9. Perjaka tingting

1.2K 137 7
                                        

Hari ini adalah pengumuman kelulusan. Semua siswa yang lulus bersorak senang, bahkan ada yang menangis bahagia. Mereka bertambah senang, karena semua lulus 100%. Tidak ada yang bersedih disaat orang lain bahagia, semua kebahagiaan terbagi rata.

Danu mengangkat tubuh Anya, reflek Anya langsung mengalungkan kedua tangannya pada leher Danu. Mereka terus berputar ditengah lapangan. Tawa bahagia terdengar keras dari mulut mereka. Para siswa ikut bersorak melihat adegan itu.

"Gimana? Udah percaya belum kalo gue emang pinter

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Gimana? Udah percaya belum kalo gue emang pinter." Ucap Danu sombong saat sudah menurunkan tubuh Anya.

"Tapi tetep gila." Balas Anya.

Sebenarnya Danu memang anak yang pintar, hanya saja otak pintar itu tertutup dengan kelakuan idiotnya. Hasil ujian lelaki itu sangat memuaskan, meskipun tidak peringkat pertama tetapi ia tetap masuk dalam lima besar. Sedangkan Anya masuk diurutan ke delapan.

"Terharu gue Dan ternyata lo lulus. Padahal gue udah siap rencana. Entar kalo udah kuliah, gue mau kesini. Mau dadah dadah ke lo. Niatnya pamer sama ngetawain karena lo gak lulus." Ucap Farid sok dramatis.

"Sebelum lo dadah dadah, udah gue lemparin bom duluan." Balas Danu.

"Tidak perlu repot-repot membeli bom nak. Kini ayahanda bangga padamu." Farid merangkul bahu Danu, lalu menepuknya keras.

"Nya, tadi gue taruh kapak di tas gue gak sih? Kalo iya, bawa kesini, ada tangan yang minta dipatahin." Ucap Danu kepada Anya.

Farid langsung melepas rangkulannya. Lelaki itu sok-sok an memijat bahu Danu. "Hehe santai bro santai. Capek gak? Gue pijitin nih, dijamin semua penyakit dari level terendah sampai tertinggi mabur semua."

Danu menjitak kepala Farid, "Pilih leher patah apa tangan lo yang patah?!"

Farid menyengir dan mengangkat dua jarinya tanda damai membuat Danu mendengus.

"Daripada ribut mending makan-makan lah cuy entar malem, ngerayain kelulusan." Ajak Reno.

"Lo traktir?" Ucap Jennie sahabat Anya.

"Tenang, ada bos ini. Gausah khawatir." Balas Reno sambil menepuk pundak Danu.

Danu mengernyit tidak terima. "Lah ngapa jadi gue bangsat?"

"Udahlah Dan, sebagai makhluk dengan kantong paling tebel diantara kita berlima, jadi sedekahlah dikit. Traktir orang lima gak bakal ngempesin dompet lo."

Danu mendengus, "Kaki lo gue kempesin!"

"Karena gue orang yang budiman dan berhati mulia. Gue bakal sedekahin sedikit dolar gue buat traktir kalian." Lanjut Danu membuat mereka bersorak senang.

                                 *****

"Nya, entar kalo gue tiba-tiba jadi miskin jangan tinggalin gue ya?" Ucap Danu tiba-tiba.

Love is not over [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang