Natasya pergi selama lima tahun lamanya. Tak ada yang tahu keberadaannya. Di tahun kelima Natasya menghilang, ia bertemu dengan Tati. Lebih tepatnya, Tati lah yang menemukan Natasya tengah menggandeng tangan seorang pria tinggi nan putih.
"Natasya? Sama... Rio?!" ucapnya hampir menjerit. Yani tak percaya. Rio adalah pacarnya saat ini. Dia menggeram kesal. Ia mendekati mereka berdua.
Tentu saja Rio dan Natasya terkejut melihat kedatangan Yani. Pertama Tati menegur Rio, "Ini siapa?" tanyanya ketus. "Yani... Aku bisa jelasin..." ucap Rio. Hening. "Cepetan! Katanya mau jelasin!" pinta Yani yang kini merasa kepalanya sudah mau meledak.
"Yani, ini Natasya, pacarku..." jawab Rio lirih. Yani terperangah tak percaya. Sedangkan Natasya, hanya menatap Tati dengan bibir yang membentuk senyuman.
"Terus aku ini apa bagi kamu?!" tanya Yani lirih. Matanya sembap. Perlahan air mata mengucur dari sudut matanya, turun ke pipi dan menetes ke permukaan tanah.
"Yani, maafin aku. Kita... Putus..."
Yani marah, tangannya menampar wajah Rio dengan bunyi yang keras. Karena tamparan itu, kini mereka menjadi tontonan gratis anak SMP Sukamaju.
Sejak saat itu, Yani selalu melihat Natasya menggandeng berbagai cowok yang berbeda setiap waktu. Dalam hati, Yani bergumam, dasar playgirl sialan!!!
...
Zahra dan Tati mengangguk-angguk setelah mendengarkan cerita dari Yani yang lumayan berkisar itu. "Jadi sejak saat itu, Lo liat Natasya jadi playgirl?" tanya Zahra, bermaksud untuk memastikan. Yani mengangguk. "Wah dasar Jalang tuh cewek!" umpat Tati.
"Tapi... Kenapa? Apa ada hubungannya sama keluarganya?" Zahra masih bertanya, sekedar ingin tahu. "Gak tahu juga sih. Tapi menurut gue, dia begitu biar gak kesepian. Gue juga gak tahu kenapa harus cowok yang dia gandeng..." jawab Yani.
Zahra manggut-manggut. Tiba-tiba Yudith datang mengagetkan mereka. "Zahra sayang! Di sini rupanya. Kok gak ngajak-ngajak?" Zahra mendorong tubuh Yudith, merasa jijik sebab dipanggil sayang oleh mahkluk satu itu.
Tak lama kemudian, bel masuk berbunyi. Para murid kelas lain di yang masih nongkrong di kelas Zahra terpaksa keluar untuk segera memasuki kelas masing-masing. Bel itu bagaikan suatu perintah mutlak yang harus di patuhi para murid, tak terkecuali bagi Yudith.
"Yah... Udah bel. Aku balik dulu ya sayang... Nanti aku anterin pulang," ucap Yudith. "Biasanya kan emang dianterin pulang," papar Zahra. "Iya ya? Hehe... Ya udah deh. Yang penting kalo aku belum keliatan tunggu di parkiran aja ya?" Zahra mengangguk lesu. Ia masih tak percaya sudah menjadi pacar seorang Yudith yang amat dibanggakan oleh para siswi di sekolahnya.
...
Yudith baru saja keluar dari kelas Zahra dkk, tiba-tiba berpapasan dengan Rifa yang entah dari mana. Rifa menatap Yudith dengan mata berseri-seri. "Kak, Yudith? Abis nyariin aku ya?" tanya Rifa berharap. Yudith mengangkat sebelah alisnya.
"Nggak, kok. Gue abis ketemu sama Ayang Babe gue hehe... Duluan ya," jawab Yudith. Senyum Rifa perlahan memudar.
Dalam hati dia bergumam, Zahra lagi, Zahra lagi! Gak ada cewek lain apa selain Zahra?!
...
Tepat pukul 15.00 sore hari, bel pulang sekolah di SMA Pelita Harapan berbunyi nyaring. Seluruh murid berhamburan keluar kelas dengan berbagai tujuan. Dan tak perlu repot-repot Author ini menjelaskan apa dan kemana saja tujuan mereka karena banyak sekali.
Seperti biasa, Yudith sudah menunggu pacarnya di depan kelas IPA 10-A. Dilihatnya Zahra masih membereskan buku-bukunya yang berserakan di atas meja.
KAMU SEDANG MEMBACA
ZAHRA✓[COMPLETED]
RomanceSeorang siswi bernama Zahra tak sengaja masuk ke dalam kehidupan Yudith yang merupakan seniornya yang juga seorang The Most Wanted di sekolahnya. Siswi bernama Zahra itu terus-menerus memenuhi pikiran Yudith. Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Co...
![ZAHRA✓[COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/156388805-64-k699943.jpg)