“But we know this, we got a love that is hopeless.”
—Little Mix, Secret Love Song—
-
Sifra Lee
Aku berbaring diranjang dengan Taehyung berada di sebelahku. Aneh rasanya, sebenarnya. Kami yang berawal tidak mengenal satu sama lain, namun kini bersama berbaring diranjangnya dengan keadaan kami tidak mengenakan apapun. Hanya selimut tebal yang menghangatkan.
Mata Taehyung masih tertutup rapat. Sepertinya ia begitu lelah. Aku memilih untuk membelai rambutnya. Keadaan pagi ini masih terlihat begitu gelap. Mungkin memang belum terlalu pagi, jadi sang surya belum bisa menampakkan dirinya.
Aku mengecup pipi Taehyung dan rambutnya. Kubisikkan padanya, “thank you for the amazing night, Kim Taehyung. Maybe it’s time for me to go now,”
Baru saja aku ingin bangkit, sebuah tangan menahanku dan membuatku kembali berbaring lagi, namun kali ini bukan diranjang, melainkan disebuah dada seseorang. Tentu saja Taehyung. Kutatap dirinya yang masih menutup mata. “Tae—”
“Shhh, you ain’t going anywhere, Princess.”
“Kukira kau masih tidur.”
“Apa kau selalu seperti ini?” Taehyung perlahan membuka matanya dan ia menatapku. “Setelah kau melakukan ini dengan seseorang, kau langsung pergi begitu saja? You think this is a one night stand?”
Aku mengendikan bahu. “Kukira—”
“Jangan suka berasumsi seperti itu, Sifra. I don’t want you to go. Stay here. If I can, I want you to live here with me, forever. Karena ini bukanlah hanya sebuah one night stand. Kau tahu bahwa aku mencintaimu, Sif.”
“Ya . . . tapi, aneh saja.”
“Aneh bagaimana?”
“We aren’t even in a relationship. So, why should I stay here? If I want to leave, I will. You can’t tell me what I can or can’t do, Kim Taehyung.”
Taehyung menaikkan alisnya. “Jadi begitu? Karena kita tidak berada didalam suatu hubungan? Hanya itu alasannya? Oke baiklah, kau mau aku melakukan apa? Bertanya padamu apakah kau mau menjadi kekasihku atau langsung melamarmu saja?”
“Oh—tidak!”
“Kenapa?”
“Jungkook sudah melakukan hal itu sebelumnya, dan lihat sekarang, dia menyakitiku.”
Taehyung berdecak. “Aku bukan Jungkook, Sifra. Aku berbeda darinya. Aku benar-benar mencintaimu dan kau harus tahu itu. Kau harus bisa membedakan diantara aku dan Jungkook.”
“Jimin tidak mencintaiku, tapi dia juga menyakitiku. Aku hanya—semua ini seperti permainan saja. Aku kalah, aku harus pergi, dan aku sakit hati. Itu menyakitkan.”
“Don’t sacrifice everything you want for a man who won’t make those sacrifices for you. You’re better than that.”
“Tae—”
“I love you. How many times do I have to tell you that?”
KAMU SEDANG MEMBACA
BABYSITTER
FanfictionMenjadi babysitter bukanlah hal yang mudah. Terlebih lagi menjadi babysitter untuk tiga bayi kembar milik pria tampan seperti Jeon Jungkook. It was all fun, until one of them started to fall in love. STARTED: June 24th, 2019. FINISHED: September 26t...
