Danu melambaikan tangan, ia menghampiri Anya dan langsung memeluk tubuh gadis itu.
"Welcome back..." Ucap Danu.
Danu merenggangkan pelukannya agar bisa menatap Anya, "Lelah?" Tanyanya.
Anya mengangguk, bibirnya mengerucut. Danu terkekeh geli, ia kembali memeluk Anya, kali ini lebih erat karena gemas.
"Permisi permisi, pelukannya bisa dilanjut nanti?" Ucap Nagita -mami Anya dengan nada menggoda.
Anya melepas pelukannya, lalu menatap mami nya sebal. "Ganggu." Gerutu Anya.
"Gausa ngegerutu, mami denger."
"Udah-udah, malah ribut. Itu Lisa daritadi dianggurin." Ucap Jason -papi Anya.
Anya menoleh kearah Lisa yang sedang terkekeh geli, ia menatap Lisa tidak enak.
"Sorry Lis, gue gasadar ada lo." Ucap Anya dengan cengirannya.
"Santai aja." Balas Lisa.
Lisa memang ikut menjemput Anya. Tadi, saat selesai kelas gadis itu langsung memaksa Danu agar bisa ikut menjemput Anya. Sedangkan, Reno, Farid, dan Jennie masih ada kelas yang tidak bisa ditinggal.
"Lis, lo duduk belakang ya? Biar Anya di depan." Ucap Danu saat mereka sudah berada di depan mobil. Mereka berpisah dengan orangtua Anya, karena mereka berbeda tujuan. Orangtua Anya kembali ke rumahnya, sedangkan Anya kembali ke Apartemennya.
Lisa mengangguk, ia langsung membuka pintu belakang dan duduk disana.
"Gue anter lo dulu baru anter Lisa." Ucap Danu kepada Anya.
"Kenapa gak anter Lisa dulu?" Balas Anya.
"Kasian, lo udah capek. Biar bisa istirahat langsung."
"Gausa, anter Lisa dulu aja."
"Rumah Lisa sama apart beda arah, Nya."
"Terus? Gue udah tidur lama di pesawat. Duduk doang di mobil gabakal buat gue pingsan." Jawab Anya ketus.
"Kok ketus?" Tanya Danu heran. Jelas heran, ia bicara biasa saja tapi balasan Anya seperti orang kesal.
"Udahlah, anter Lisa dulu. Daripada lo bolak-balik, ribet jadinya."
Danu tidak membalas ucapan Anya lagi, daripada ribut lebih baik diam. Padahal niatnya baik, ia hanya ingin cepat sampai di apart agar Anya bisa istirahat lebih baik.
Lisa yang mendengar perdebatan Danu dan Anya, lebih memilih diam. Ia tidak ingin ikut camput.
*****
Sekarang, mereka berada di kamar apartemen Anya. Danu terus memperhatikan Anya yang sedang merapikan pakaiannya.
"Kenapa sih? Badmood mulu daritadi. Perasaan di bandara gak kenapa-kenapa." Tanya Danu.
"Cuman capek."
"Tidur sini kalau capek. Entar biar gue yang beresin baju lo."
"Dikit lagi."
Danu menghela nafas, "Sayang.." panggil Danu.
"Apa?" Balas Anya tanpa menatap Danu, ia tetap fokus dengan kegiatannya.
"Sinii.."
"Ngapain?"
"Udah sini, sebentar.."
Anya menatap Danu, ia menurut lalu berjalan menuju Danu yang duduk di kasurnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love is not over [Completed]
Teen FictionRevanya Billa Giralda Danuarta Alfabian Maxston Ketika cinta yang dibangun sekian lama harus runtuh karena rasa bosan yang menghampiri salah satu pasangan. Ketika rasa bosan yang mampu merubah pemikiran orang. Ketika rasa bosan yang mendominasi hati...
![Love is not over [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/178379185-64-k251495.jpg)