceria. Ia menjawab karena tatapan Danu mengarah padanya.
"Mami?" Lirih Danu yang masih bisa didengar Bintang. Bocah itu langsung mengangguk antusias.
"Anya,"
Anya mengalihkan pandangannya, enggan menatap Danu. Bukan karena tidak mau tapi untuk menutupi matanya yang berkaca-kaca.
"Ini maksudnya apa?"
"Masih perlu aku jawab? Bukannya udah jelas?" Balas Anya.
"Tapi aku perlu jawaban."
Anya memberanikan diri menatap Danu, "Bintang anak aku."
"Kalian gak mirip."
Jantung Anya berdegub kencang ketika mendengar kalimat itu, "kemiripan bukan patokan antara ibu dan anak."
"Buktiin,"
"Kakak jahat,"
Danu menatap Bintang tidak mengerti. "Mami nangis," tunjuk Bintang kearah Anya.
Danu langsung berdiri menatap Anya lekat, "Kamu bohong kan?"
"Apa gunanya bohong?"
"Sama siapa?"
Anya mengernyitkan dahi tidak paham. "Siapa cowok yang udah ngerebut kamu?" Terang Danu,
"Dia bukan perebut," bela Anya.
Danu tersenyum miris, "Jadi aku udah gak ada kesempatan ya?"
Anya menghembuskan napas pelan, menetralisir perasaan yang terasa mengganjal. "Bintang, ayo pulang," ajak Anya tanpa berniat membalas ucapan Danu.
Bintang turun dari kursi dan langsung digandeng oleh Anya.
"Dadaaa kakak," Bintang melambaikan tangan kearah Danu.
Sementara Danu hanya mampu terdiam menatap kepergian Ibu dan anak itu.
*****
"Bintang sama Opa dulu ya? Mami mau ganti baju."
"Ini boleh dilepas, Mami?" Tunjuk Bintang pada coats natal yang masih dipakainya.
"Boleh, minta tolong lepasin Opa, oke?"
"Okee!" Balas Bintang dengan mengangkat kedua jempol tangannya.
"Mami kenapa?" Tanya Jason -Papi Anya yang sudah menjabat sebagai Opa.
"Tadi ada kakak ganteng, Mami nangis."
KAMU SEDANG MEMBACA
Love is not over [Completed]
Fiksi RemajaRevanya Billa Giralda Danuarta Alfabian Maxston Ketika cinta yang dibangun sekian lama harus runtuh karena rasa bosan yang menghampiri salah satu pasangan. Ketika rasa bosan yang mampu merubah pemikiran orang. Ketika rasa bosan yang mendominasi hati...
![Love is not over [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/178379185-64-k251495.jpg)