🌸ASSALAMUALAIKUM🌸
HAPPY READING🌸
FATIMAH
Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada Manusia
(ALI BIN ABI THALIB)
-BAGIAN LIMA-
Fatimah kalut dengan rasa khawatirnya, satu hari full Pian tidak memberi kabar kepada Fatimah.
"Abi ke mana sih," ucapnya kepada handphone yang tengah ia pegang.
"Kenapa gak ngabarin Fatim kayak gini." Lanjutnya sembari duduk ditempat tidur kamarnya.
Fatimah termenung menatap langit-langit kamarnya, ia menarik nafas panjang lalu bangkit dan berjalan menuju balkon kamarnya.
"Senja," ucapnya pelan.
"Aku jadi teringat, ketika pertama kali bertemu Abi," ucapnya menatap Langit yang berwarna jingga ke unggu-an itu.
Fatimah tidak mengalihkan pandangannya dari langit, ia tiba-tiba teringat ucapan Satria kemarin
Flashback
"Maaf Tim, aku mukul Pian sampe babak belur. Aku khilaf. Aku terbawa nafsu, Tim," ucap Satria lirih.
Fatimah terdiam Ia sudah menebak hal ini pasti terjadi. "Fatim ngerti Kak."
"Hanya saja, Fatim belum mendapat kabar dari soal itu dari Abi," ucap Fatimah dengan pelan.
"Meydina tidak memberi kabar tentang Pian?" Tanya Satria dengan tatapan serius.
Fatimah menggeleng sebagai jawaban. "Meydina bilang kalau Abi baik-baik aja, tapi sekarang aku jadi kurang yakin."
"Aku mukul Pian sekuat tenaga, mana mungkin dia bisa baik-baik aja."
Flashback
Fatimah menarik nafas panjang, dadanya mulai terasa sesak dan matanya mulai memanas.
"Nggak... nggak... aku harus kuat. Ayo Fatim jangan nangis! Kamu udah janji akan kuat dan ikhlas," ucapnya kepada dirinya sendiri.
Genggaman tangannya pada pagar balkon semakin melemah. Ia tak bisa menahannya, ia mengaku kalah, ia belum bisa menepati janjinya, ia runtuh dari pijakannya.
"Kenapa? Kenapa harus aku yang merasakan sakit ini," ucapnya dengan tangisan yang pilu.
Di tengah-tengah tangisannya, ia mendengar suara dari handphone nya, terpampang nama Suaminya.
"Abi telepon?" Bagai mendapatkan hadiah, Fatimah senang luar biasa ke khawatirkan dan kesedihannya menjadi hilang seketika.
Fatimah:
Assalamualaikum Abi.
Abi:
Waalaikumsalam Umma.
Fatimah:
Abi apa kabar? Kenapa telepon Umma tidak pernah diangkat dari kemarin?.
Abi:
Abi baik-baik saja Um. Malam ini Abi pulang ke rumah Umma kok, Abi rindu Umma.
Fatimah:
Cepat pulang, banyak hal yang ingin Umma tanyakan, dan Umma juga Rindu.
Abi:
Haha, iya tenang saja. Bada isya, Abi sudah di rumah.
Fatimah:
Umma tunggu.
KAMU SEDANG MEMBACA
FATIMAH [ TERBIT ]
Fiction générale[ TERBIT ] Tersedia di Shopee dan Tokopedia. Aku bukanlah Saudah binti Zam'ah yang rela dimadu oleh banyak Wanita. Aku hanya wanita biasa yang selalu merasakan cemburu ketika suamiku bersama wanita lain. Aku hanya wanita biasa yang tak rela jika sua...
![FATIMAH [ TERBIT ]](https://img.wattpad.com/cover/187618932-64-k783143.jpg)