29: Forever

4.5K 407 43
                                        

“Let the storm in. I cannot be broken. No, I won’t live unspoken, 'cause I know that I won't go speechless.”
—Naomi Scott, Speechless—

-

Jeon Jungkook

Dua botol vodka sudah kutenggak habis. Kacau sekali pikiranku saat ini. Kepalaku pusing, hatiku sakit, dan aku menyayat pergelangan tanganku. Karena aku masih menginginkan vodka lagi, jadi aku berdiri untuk mengambil satu botol di wine cellar-ku.

“Berhenti, Jungkook.” Suara wanita yang sangat khas ditelingaku itu membuatku menoleh. Aera berdiri, menatapku dengan tajam, dan dalam gendongannya, terdapat Junghyun yang sedang tidur. “Bisakah kau berhenti melukai dirimu sendiri? Cutting dan bermabuk-mabukkan tidak akan menyelesaikan masalahmu.”

Aku tidak peduli. Aku tetap mengambil botol vodka.

Aera mendekat padaku dan ia menahan lenganku. “Jungkook, lihatlah anakmu. Lihat Junghyun! Kau terlalu sibuk dengan duniamu. Kau tidak memikirkan anak-anakmu, ya? Kalau kau terus begini, nasib mereka bagaimana?”

“Aera, she hates me! She rejected me and it was all because of you.” Ujarku.

“Sifra tidak membencimu, Jungkook. Mungkin dia hanya butuh waktu saja untuk menyendiri.” Aera pun membelai punggungku, dan ia berbisik, “jangan pernah menyakiti dirimu sendiri, Jungkook. Setiap sayatan di lenganmu itu tidak ada gunanya dan tidak berharga. Stop cutting your hands.”

Aku menggeleng. “I can’t, Choi Aera. You know, I love her so damn much! Dan lihatlah sekarang, dia meninggalkanku. Bahkan dia menolak lamaranku.”

“Apa tidak ada lagi yang tersisa untukku? Cobalah buka hatimu untukku lagi, Jungkook. Aku masih ada disini. Aku akan terus ada disini.”

Aku membanting botol vodka ke lantai. Membuat isinya tumpah dan serpihan botolnya berantakan. Aera terkejut dan ia berlari untuk menaruh Junghyun dikamar. Setelahnya, ia kembali lagi.

Kali ini, posisiku menyandarkan diri pada lemari di wine cellar, tanganku berdarah, tangisku pecah. Aku kacau tanpa Sifra.

Kini, aku mengingat semua kenangan dimana Sifra dan aku menghabiskan waktu bersama. Aku—astaga, aku tidak bisa melupakannya! Ini salahku, memang. Seharusnya aku jujur dari awal padanya dan menceritakan semuanya.

Tapi, aku justru membohonginya.

Sifra, why do I keep needing you when I know that I will get hurt? Aku sendiri tidak tahu. Rasanya sakit sekali ketika tahu bahwa Taehyung sering menghabiskan waktu bersama dengan Sifra.

Aera membersihkan serpihan botol yang pecah. Setelahnya, ia membawa kotak P3K untuk membersihkan luka ditanganku. Aku hanya menatapnya saja. Kemudian, ia mengatakan, “you are so fucking stupid, Jeon Jungkook! Come and get her if you really love her.

I-I can’t . . .” Aku berniat untuk berdiri, tapi Aera menahanku. Aku berdecak.

Aera memberiku tatapan tajam. “Stop. Stay here. I’ll go get some ice for your hands, okay?”

“Tidak. Aku mau pergi.”

You’re drunk. Stay here!”

BABYSITTERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang