Note : ada versi lain dari cerita Gevan, bisa dicek di profile aku
.
.
Saat ini Vania sudah berada disekolah pukul 6 pagi. Dirinya sengaja berangkat pagi karena untuk membantu anak osis mempersiapkan demo ekskul yang akan diadakan hari ini. Vania duduk di dalam ruang osis, diruangan ini hanya terdapat Vania dan Sultan. Yang lain belum ada yang datang, padahal dijadwal panitia MPLS jam 6 sudah sampai disekolah.
" Gue mau ke kantin dulu " ucap Sultan yang dibalas dengan anggukan oleh Vania, lalu Sultan membuka pintu dan melenggang pergi.
Vania mematikan ponselnya lalu menaruhnya dalam saku jas almamater dan keluar dari ruang osis untuk menghirup udara segar dipagi hari.
Sudah lama Vania tak berangkat sepagi ini, rasanya beda. Dirinya biasa sampai disekolah pukul tujuh kurang sepuluh menit, dan ini pukul enam sudah sampai disekolah.
Vania melihat jadwal hari ini yang terpampang di depan ruang osis.
Dan terlihat jelas bahwa demo ekskul akan dimulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, lalu dilanjutkan para alumni yang akan mengambil ijazahnya pada pukul 12.45 WIB.
Kenapa Vania tidak terpikir bahwa akan ada alumni yang datang? Mungkin karena dirinya terlalu sibuk dengan urusannya. Jadi bakal ada Gevan kan? Alvan? Ady? Dan Katria?
Ah nama yang disebutkannya terakhir, sepertinya Vania sama sekali tak merindukan kakak kelas sekaligus musuh bebuyutannya itu. Entah bagaimana kabarnya sekarang, dengar dengar dia kuliah di London. Jadi tak ada yang perlu disaingkan lagi.
" Woi " suara itu berhasil membuat Vania mengerjap, dirinya tak sadar sedari tadi ternyata sedang melamun didepan ruang osis.
" pagi pagi udah ngelamun " ucap Rafka.
" pakaiannya rapih " ucap Vania, melihat pakaian Rafka dari atas sampai bawah yang sedang mengenakan baju kebesaran PKS.
" iya, demo ekskul kan " ucap Rafka.
" jam segini udah dateng, bukannya demo ekskul nya jam 9? " tanya Vania pada Rafka.
" sengaja " ucap Rafka.
" untuk? "
" kepo banget lo " ucap Rafka lalu pergi dengan cekikikan dan mendapat tatapan malas dari Vania.
" gue cariin dikelas gaada ternyata lo disini " ucap Lisa yang tiba tiba datang entah dari arah mana.
" apa? " tanya Vania.
" nih bubur ayam buat lo " ucap Lisa memberikan plastik kresek yg didalamnya terdapat bubur ayam untuk Vania.
" tumben " ucap Vania.
" ini dari orang itu. Edan po aku pak ngei koe bubur ayam mending nggo aku dewe " ucap Lisa dengan bahasa campuran lalu menunjuk seorang laki laki yang tengah berjalan membelakangi mereka berdua.
" Ka Rafka? " tanya Vania dan mendapat anggukan dari Lisa.
Ada apa? Kenapa Rafka bisa sebaik ini? Apa ada maksud tertentu dari ini semua? Semua pertanyaan itu terlintas di pikiran Vania. Ah entahlah...
Vania masuk kedalam ruang osis dan menghabiskan bubur ayam itu sebelum anak panitia mulai ramai berdatangan.
...
Semua siswa siswi dibariskan di lapangan utama, guna melihat demo ekskul yang ditampilkan.
Vania mengabsen anak anak Mizanzo A sembari duduk di pinggir lapangan. Saat ini acaranya masih pembukaan yaitu sambutan dari kepala sekolah dan dilanjutan Solo Song oleh Yuna.
KAMU SEDANG MEMBACA
GeVania [END]
Teen FictionNOTE : aku sarankan kalian NGGAK USAH baca cerita ini ya. ini cerita yang aku buat waktu aku smp alurnya jelek dan ceritanya kayak sampah. terimakasih. tapi jika kalian kekeh mau baca ya terserah aku nggak melarang, tapi tolong jangan tinggalkan kom...
![GeVania [END]](https://img.wattpad.com/cover/150899741-64-k348327.jpg)