18: Truth

5.3K 471 62
                                        

“They told me I couldn't go higher. I'm flying with my wings on fire. I get this feeling when you hold me close. I know it's burning but I won't let go.”
—Jeremy Zucker, Icarus—

-

Sifra Lee

Malu.

Satu kata itu mampu menggambarkan keadaanku saat ini secara keseluruhan. Maksudku—dammit, aku baru saja memimpikan Jungkook. Kami berdua—fuck my life! Sudahlah, tidak perlu di bahas lagi. Sekarang wajahku pasti merah sekali dan aku sangat malu di hadapan Jimin.

Kalimatnya itu membuatku memberikan senyum canggung kepadanya. "Oke, baiklah. Bisakah kau keluar dari kamarku sekarang? Aku ingin bersiap-siap, oke?"

"Tapi, kau tidak apa-apa, kan?"

"I'm fine, Jim."

Jimin pun mengangguk dan ia pergi dari rumahku. Aku ke kamar mandi untuk membersihkan celanaku. Aku berdecak dan terus mengumpat. Aku mengucapkan sumpah serapah pada Jungkook karena selalu saja mengganggu pikiranku—bahkan sampai masuk ke dalam mimpiku! Bayangkan saja, seberapa toxic nya dia?

Selesai membersihkan diri di tengah malam, aku kembali ke kamar dan berbaring di ranjangku. Mencoba untuk tidur lagi. Namun, aku takut jika Jungkook kembali datang ke mimpiku. Aku tidak mau memikirkannya apalagi sampai memimpikannya lagi. So fucking toxic and I hate that because I can’t get him off of my mind.

Pada akhirnya, aku mengambil ponselku dan aku pun melihat banyak sekali panggilan tidak terjawab dan pesan masuk dari Jungkook.

Jeon Jungkook:
Hei, kau ada dimana? Please call me back! I'm so fucking worried right now but I can't go to Seoul.

Jeon Jungkook:
Fuck, you really want to make me suffer, huh?

Jeon Jungkook:
It's late. 23:45. I bet, your friend already take you home, right? Mungkin sekarang kau sudah tidur. Maaf jika aku mengganggu.

Jeon Jungkook:
Good night💜

Aku menggigit bibir seraya mulai mengetik sesuatu sebagai balasan. Aku mengetik, tapi menghapusnya lagi. Nanti kuketik lagi, tapi kuhapus lagi kemudian. Ah, serba salah. Aku bingung harus jawab apa padanya.

Pada akhirnya, aku memutuskan untuk menjawab . . .

Sifra Lee:
Sorry. But good night too, Jungkook

Setelah memberikan balasan kepadanya, hatiku terasa tenang dan kini, aku tidak masalah jika Jungkook datang lagi ke dalam mimpiku.

Meski aku tahu bahwa Jungkook tidak akan dengar, tapi aku mengatakan, "good night and have a sweet dreams, Jeon Jungkook."

[7 hours later]

Aku berangkat ke kampus dengan terburu-buru pagi ini. Pasalnya, aku saja baru bangun pukul 7:35 a.m. dan aku tidak sempat untuk bersiap-siap. Hanya sekadar membersihkan diri dan memakai pakaian kasual saja. Ya, meski aku memang selalu memakai pakaian kasual—tapi tetap saja, yang namanya terburu-buru itu tidak membawa kebaikan pada akhirnya.

BABYSITTERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang