Extended Chapter, Part 3

3.9K 285 3
                                        

Jeon Jungkook

Selama seminggu aku mencarinya, kini aku menemukannya. Sifra berada di sebuah desa terpencil yang jauh dari Busan. Apa yang dikatakan Jimin memang benar. Sifra ingin mencari kesejukan dan kedamaian. Untuk itu dia mengasingkan dirinya sendiri.

Aku selalu mengikutinya. Kapanpun dan dimanapun dia berada. Aku ingin memeluknya saat ini juga dan mengatakan bahwa aku merindukannya. Aku rindu kehangatan dirinya bersama anak-anak kami, bermain dan tertawa bersama.

Aku tahu bahwa aku yang salah disini. Sifra melewati hari bahkan bulan yang sulit demi mengalah pada egoku yang semakin sulit untuk dikalahkan. Egoku lebih besar. Tapi aku begitu mencintainya dan tidak ingin kehilangannya.

Maka setelah seminggu aku frustrasi karena kepergiannya, kini aku tidak ingin membuang waktu lagi. Aku menghampirinya yang tengah berada di sebuah toko kue dan kopi yang benar-benar begitu tradisional.

Aku menghela napas dan kini aku berhadapan dengannya. Sifra terkejut ketika melihatku. Ia bertanya, "mengapa kau ada disini? Kau mengikutiku?"

"Ya." Aku melihat baju yang dikenakannya. Itu merupakan baju yang kuambil dari dalam lemariku pada malam itu—setelah kami melakukan seks dan aku menyuruhnya untuk keluar dari kamar. "Terlihat cocok di pakai olehmu,"

"Sebab itu kau mengambilkannya untukku?"

Aku menggeleng, "aku mengambil baju itu sebagai pertanda bahwa aku ingin kau memiliki sesuatu dari diriku. Bukan hanya dinilai dari pakaiannya—tapi juga seluruh hatiku, Sifra."

"Bagaimana kau bisa tahu aku ada disini?"

"Seolhyun dan Jimin yang memberitahuku. Kau ingin kesejukan dan kedamaian, jadi aku berpikir bahwa tempat ini akan menjadi tempat pelarian pertama yang akan kau datangi. Meski awalnya aku tidak yakin,"

Sifra membasahi bibirnya. "Mengapa kau mengikutiku, Jeon Jungkook?" Aku selalu jatuh cinta setiap kali ia memanggil namaku.

Aku memberikan senyum tipis. "Agar kau tidak sendirian, Sifra."

"Sendirian?"

"Ya. So you’d know at least one person no matter where you go. And at least that person would know your name." Ujarku.

Sifra meneguk salivanya. "Lantas, apa? Kau berniat untuk mengikutiku kemanapun aku pergi?"

"Itu rencananya."

"Rencana terbodoh," ujarnya sembari memutar bola matanya.

Aku menunduk dan membasahi bibirku. "Iya, memang." Kudongakkan kepalaku lagi. "I know how it feels, Sifra, to be alone in a place, a big, unknown place, where no one knows you. It fucks with your head. It makes you cynical and hard. It makes you think that no matter where you go, who you meet, you’ll always be lonely. It makes you miss home something fierce. It makes you feel like you’ll never find a place where you belong. I’m not gonna let that happen to you. You’re too sweet for that. Too good and shiny. I’m not gonna leave you alone in a world that’s cruel and messed up."

Sifra menggeleng. Air matanya jatuh ketika ia menatapku. "Aku bukan tanggung jawabmu lagi, Jungkook."

"You're my life."

BABYSITTERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang