Jeon Jungkook
“Aku hamil, Jeon.”
Saat itu juga, aku tahu duniaku runtuh seketika. Aku menunduk, melemah, rasa-rasanya, seluruh kekuatan di dalam tubuhku lenyap saat tiga kata itu keluar dari mulut Aera—kekasihku.
Aku tahu jelas bahwa ia memang hamil. Terbukti dari alat pendeteksi kehamilan di tanganku ini yang menunjukkan dua garis, dan itu berarti positif.
Tapi, ya Tuhan, aku masih muda! Bahkan usiaku masih dua puluh tahun, dan aku sudah diberikan cobaan begitu berat seperti ini? Tuhan, tolong maafkan kesalahan dan dosa yang telah kuperbuat, tapi kumohon, aku belum siap untuk menjadi seorang ayah. Aku benar-benar tidak siap untuk menikahinya, meski aku tahu bahwa ia hamil karenaku.
Jawabannya adalah anak yang ada dalam kandungannya itu adalah anakku. Aku sangat yakin akan hal itu karena memang aku yang melakukan seks bersamanya untuk yang pertama kalinya tanpa menggunakan pengaman. Karena aku begitu semangat malam itu, jadi aku tidak kepikiran untuk mencari alat pengaman.
Dan, sekarang, inilah hasilnya. Ada kehidupan baru di dalam perut Aera dan itu bagian dari diriku. Aku tidak mungkin menyuruh Aera untuk menggugurkannya. Yang ada dalam perutnya itu anakku. Darah dagingku.
“Jeon, jangan diam saja. Kumohon, katakan sesuatu.”
Aku menarik napas dan tetap menunduk. Aku tahu bahwa aku sedang menjadi seorang bajingan disini. Aku ingin menghindari ini semua. Aku mencintai Aera. Iya, memang. Tapi jika untuk menikahinya—kurasa, sampai kapanpun aku tidak akan siap.
Pasalnya, menikah dan memiliki anak tidak pernah menjadi bagian dari keinginanku. Aku belum siap menikah atau punya anak. Setidaknya, untuk sementara ini, aku belum memikirkan hal itu.
Tapi—ah sial, ini salahku.
Tuhan, apa yang harus kulakukan?
“Maaf, Aera-ya. Aku benar-benar minta maaf, tapi aku tidak bisa.” Kudongakkan kepalaku agar aku bisa melihat ekspresi wajahnya.
Aera terkejut dan ia menggeleng, “tapi ini anak—”
“Aku tidak bisa.” Jawabku tegas.
“Kau ingin aku untuk mengaborsinya? Begitu? Jungkook, aku bahkan tidak menyangka bahwa lelaki yang kucinta bisa menjadi seorang bajingan pengecut seperti dirimu. Di mana Jeon Jungkook yang mengatakan akan selalu menemaniku sampai kapanpun, di mana Jeon Jungkook yang berjanji akan melewati masa-masa sulit bersamaku? Di mana dia?”
“Aera, aku belum siap. Kau boleh memarahiku sesuka hatimu, tapi aku benar-benar belum siap.”
Aera menggeleng lagi. “Kau benar-benar pengecut, Jeon Jungkook. Kau payah. Kau lemah. Kau lari dari tanggung jawabmu,”
“Aku tidak bermaksud lari. Aku tahu yang berada dalam perutmu itu adalah anakku. Aku tidak pernah memandang ke arah lain padamu—seperti berpikir bahwa kau selingkuh dibelakangku dan dihamili orang lain, jawabannya tidak—aku tidak pernah berpikir seperti itu, karena aku yakin, kau wanita baik-baik, dan kau juga setia. Tapi jika kau ingin aku untuk menikahimu, jawabannya, aku tidak bisa. Aku. Tidak. Bisa.”
KAMU SEDANG MEMBACA
BABYSITTER
FanfictionMenjadi babysitter bukanlah hal yang mudah. Terlebih lagi menjadi babysitter untuk tiga bayi kembar milik pria tampan seperti Jeon Jungkook. It was all fun, until one of them started to fall in love. STARTED: June 24th, 2019. FINISHED: September 26t...
