"HAI OLA"

6.8K 225 3
                                    


Author pov

"Yang, kaos kesukaan aku lagi dicuci ya?," tanya Rio sambil menggosok kepalanya dengan handuk

Viola masih sibuk dengan ponselnya sampai dia tidak mendengar ucapan Rio.

"Yang, hallooooo."

"Eh iya kenapa, yang?," Viola meletakan ponselnya di atas nakas lalu menghampiri Rio

"Liat apa sih di hp sampe aku ngomong engga didengerin?," ucap Rio kesal

"Iya maaf, yang. Aku abis balesin chat. Tadi kamu minta apa?."

"Chat sama siapa sih sampe senyum-senyum begitu. Aku tadi nanya kaos kesukaan aku lagi cuci?."

"Oh itu, udah dicuci sama serika ibu Sri cuma masih di tempat cucian bawah."

"Ya udah aku aja yang ambil, kamu mandi sana."

"Aku titip ambilin daster yang dibawain ibu ya."

"Oke bos."

Rio langsung memakai kaus kesukaannya begitu menemukannya di tumpukan pakaian yang sudah rapi. Tidak ada yang spesial dengan kaus itu, hanya kaus murah yang Viola belikan di bazar dekat rumah mereka, kausnya pun sudah agak lusuh tapi Rio tidak mau membuangnya "makin belel makin enak," begitu katanya setiap Viola ingin membuangnya.

Rio kembali ke kamar sambil bersiul dengan daster batik di tangan kirinya. Dia meletakan daster itu di kasur, tidak sengaja Rio melihat ponsel Viola di atas nakas Rio masih sedikit penasaran dengat siapa Viola chatting tadi. Diliriknya arah kamar mandi, Viola masih di dalam sana.

Rio membuka kunci ponsel Viola lalu membuka salah satu aplikasinya.

"Apaan nih kok bisa sih dokter itu chat Vio pake minta dipanggil nama lagi cuih

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Apaan nih kok bisa sih dokter itu chat Vio pake minta dipanggil nama lagi cuih. Ini lagi Viola namain kontaknya dokter Tobias ganteng perasaan dia gak ganteng deh," ucap Rio kesal lalu meletakan ponselnya kembali ke atas nakas

Rio duduk di tepi kasur dengan perasaan kesal. "Daster aku mana, yang?," tanya Viola begitu dia keluar dari kamar mandi, Rio hanya menunjuk dengan dagunya.

"Kamu udah pesen makanannya belum, kalo belum aku mau nambah ayam gepreknya satu lagi tapi yang paha, yang. Pas mandi aku kepikiran gadoin paha ayam," ucap Viola yang tidak ditanggapi Rio

"Kamu kenapa sih?."

"Aku mau kita pindah rumah sakit."

"Aku gak mau. Aku udah nyaman di sana lagi pula dari awal ak-."

"Bilang aja biar bisa ketemu terus sama DOKTER TOBIAS GANTENG bukan gitu, OLA?," Rio memotong ucapan Viola dengan sengit

"Kamu baca chat aku?," tanya Viola tenang

"Iya. Kenapa kamu gak suka?."

"Yang aku engga suka itu kalo kamu abis baca terus jadi ngambek gini," Viola tersenyum melihat Rio yang masih terdiam dengan wajah kesal.

Dengan sengaja Viola membuka handuk dan mengganti pakaiannya di depan Rio. Viola menahan tawanya melihat ekspresi yang ditunjukan Rio, dia membuka mulutnya hendak protes tapi dibatalkan yang kemudian Rio lakukan adalah naik ke atas kasur memunggungi Viola.

Rio merasakan kasurnya bergerak, dia tahu Viola sekarang ada di belakangnya. "Jadi pesen makan gak, yang."

"Hm!."

"Kamu ayam bakar atau ayam geprek kaya aku?."

"Kar!," Rio menjawab pertanyaan Viola dengan singkat sampai-sampai menyingkat 'bakar' menjadi 'kar'

"Ada yang mau dipesen lagi gak?."

"Gak!."

"Ya udah."

Selesai memesan makanan Viola menatap punggung Rio sambil tersenyum

"Nak, mommy mau cerita tentang dokter ganteng yang ada di rumah sakit."

"Ehem," Rio berdehem kencang

"Namanya dokter Tobias, dia pengganti dokter Manda. Dokter Tobi yang nolong kita waktu sakit, nak. Dia juga perhatian sama mommy, selalu tanyain keadaan mommy gimana terus suka ingetin mommy buat minum vitamin supaya kamu sehat terus, nak. Perfect banget kan dokter Tobi itu udah ganteng, perhatian, baik banget lagi."

"Tapi, mommy udah terlanjur cinta sama cowok yang minjemin sepatunya waktu sepatu mommy diambil guru waktu sekolah dulu. Dia rela engga pake sepatu dan dihukum guru. Tapi dia orangnya nyebelin masa suka curi-curi cium mommy, nakal banget kan ya," Rio tersenyum dengan posisi masih memunggungi Viola

"Dia suka temenin mommy makan es krim padahal giginya suka engga kuat makan es krim. Dia suka buatin PR menggambar mommy soalnya mommy kalo gambar jelek. Dia juga jago masak nanti pasti kamu suka banget makan nasi goreng buatannya. Pokoknya banyak banget hal yang bikin mommy cinta sama cowok ini, sampe mau-maunya loh mommy balikan sama cowok ini padahal kita udah pisah," Rio mengubah posisinya menjadi berhadapan dia mencium dahi Viola cukap lama

"Tuh kan curi-curi cium mommy lagi," Rio tertawa

"Udah gak ngambek lagi?."

"Vio, aku gak suka dia chat kamu apalagi dia sok akrab gitu dan juga aku gak suka kamu namain kontak dia begitu."

"Tapi kenyataannya emang ganteng, yang," Viola kembali menggoda Rio

"Vio aku engga becanda ya," Rio menjawab dengan serius

"Iya. Lagian kan yang kita omongin seputar kehamilan aku, yang. Engga ada yang macem-macem."

"Aku tetep gak suka apalagi pake emot-emot gitu. Aku mau kamu ganti nama dia di kontak kamu dan aku mau kamu tetep panggil dia dokter jangan cuma namanya aja biar dia sadar kalo hubungan kalian itu cuma sebatas pasien sama dokter aja."

"Iya. Iya. Lagian ya kamu engga perlu cemburu sama dia kata tante Aisyah dokter Tobi itu udah punya suami."

"Istri," Rio mengoreksi ucapan Viola

"Suami, sayang. Udah ah ayo ke bawah itu abang delivery nya udah dateng," Viola melangkah meninggalkan Rio yang masih shock

.....

Viola mengeluarkan semua makanan dari dalam plastik. Dia meletakan ayam bakar beserta nasi putih di depan Rio.

Rio memandang menu makanan Viola lalu kembali memandang menunya. "Kenapa engga dimakan?," tegur Viola.

"Kok aku ayam bakar aja. Itu kamu ayam geprek dua, ada tahu sama tempe terus ada cah kangkungnya minumnya kamu jus aku air putih doang."

"Makanya kalo ditanya itu jawab!."

"Tadi kan aku lagi ngambek kenapa engga pesenin aku juga."

"Nah siapa suruh ngambek-ngembek. Mohon maaf nih pak Rio saya gak bisa bagi-bagi ini porsi berdua sama anak saya, pak," Viola menyuap makanannya. Sebenarnya cah kangkung dan tempe memang Viola pesan untuk Rio, dia hanya ingin melihat Rio menyesal karena aksi 'ngambek' tadi.

Rio memakan makanannya dengan pelan. Tiba-tiba Viola menaruh tempe dan kangkung di piring Rio "Kata anak saya dia mau makan bareng sama daddy nya," Viola tersenyum

"Tolong bilangin sama anaknya, daddy nya sayang banget sama dia. Sayang banget juga sama mommy nya," Rio menggigit tempenya sambil tersenyum

BERSAMBUNG



STAYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang