Lima hari sudah terlewati, kini tersisa sembilan hari lagi sebelum keberangkatan Yudith ke Amerika. Hari terasa berjalan lebih cepat bagi Zahra dan Yudith.
"Hah~" Zahra menghela nafas berat. Ia menjauhkan es krim mocha yang dipesannya. Rifa memandangnya khawatir. "Jangan lesu dong, Ra. Semangat dikit!" hiburnya. "Ra, lu mules, ya? Kalo gitu, es krimnya buat gue aja, ya?!" timpa Tati. "Janganlah! Kesukaan gue, nih!" Zahra langsung kembali menyendok es krimnya.
"Abis ini, pada mau kemana, nih?" tanya Yani. "Ke Restoran Seafood!!!" sergap Tati. Rifa menyebut perutnya, "Makan mulu! Gemuk lu nanti!" Tati memeletkan lidahnya. "Bodo amat!"
"Oh! Btw, Ra! Kalau Yudith go to America, Abangnya ikut juga nggak?" tanya Tati. Zahra mengangkat bahu lesu. Yani mengikut Tati. "Baca situasi dong! Kita ngajak Zahra ngumpul tuh biar dia nggak mikirin Yudith terus!" ucapnya setengah berbisik. Tati manggut-manggut.
"Udah, Ra, jangan Lo pikirin! Mendingan, Lo abisin es krim Lo, terus kita ke game center aja, gimana, girls?" usul Rifa. "Oke! Gue setuju banget sama Lo!" Tati langsung mengiyakan. "Gue juga! Gue suka banget main di sono!" sahut Yani. "Ya, udah! Kalo kalian ikut, gue juga ikut!" ucap Zahra senang. "Nah, gitu dong! Senyum! Kan cantik jadinya!" goda Tati.
...
"Gak ketemuan sama Zahra?" tanya Adith. Yang ditanya menggeleng sambil memilah beberapa buku, lalu memasukkannya ke dalam koper hitam. "Kenapa?" "Lagi jalan sama temennya, mungkin biar dia nggak terlalu terbebani dengan keberangkatan gue ke Amrik," jawab Yudith tanpa menoleh. Adith hanya berkata 'oh' lalu pergi ke dapur untuk memasak makanan.
Yudith menghentikan kegiatannya. Ia memandangi ponselnya. Sembilan hari lagi, keberangkatan dirinya ke Amerika akan menjadi perpisahan yang berat baginya serta Zahra. Mungkin.
Yudith masih ragu. Apakah Zahra akan menunggunya untuk kembali, ataukah saat ia kembali, Zahra sudah memiliki yang lain? Pikiran itu terus menghantuinya. Tiap malam Yudith selalu cemas. Ia berharap Zahra tak akan berpaling darinya. Tiga tahun. Waktu yang cukup lama. Apakah hubungan mereka masih bisa bertahan setelah berpisah selama tiga tahun?
Yudith membuang jauh-jauh pikiran itu. Ia kembali memilah bujuu yang akan dibawanya. Ia yakin Zahra pasti bisa menunggunya. Ia harus yakin pada pacarnya. Zahra bukanlah Lisa yang pergi ditinggal sebentar, sudah main dengan pria lain. Alasannya juga tak jelas.
"Zahra pasti bakal nungguin gue! Itu pasti!" ucap Yudith dalam hati.
...
Tring
Ponsel Tati berdering, menandakan pesan masuk. Tari yang sedang asyik menonton televisi, langsung menyambar ponselnya. "Wahhh... Dari Bang Adith, hehe..." ucapnya girang.
"‘Bang Adith’, saha ieu? Pacar lo?" Tulus bertanya. "Kepo aja Lo. Udah sono pergi, ganggu gue!" usirnya. "Dih, galak amat, Bos!!" Tulus segera pergi.
Bang Adith
Assalamu'alaikum, lama nggak ketemu dan nggak ngasih kabar.
You
Waalaikumsalam
Iya udah lama ya, Bang hehe...
Bang Adith
Lha? Kok manggilnya Bang sih, Pak? Lupa sama saya?
You
Lha, Abang lupa sama saya?
Bang Adith
Ng?
Siapa emangnya ya?
You
Astaghfirullah!!!!
Abang, ini saya, Tati temennya Zahra!
MasyaAllah! Belum ketemu beberapa minggu aja udah lupa gini
Bang Adith
Hahaha...
Bercanda saya
You
Ih kirain beneran!
Bang Adith
Btw, udah tau tentang Yudith berangkat ke Amerika?
You
Iya, Bang, udah denger kok
Bang Adith
Tentang itu, aku juga nanti ikut Yudith ke sana buat kerja...
Deg!
Mata Tati terbelalak. "Kerja? Ke Amerika? Hh! Jauh amat!" gumamnya.
You
Beneran ini, Bang?
Bang Adith
Beneran lah
Bos saya hilang saya kerja di Amerika setengah tahun, sekalian ngawasin si Yudith
"Lha? Setengah tahun? Lama bener! Gimana jadinya gue gak ada Bang Adith. Zahra aja yang ditinggal tiga tahun udah lemes kayak gitu... Gue yang baru mau ditinggal setengah tahun aja udah gelisah begini... Emang ya, cinta itu bikin orang kerepotan melulu! Kapan sih lu nggak ngerepotin gue, dasar Cinta!!!!" Tati sgera menutup ponselnya dan pergi ke kamar untuk tidur.
"Lu nggak matiin noh televisi?" tanya Tulus. "Matiin aja sendiri! Malez gue!!!!" sahut Tati. "Dih ngegas, dasar cewek!"
...
Hari Rabu yang panas membuat para murid berdiam diri di bawah tempat yang teduh. Hanya segelintir siswa-siswi yang bermain di lapangan yang tanahnya seperti bara api. Zahra dan ketiga sahabatnya duduk di bawah teduhnya pohon belimbing yang berada tak jauh dari lapangan.
"Lu kenapa, Ti? Lemes banget kayaknya..." tanya Yani yang sedari tadi memperhatikan temannya itu. "Gue galau banget, guys." "Galau kenapa emnagnya?" "Jadi, Bang Adith, ikut si Yudith ke Amerika katanya." Ketiga sahabat Tati melongok.
"Hah? Beneran?"
"Iya... Huhuuu..."
"Berapa lama?"
"Setengah tahun sih..."
"Ya elah setengah tahun doang!"
"Bagi orang yang sedang jatuh cinta mau sejam kek, lama tauk!"
"Lu masih bisa ditolerir, nggak kayak Zahra, udah pacaran abis itu LDR tiga tahun. Lu belum pacaran ditinggal setengah tahun aja udah lembek kayak kodok keinjek kaki aja!"
"Jahat banget, sih, Yani!!!!"
_
___________________________________
Slow Update, mohon maklum ya...
Banyak hambatan...
KAMU SEDANG MEMBACA
ZAHRA✓[COMPLETED]
Roman d'amourSeorang siswi bernama Zahra tak sengaja masuk ke dalam kehidupan Yudith yang merupakan seniornya yang juga seorang The Most Wanted di sekolahnya. Siswi bernama Zahra itu terus-menerus memenuhi pikiran Yudith. Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Co...
![ZAHRA✓[COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/156388805-64-k699943.jpg)