BAB 15

6.1K 219 13
                                        

Note : ada versi lain dari cerita Gevan, bisa dicek di profile aku
.
.

Vania berjalan menyusuri lorong sekolah dengan mendapat tatapan tajam terutama dari para kaum adam. -
" itu Vania? Asli? Wah cantik bet anjir "

" Gila sih, Vania kan itu? Kalo berubah bisa kayak Jennie Black Pink "

" bisa gue gebet nih "

" eh bro dia tuh masih terus ngejar Gevan tau "

" alah bodo amat "
-
Vania berjalan sambil membawakan kotak makan berisi macaron seperti biasa, untuk siapa lagi kalau bukan Gevan?.

Vania berjalan dengan PD saja meski orang sekitarnya menggosip tentang dirinya dan memberikan tatapan tajam.

Vania melihat Gevan sedang berdiri didepan ruang kelasnya dengan tubuh yang disenderkan di tembok dan tangan nya sambil memainkan Rubik.
Ini kali keduanya Vania memberikan macaron itu langsung kepada Gevan.

Vania tak peduli dengan kejadian macaron yang Vania berikan pada Gevan tak Gevan makan, melainkan Gevan bagikan pada teman kelasnya.

" Kak Gevan " panggil Vania yang sudah berada tepat didepan Gevan.

Gevan menatap Vania, dengan tatapan tak dapat diartikan.

" ini kak buat kak Gevan " Vania menyodorkan kotak makannya pada Gevan.

Sedangkan Gevan melamun memandangi Vania.

" kak? " tanya Vania bingung.

" eh i iya makasih " ucap Gevan mengambil kotak makan itu dari tangan Vania.

" di makan ya " Vania mengukir senyuman.

Gevan membalas dengan senyuman juga.

Ini perdana pertama kalinya Vania mendapat senyuman manis dari Gevan.

" boleh tanya? " ucap Vania.

" tentu " jawab Gevan.

" lo udah mulai suka gue belum? " tanya Vania.

" enggak " jawab Gevan santai.

Vania kemudian meninggalkan Gevan, tangan Vania terasa ditarik oleh seseorang dan membuat dirinya menghentikan langkahnya.

" gak suka tapi cinta " ucap Gevan.

Jantung Vania berdetak dua kali lebih cepat, badannya membeku, dan pipi nya memanas.

Vania segera berlari meninggalkan Gevan, jika dia berlama lama disitu bakal bahaya untuk kesehatannya, siapa tau dia dapat terkena penyakit kejang kejang atau bahkan serangan jantung.

" di ucapin gitu doang baper! Dasar cewek " ucap Gevan.

Setelah lolos dari lorong Micanzer, Vania kembali berjalan seperti biasa, toh kaki nya capek jika terus terusan berlari, mana lagi jam pertama hari ini adalah olahraga, pasti akan diakan pemanasan super capek dari pada berlari. Vania harus pintar menjaga energinya.

Vania memegangi pipi nya yang sudah seperti kepiting rebus.

" eh Vania, gue cari kemana mana lo malah ada disini " Lisa dan Bintang mengaggetkan Vania.

" bentar deh, itu apaan ya? " ucap Vania melihat kerumunan siswa siswi.

" mana gue tau " ucap Bintang.

" BANGTAN! " panggil Vania, pada satu orang yang sedang membagikan brosur.

" JEONG JUNGKOOK! KIM TAEHYUNG! PARK JIMIN! KIM NAMJON! JUNG HOSEOK! MIN YOONGI! KIM SEOKJIN! BTS!! " Antusias Bintang.

GeVania [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang